Friday, 1 February 2013
Konsep bermain anak balita
15:18
No comments
Bermain adalah hak asasi
bagi anak usia dini yang memiliki nilai utama dan hakiki pada masa pra sekolah.
Kegiatan bermain bagi anak usia dini adalah sesuatu yang sangat penting dalam
perkembangan kepibadiannya. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi
waktu, tetapi media bagi anak untuk belajar. Setiap bentuk kegiatan bermain
pada anak pra sekolah mempunyai nilai positif terhadap perkembangan
kepibadiannya
Di dalam bermain anak
memiliki nilai kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang ia rasakan dan
pikirkan. Dengan bermain, anak sebenarnya sedang mempraktekkan keterampilan dan
anak mendapatkan kepuasan dalambermain, yang berarti mengemabngkan dirinya sendiri.
Dalam bermain, anak dapat mengembangkan otot kasar dan halus, meningkatkan
penalaran, dan memahami keberanaan lingkungannya, membentuk daya imajinasi,
daya fantasi, dan kreativitas
Dalam kenyataan
sekaran ini sering dijumpai bahwa kreativitas anak tanpa disadari telah
terpasung di tengah kesibukan orang tua. Namun kegiatan bermain bebas sering
menjadi kunci pembuka bagi gudang-gudang bakat kreatif yang dimiliki setiap
manusia. Bermain bagi anak berguna untuk menjelajahi dunianya, dan mengembangkan
kompetensinya dalam usaha mengatasi dunianya dan mengembangkan kreativitas
anak.Fungsi bermain bagi anak usia dini dapat dijadikan intervensi yang jika
dilaksanakn dengan tepat, baik dilengkapi dengan alat maupun tanpa alat akan
sangat membantu perkembangan sosial, emosional, kognitif, dan afektif pada
umumnya, dan mengembangkan daya kreativitas anak
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Permainan Edukatif Anak Usia 1-3 Tahun
15:12
No comments
Anak adalah amanah dan karunia
Tuhan yang maha esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sdebagai
manusia seutuhnya. Anak adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa yang
memiliki peran strategis, dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang diharapkan
dapat menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara dimasa depan. Anak
perlu mendapat seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik
secara fisik, mental maupun sosial dan mempunyai aklak yang mulia.
Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang
perlindungan anak pasal 26 telah menyebutkan bahwa orang tua berkewajiban dan
bertanggung jawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak,
tumbuh kembanag anak sesuai dengan kemampuan, bakat minatnya, serta mencegah
terjadinya perkawinan pada usia anak-anak sehingga orang tua/ keluarga
benar-benar memperhatikan dan memahami apa yang telah di tetapkan
Periode penting dalam tumbuh
kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang
akan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Dalam perkembangan anak terdapat
masa kritis, ketika diperlukan rangsangan/stimulasi yang berguna agar potensinya
berkembang. Perkembangan akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai
dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangannya, bahkan sejak bayi
masih dalam kandungan. Sebaliknya lingkungan yang tidak mendukung akan
menghambat perkembangan anak
Anak-anak bermain oleh karena
didalam permainan itu mereka berada didalam suasana yang bebas, sehingga ada
kesempatan untuk menunjukan kepribadiannya sebagai individu maupun
kepribadiannya sebagai anggota masyarakat. Dalam permainan itu dapat dilihat
watak tiap orang dengan jelas. Apakah kelebihannya, kekurangannya,
sportivitasnya, kesanggupannya dan sebagainya. Juga dapat diketahuinya
bagaimana cara ia bergaul dengan orang lain bagaimana sikapnya terhadap
kawannya, terhadap lawannya, terhadap orang yang lebih tua, terhadap tata
tertip dan sebagainya
Riset terbaru tentang otak
telah menghasilkan 3 temuan penting yang utama, pertama kapasitas seorang
individu untuk belajar dan berkembang dalam berbagai lingkungan tergantung
hubungan timbal balik antara faktor alam (warisan genetiknya atau faktot
keturunan) dan cara asuh (jenis perhatian, rangsangan, dan didikan yang
diperoleh). Kedua otak manusia secara unik dibentuk agar mengambil manfaat dari
pengalaman dan pengajaran yang baik selama tahun-tahun pertama kehidupan. Dan
ketiga, meskipun kesempatan dan resiko terbesar dialami selama tahun pertama
kehidupan, proses pembelajaran, tetap berlangsung selama selama siklus hidup
manusia
Perilaku anak adalah sikap dan
tindakan anak balita yang bersifat alami. Perilaku dan tindakannya yang baik
atau buruk itu cenderung dilakukan dibawah kesadaran anak. Oleh karena itu,
orang tua senan tiasa harus memperhatikan sikap dan tindakan anak-anaknya.
Apabila sikap dan tindakan anak banyak yang menyimpang, maka sebaiknya orang
tua mendidik, mengajarkan, menunjukan dan mengarahkannya ke jalan yang baik.
Sikap dan tindakan anak balita yang baik harus tetap diperhatikan akar menjadi
perilaku yang diinginkan. Orang tua harus menyadari, bahwa anak balita belum
mempunyai pengalaman dan belum mampu menilai sikap dan tindakannya sendiri.
Peran orang tua senantiasa harus mengembangkan perilaku anak sesuai dengan
nilai-nilai dasar yang terkandung dalam 8 fungsi keluarga. Hanya perilaku
anak-yang baik-baik sajalah yang perlu dikembangkan agar membentiuk karakter
anak
Banyak kemampuan dari anak
seperti kemampuan berfikir, berbicara, bergaul dan keterampilan gerak yang
mungkin masih terpendam. Agar kemampuan-kemampuan tersembunyi ini dapat
dimunculkan dan dimanfaatkan dalam kegiatan sehari-hari secara baik, maka anak
balita perlu benda-benda, bahan atau media atau bahan bantu lainnya. Dengan
adanya alat media pendidikan yang digunakan secara tepat serta suasana
bermain/lingkungan yang menimbulkan rasa senang dalam diri balita pada saat
mengunakannya, maka diharapkan proses belajarnya diharapkan berjalan lancar
Perkembangan anak
adalah suatu proses pencapaian, bagaimana anak berhasil melakukan suatu
tindakan yang lebih rumit sejalan dengan bertambahnya usia mereka.
Perkembangan (development)
berbeda dengan pertumbuhan (growth). Growth menunjukkan
pertambahan ukuran. Ketika kita berbicara tentang perkembangan anak maka berarti kita tengah
bicara tentang perkembangan kemampuan (skills) yang meliputi : MOTORIK KASAR (Gross motor):
penggunaan banyak otot untuk menjaga keseimbangan dan mengubah posisi tubuh
seperti duduk, berdiri, berjalan, berlari, dll. MOTORIK HALUS (Fine motor): mempergunakan gabungan gerak
otot untuk melakukan gerakan-gerakan yang halus seperti menggunakan tangan agar
bisa memasukkan makanan, menggambar, memakai baju, bermain, menulis, dll. BAHASA (Language):
berbicara, mempergunakan bahasa tubuh dan “gestures”, berkomunikasi dan
memahami apa yang dikemukakan orang lain. INTELEKTUALITAS (Cognitive): Kemampuan berpikir termasuk belajar, kemampuan memahami,
memecahkan masalah, memberikan alasan, serta kemapuan mengingat. SOSIAL ADAPTIF: Kemampuan
berinteraksi dengan orang lain, kemampuan menjalin hubungan dengan keluarga,
teman, guru; kemampuan bekerjasama dan menyikapi perasaan orang lain
Thursday, 31 January 2013
Faktor yang menyebabkan wanita belum menikah pada usia resiko 35-45 tahun
14:46
No comments
Kondisi
masyarakat dan perubahan-perubahannya di masa sekarang, akan merasakan banyak
hal yang luar biasa dan akan mengetahui berbagai persoalan yang
mengkhawatirkan. Masalah-masalah dan kendala-kendala yang kita temui ini
berpangkal dari kesalahan persepsi dan guncangan pemikiran di dalam masyarakat.
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kondisi ini muncul lantaran kelemahan
akidah dan kesalahan penerapan syariat, yaitu kekhawatiran-kekhawatiran
terhadap masa depan dan rasa takut yang tidak beralasan. Faktor lain yang masih
terkait dengan rasa takut di sini adalah mental masyarakat yang mengandalkan
ijazah dan ketergantungan kepada pekerjaan-pekerjaan tetap, serta kesibukan
dalam jenjang akademik, sehingga banyak orang yang ketinggalan kereta
pernikahan; kemudian para orang tua pun ikut-ikutan merasakan kekhawatiran ini.
Kerelaan masyarakat menerima sikap yang seperti ini juga menegaskan terjadinya
kesalahan dalam persepsi, terbaliknya timbangan pemikiran, dan goyahnya
keyakinan kepada Allah, serta lemahnya pandangan yang rasional.
2.2.1.
Faktor Keinginan melanjutkan Pendidikan
Masalah ini menghinggapi pemuda dan pemudi. Terkadang seorang pemuda
sudah memiliki pekerjaan, dan sambil bekerja ia sekolah, akan tetapi studinya
belum selesai maka pernikahan terpaksa tertunda, sampai selesainya diwisuda dan
mendapatkan gelar, agar tampak "terhormat" di undangan kalau kedua
pasangan memiliki gelar di depan dan belakang namanya. Begitu pula pemudi, sekali pun ia telah sarjana, namun karena yang
datang melamarnya adalah pemuda yang belum selesai kuliahnya, maka niat untuk
menikah dicegah oleh keluarganya, ditunda sampai selesainya pendidikan calon
pasangannya.
2.2.2.
Faktor Belum menemukan kecocokan
Mungkin sudah lulus, sudah bekerja, bahkan telah memiliki rumah
sendiri, dan sudah berusaha mencari calon pasangannya. Akan tetapi karena
merasa belum ada yang cocok, sekali pun letupan syahwat semakin menggelora,
tetapi karena merasa tidak cocok baik dari segi harta, pendidikan, dan latar
keturunan, atau pun lainnya sehingga niat baik untuk menikah pun menjadi
tertunda.
2.2.3.
Faktor Kemapanan ekonomi.
Ini
masalah utama yang sering menghinggapi seorang wanita sehingga sekalipun telah
merasa cocok dengan seorang pemuda, dan jika ditunda akan menimbulkan fitnah,
akan tetapi ternyata sang pemuda belum memiliki pekerjaan tetap untuk
menghidupi keluarganya kelak, maka niat baik tersebut terpaksa harus tertunda.
Akibat yang terjadi bila Anemia pada remaja dan gejala-gejala yang timbul
14:25
No comments
Kebanyakan
penderita tidak tahu atau tidak menyadari bahkan menganggap hal itu sepele.
Sebagaimana termuat dalam brosur yang diterbitkan Phapros Produsen Supra
Livron, kalau dibiarkan anemia dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Gejala -
gejala yang sering timbul antara lain pusing, lemah, letih, lelah dan lesu, sulit
konsentrasi dan mudah lupa. Mengingat hal ini juga biasa dialami oleh orang
sibuk yang sehat dan tidak kekurangan zat besi sekalipun, gejala – gejala
seperti ini sering terhindar dari perhatian. Pada
umumnya, seseorang mulai curiga akan adanya anemia bila keadaan sudah makin
parah sehingga gejalanya kelihatan lebih jelas, seperti kulit pucat, jantung
berdebar - debar, pusing, mudah kehabisan nafas ketika naik tangga atau
olahraga (karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa oksigen ke
seluruh tubuh)
Akibat dari anemia ini jika
tidak diberi intervensi dalam waktu lama
akan menyebabkan beberapa penyakit seperti gagal jantung kongesif sebab
otot jantung yang kekurangan oksigen tidak dapat menyesuaikan diri dengan
beban kerja jantung yang meningkat, parestesia dan konfusi kanker, penyakit
ginjal, gondok, gangguan pembentukan Heme (pigmen pembentuk warna
merah pada darah mengandung zat besi), penyakit infeksi kuman, Thalasemia
(kurang cepatnya pembuatan satu rantai / unsur pembentuk Hemoglobin),
kelainan jantung, rematoid, kecelakaan hebat, Meningitis, gangguan sistem
imun dan sebagainya.
akan menyebabkan beberapa penyakit seperti gagal jantung kongesif sebab
otot jantung yang kekurangan oksigen tidak dapat menyesuaikan diri dengan
beban kerja jantung yang meningkat, parestesia dan konfusi kanker, penyakit
ginjal, gondok, gangguan pembentukan Heme (pigmen pembentuk warna
merah pada darah mengandung zat besi), penyakit infeksi kuman, Thalasemia
(kurang cepatnya pembuatan satu rantai / unsur pembentuk Hemoglobin),
kelainan jantung, rematoid, kecelakaan hebat, Meningitis, gangguan sistem
imun dan sebagainya.
Pola makan remaja
14:22
No comments
Pola makan
remaja akan berpengaruh pada kesehatan gizi. Pemilihan
makanan tidak lagi didasarkan pada kandungan gizi tetapi sekedar bersosialisasi untuk kesenangan dan supaya tidak kehilangan status. Kehadiran Fast Food dapat mempengaruhi pola makan remaja. Fast Food umumnya rendah zat besi, kalsium, Riboflavin, vitamin A dan asam folat. Fast Food mengandung tinggi lemak jenuh kolesterol dan sodium
makanan tidak lagi didasarkan pada kandungan gizi tetapi sekedar bersosialisasi untuk kesenangan dan supaya tidak kehilangan status. Kehadiran Fast Food dapat mempengaruhi pola makan remaja. Fast Food umumnya rendah zat besi, kalsium, Riboflavin, vitamin A dan asam folat. Fast Food mengandung tinggi lemak jenuh kolesterol dan sodium
Berbagai bentuk gangguan gizi pada
usia remaja yang sering
terjadi diantaranya adalah kekurangan energi dan protein, anemia gizi serta
defisiensi berbagai vitamin. Anemia merupakan salah satu dari berbagai masalah gizi di Indonesia yang harus ditanggulangi secara serius, terutama anemia gizi besi
terjadi diantaranya adalah kekurangan energi dan protein, anemia gizi serta
defisiensi berbagai vitamin. Anemia merupakan salah satu dari berbagai masalah gizi di Indonesia yang harus ditanggulangi secara serius, terutama anemia gizi besi
Zat besi merupakan Microelement yang esensial bagi tubuh
zat ini terutama diperlukan dalam hemopesis
(pemindahan darah), yaitu dalam sintesa hemoglobin (Hb) (Ahmad, 2008) Zat
besi membantu membentuk darah, kekurangan zat besi akan menyebabkan anda
menjadi anemia. Sumber yang terbaik adalah hati dan ginjal. 1000 gram hati dan
ginjal akan memberikan sekitar sepertiga kebutuhan harian anda disertai dengan
sumber keduanya. Tiram, daging merah dan unggas-unggas. Lainnya pesaing yang
lebih rendah termasuk sayuran hijau seperti bayam, biji-bijian, kacang-kacangan
dan kedelai, roti berserat dan sereal, vitamin C membantu badan menyerap besi
Masukkan zat besi setiap hari diperlukan untuk mengganti zat besi yang
hilang melalui tinja, air kencing, dan kulit. Bagi wanita usia subur kehilangan
zat besi melalui darah haid juga harus diperhitungkan Volume darah haid relatif konstan pada seorang wanita dari bulan
kebulan. Namun variasi dari satu wanita kewanita lain. Banyak wanita menunjukan
bahwa nilai tengah darah yang hilang selama haid berkisar antara 25-30cc
perbulan
Sumber zat besi terdapat dalam makanan hewanin seperti
daging, ayam, dan ikan. Sumber baik lainnya adalah telur, sereal tumbuk, kacang-kacangan,
sayuran hijau seperti bayam, kedelai dan umbi-umbian.
Subscribe to:
Posts (Atom)










