This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, 1 February 2013

Konsep bermain anak balita



Bermain adalah hak asasi bagi anak usia dini yang memiliki nilai utama dan hakiki pada masa pra sekolah. Kegiatan bermain bagi anak usia dini adalah sesuatu yang sangat penting dalam perkembangan kepibadiannya. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi waktu, tetapi media bagi anak untuk belajar. Setiap bentuk kegiatan bermain pada anak pra sekolah mempunyai nilai positif terhadap perkembangan kepibadiannya
Di dalam bermain anak memiliki nilai kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang ia rasakan dan pikirkan. Dengan bermain, anak sebenarnya sedang mempraktekkan keterampilan dan anak mendapatkan kepuasan dalambermain, yang berarti mengemabngkan dirinya sendiri. Dalam bermain, anak dapat mengembangkan otot kasar dan halus, meningkatkan penalaran, dan memahami keberanaan lingkungannya, membentuk daya imajinasi, daya fantasi, dan kreativitas
Dalam kenyataan sekaran ini sering dijumpai bahwa kreativitas anak tanpa disadari telah terpasung di tengah kesibukan orang tua. Namun kegiatan bermain bebas sering menjadi kunci pembuka bagi gudang-gudang bakat kreatif yang dimiliki setiap manusia. Bermain bagi anak berguna untuk menjelajahi dunianya, dan mengembangkan kompetensinya dalam usaha mengatasi dunianya dan mengembangkan kreativitas anak.Fungsi bermain bagi anak usia dini dapat dijadikan intervensi yang jika dilaksanakn dengan tepat, baik dilengkapi dengan alat maupun tanpa alat akan sangat membantu perkembangan sosial, emosional, kognitif, dan afektif pada umumnya, dan mengembangkan daya kreativitas anak

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Permainan Edukatif Anak Usia 1-3 Tahun



Anak adalah amanah dan karunia Tuhan yang maha esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sdebagai manusia seutuhnya. Anak adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis, dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang diharapkan dapat menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara dimasa depan. Anak perlu mendapat seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental maupun sosial dan mempunyai aklak yang mulia.
  Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 26 telah menyebutkan bahwa orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak, tumbuh kembanag anak sesuai dengan kemampuan, bakat minatnya, serta mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak sehingga orang tua/ keluarga benar-benar memperhatikan dan memahami apa yang telah di tetapkan
Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Dalam perkembangan anak terdapat masa kritis, ketika diperlukan rangsangan/stimulasi yang berguna agar potensinya berkembang. Perkembangan akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya, bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. Sebaliknya lingkungan yang tidak mendukung akan menghambat perkembangan anak
Anak-anak bermain oleh karena didalam permainan itu mereka berada didalam suasana yang bebas, sehingga ada kesempatan untuk menunjukan kepribadiannya sebagai individu maupun kepribadiannya sebagai anggota masyarakat. Dalam permainan itu dapat dilihat watak tiap orang dengan jelas. Apakah kelebihannya, kekurangannya, sportivitasnya, kesanggupannya dan sebagainya. Juga dapat diketahuinya bagaimana cara ia bergaul dengan orang lain bagaimana sikapnya terhadap kawannya, terhadap lawannya, terhadap orang yang lebih tua, terhadap tata tertip dan sebagainya
Riset terbaru tentang otak telah menghasilkan 3 temuan penting yang utama, pertama kapasitas seorang individu untuk belajar dan berkembang dalam berbagai lingkungan tergantung hubungan timbal balik antara faktor alam (warisan genetiknya atau faktot keturunan) dan cara asuh (jenis perhatian, rangsangan, dan didikan yang diperoleh). Kedua otak manusia secara unik dibentuk agar mengambil manfaat dari pengalaman dan pengajaran yang baik selama tahun-tahun pertama kehidupan. Dan ketiga, meskipun kesempatan dan resiko terbesar dialami selama tahun pertama kehidupan, proses pembelajaran, tetap berlangsung selama selama siklus hidup manusia
Perilaku anak adalah sikap dan tindakan anak balita yang bersifat alami. Perilaku dan tindakannya yang baik atau buruk itu cenderung dilakukan dibawah kesadaran anak. Oleh karena itu, orang tua senan tiasa harus memperhatikan sikap dan tindakan anak-anaknya. Apabila sikap dan tindakan anak banyak yang menyimpang, maka sebaiknya orang tua mendidik, mengajarkan, menunjukan dan mengarahkannya ke jalan yang baik. Sikap dan tindakan anak balita yang baik harus tetap diperhatikan akar menjadi perilaku yang diinginkan. Orang tua harus menyadari, bahwa anak balita belum mempunyai pengalaman dan belum mampu menilai sikap dan tindakannya sendiri. Peran orang tua senantiasa harus mengembangkan perilaku anak sesuai dengan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam 8 fungsi keluarga. Hanya perilaku anak-yang baik-baik sajalah yang perlu dikembangkan agar membentiuk karakter anak
Banyak kemampuan dari anak seperti kemampuan berfikir, berbicara, bergaul dan keterampilan gerak yang mungkin masih terpendam. Agar kemampuan-kemampuan tersembunyi ini dapat dimunculkan dan dimanfaatkan dalam kegiatan sehari-hari secara baik, maka anak balita perlu benda-benda, bahan atau media atau bahan bantu lainnya. Dengan adanya alat media pendidikan yang digunakan secara tepat serta suasana bermain/lingkungan yang menimbulkan rasa senang dalam diri balita pada saat mengunakannya, maka diharapkan proses belajarnya diharapkan berjalan lancar
Perkembangan anak adalah suatu proses pencapaian, bagaimana anak berhasil melakukan suatu tindakan yang lebih rumit sejalan dengan bertambahnya usia mereka. Perkembangan  (development) berbeda dengan pertumbuhan (growth). Growth menunjukkan pertambahan ukuran. Ketika kita berbicara tentang perkembangan anak maka berarti kita tengah bicara tentang perkembangan kemampuan (skills) yang meliputi : MOTORIK KASAR (Gross motor):  penggunaan banyak otot untuk menjaga keseimbangan dan mengubah posisi tubuh seperti duduk, berdiri, berjalan, berlari, dll. MOTORIK HALUS (Fine motor): mempergunakan gabungan gerak otot untuk melakukan gerakan-gerakan yang halus seperti menggunakan tangan agar bisa memasukkan makanan, menggambar, memakai baju, bermain, menulis, dll. BAHASA (Language):  berbicara, mempergunakan bahasa tubuh dan “gestures”, berkomunikasi dan memahami apa yang dikemukakan orang lain. INTELEKTUALITAS (Cognitive): Kemampuan berpikir termasuk belajar, kemampuan memahami, memecahkan masalah, memberikan alasan, serta kemapuan mengingat. SOSIAL ADAPTIF:  Kemampuan berinteraksi dengan orang lain, kemampuan menjalin hubungan dengan keluarga, teman, guru; kemampuan bekerjasama dan menyikapi perasaan orang lain

Thursday, 31 January 2013

Faktor yang menyebabkan wanita belum menikah pada usia resiko 35-45 tahun



Kondisi masyarakat dan perubahan-perubahannya di masa sekarang, akan merasakan banyak hal yang luar biasa dan akan mengetahui berbagai persoalan yang mengkhawatirkan. Masalah-masalah dan kendala-kendala yang kita temui ini berpangkal dari kesalahan persepsi dan guncangan pemikiran di dalam masyarakat. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kondisi ini muncul lantaran kelemahan akidah dan kesalahan penerapan syariat, yaitu kekhawatiran-kekhawatiran terhadap masa depan dan rasa takut yang tidak beralasan. Faktor lain yang masih terkait dengan rasa takut di sini adalah mental masyarakat yang mengandalkan ijazah dan ketergantungan kepada pekerjaan­-pekerjaan tetap, serta kesibukan dalam jenjang akademik, sehingga banyak or­ang yang ketinggalan kereta pernikahan; kemudian para orang tua pun ikut-ikutan merasakan kekhawatiran ini. Kerelaan masyarakat menerima sikap yang seperti ini juga menegaskan terjadinya kesalahan dalam persepsi, terbaliknya timbangan pemikiran, dan goyahnya keyakinan kepada Allah, serta lemahnya pandangan yang rasional.
2.2.1. Faktor Keinginan melanjutkan Pendidikan
Masalah ini menghinggapi pemuda dan pemudi. Terkadang seorang pemuda sudah memiliki pekerjaan, dan sambil bekerja ia sekolah, akan tetapi studinya belum selesai maka pernikahan terpaksa tertunda, sampai selesainya diwisuda dan mendapatkan gelar, agar tampak "terhormat" di undangan kalau kedua pasangan memiliki gelar di depan dan belakang namanya. Begitu pula pemudi, sekali pun ia telah sarjana, namun karena yang datang melamarnya adalah pemuda yang belum selesai kuliahnya, maka niat untuk menikah dicegah oleh keluarganya, ditunda sampai selesainya pendidikan calon pasangannya.
2.2.2. Faktor Belum menemukan kecocokan
Mungkin sudah lulus, sudah bekerja, bahkan telah memiliki rumah sendiri, dan sudah berusaha mencari calon pasangannya. Akan tetapi karena merasa belum ada yang cocok, sekali pun letupan syahwat semakin menggelora, tetapi karena merasa tidak cocok baik dari segi harta, pendidikan, dan latar keturunan, atau pun lainnya sehingga niat baik untuk menikah pun menjadi tertunda.
2.2.3. Faktor Kemapanan ekonomi.
Ini masalah utama yang sering menghinggapi seorang wanita sehingga sekalipun telah merasa cocok dengan seorang pemuda, dan jika ditunda akan menimbulkan fitnah, akan tetapi ternyata sang pemuda belum memiliki pekerjaan tetap untuk menghidupi keluarganya kelak, maka niat baik tersebut terpaksa harus tertunda.

Akibat yang terjadi bila Anemia pada remaja dan gejala-gejala yang timbul



Kebanyakan penderita tidak tahu atau tidak menyadari bahkan menganggap hal itu sepele. Sebagaimana termuat dalam brosur yang diterbitkan Phapros Produsen Supra Livron, kalau dibiarkan anemia dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Gejala - gejala yang sering timbul antara lain pusing, lemah, letih, lelah dan lesu, sulit konsentrasi dan mudah lupa. Mengingat hal ini juga biasa dialami oleh orang sibuk yang sehat dan tidak kekurangan zat besi sekalipun, gejala – gejala seperti ini sering terhindar dari perhatian. Pada umumnya, seseorang mulai curiga akan adanya anemia bila keadaan sudah makin parah sehingga gejalanya kelihatan lebih jelas, seperti kulit pucat, jantung berdebar - debar, pusing, mudah kehabisan nafas ketika naik tangga atau olahraga (karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa oksigen ke seluruh tubuh)
Akibat dari anemia ini jika tidak diberi intervensi dalam waktu lama
akan menyebabkan beberapa penyakit seperti gagal jantung kongesif sebab
otot jantung yang kekurangan oksigen tidak dapat menyesuaikan diri dengan
beban kerja jantung yang meningkat, parestesia dan konfusi kanker, penyakit
ginjal, gondok, gangguan pembentukan Heme (pigmen pembentuk warna
merah pada darah mengandung zat besi), penyakit infeksi kuman, Thalasemia
(kurang cepatnya pembuatan satu rantai / unsur pembentuk Hemoglobin),
kelainan jantung, rematoid, kecelakaan hebat, Meningitis, gangguan sistem
imun dan sebagainya.

Pola makan remaja



Pola makan remaja akan berpengaruh pada kesehatan gizi. Pemilihan
makanan tidak lagi didasarkan pada kandungan gizi tetapi sekedar bersosialisasi untuk kesenangan dan supaya tidak kehilangan status. Kehadiran Fast Food dapat mempengaruhi pola makan remaja. Fast Food umumnya rendah zat besi, kalsium, Riboflavin, vitamin A dan asam folat. Fast Food mengandung tinggi lemak jenuh kolesterol dan sodium
Berbagai bentuk gangguan gizi pada usia remaja yang sering
terjadi diantaranya adalah kekurangan energi dan protein, anemia gizi serta
defisiensi berbagai vitamin. Anemia merupakan salah satu dari berbagai masalah gizi di Indonesia yang harus ditanggulangi secara serius, terutama anemia gizi besi
Zat besi merupakan Microelement yang esensial bagi tubuh zat ini terutama diperlukan dalam hemopesis (pemindahan darah), yaitu dalam sintesa hemoglobin (Hb) (Ahmad, 2008) Zat besi membantu membentuk darah, kekurangan zat besi akan menyebabkan anda menjadi anemia. Sumber yang terbaik adalah hati dan ginjal. 1000 gram hati dan ginjal akan memberikan sekitar sepertiga kebutuhan harian anda disertai dengan sumber keduanya. Tiram, daging merah dan unggas-unggas. Lainnya pesaing yang lebih rendah termasuk sayuran hijau seperti bayam, biji-bijian, kacang-kacangan dan kedelai, roti berserat dan sereal, vitamin C membantu badan menyerap besi
Masukkan zat besi setiap hari diperlukan untuk mengganti zat besi yang hilang melalui tinja, air kencing, dan kulit. Bagi wanita usia subur kehilangan zat besi melalui darah haid juga harus diperhitungkan Volume darah haid relatif konstan pada seorang wanita dari bulan kebulan. Namun variasi dari satu wanita kewanita lain. Banyak wanita menunjukan bahwa nilai tengah darah yang hilang selama haid berkisar antara 25-30cc perbulan
Sumber zat besi terdapat dalam makanan hewanin seperti daging, ayam, dan ikan. Sumber baik lainnya adalah telur, sereal tumbuk, kacang-kacangan, sayuran hijau seperti bayam, kedelai dan umbi-umbian.