This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, 29 August 2013

Model Pembelajaran Kooperatif STAD



Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Belajar belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pembelajaran.
      Model pembelajaran kooperatif ini dikembangkan berdasarkan teori belajar kognitif-konstruktivis. Salah satu teori Vygotsky, yaitu tentang penekanan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran. Vygotsky yakin bahwa fungsi mental yang lebih tinggi akan muncul dalam percakapan atau kerjasama antar individu. Implikasi dari teori Vygotsky ini dapat berbentuk pembelajaran kooperatif. Penerapan model pembelajaran kooperatif ini juga sesuai dengan yang dikehendaki oleh prinsip-prinsip CTL (contextual teaching and learning), yaitu tentang learning community (Depag RI, 2004).
      Langkah-langkah pembelajaran kooperatif Student Teams Achievment Division (STAD) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel : 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran STAD

Fase
Tingkah laku Guru
Fase 1
Menyampaikan kompetensi yang diharapkan dan memotivasi siswa
Guru menyampaikan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang diharapkan, dan memotivasi siswa belajar.

Fase  2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demontrasi atau lewat bahan bacaan.

Fase  3
Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok bekerja dan belajar
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan diskusi secara efisien.

Fase  4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Guru membimbing kelompok –kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.

Fase  5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

Fase  6
Memberikan penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya hasil belajar individu maupun kelompok.



Meningkatkan Hasil Belajar Bilangan Pecahan Berpangkat Melalui Pendekatan Kooperatif Teknik Stad Pada Siswa Kelas IX Semester 2 SMP Negeri



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Matematika sebagai disiplin ilmu turut andil dalam pengembangan dunia teknologi yang kini telah mencapai puncak kecanggihan dalam mengisi berbagai dimensi kebutuhan hidup manusia. Era global yang ditandai dengan kemajuan teknologi informatika, industri otomotif, perbankan, dan dunia bisnis lainnya, menjadi bukti nyata adanya peran matematika dalam revolusi teknologi.
Melihat betapa besar peran matematika dalam kehidupan manusia, bahkan masa depan suatu bangsa, maka sebagai guru di Sekolah  yang mengajarkan dasar-dasar matematika merasa terpanggil untuk senantiasa berusaha meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar matematika. Apalagi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar matematika selalu berada di tingkat bawah dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.
1
 
            Hal tersebut  dapat dilihat dari hasil ulangan harian matematika materi Bilangan Pecahan Berpangkat pada kelas IX SMPN Hanya Mencapai Rerata 57,8 Dan Hanya 50% Siswa Mencapai Nilai 60 Atau >60. Padahal Idealnya Minimal  Harus Mencapai 100% Siswa Mendapat 60 Atau >60. Pembelajaran sehari-hari menggunakan metode ceramah dan latihan-latihan soal secara individual, dan tidak ada interaksi antar siswa yang pandai, sedang, dan normal. Hal ini terbukti sebagian besar siswa mengeluh apabila diajak belajar matematika. Sering jika diberi tugas tidak selesai tepat waktu, dan lebih suka bermain dan mengobrol, alasannya pelajaran matematika memusingkan dan lain-lain.              
            Menyikapi kondisi tersebut penulis sebagai guru pelajaran matematika yang harus menyiapkan peserta didik menuju ujian akhir sekolah dan mampu bersaing didunia pendidikan, selalu berusaha memperbaiki pembelajaran dengan mengkondisikan pembelajaran yang memudahkan, mengasyikkan, dan menyenangkan bagi siswa. Usaha tersebut akan diwujudkan dalam suatu penelitian tindakan kelas yang akan menerapkan pembelajaran STAD.
            Model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Devision) adalah salah satu pembelajaran kooperatif yang dikembangkan berdasarkan teori belajar Kognitif-Konstruktivis yang diyakini oleh pencetusnya Vygotsky memiliki keunggulan yaitu fungsi mental yang lebih tinggi akan muncul dalam percakapan atau kerjasama antar individu. STAD juga memiliki keunggulan bahwa siswa yang dikelompokkan secara heterogen berdasarkan kemampuan siswa terhadap matematika akan terjadi interaksi yang positif dalam menyelesaikan masalah, seperti tutor sebaya dan lain-lain. Jika sebelumnya tidak ada interaksi antar individu, maka dalam STAD siswa dapat bekerja sama dalam menyelesaikan masalah sampai semua anggota kelompok dapat menyelesaikan masalah. Kelompok dikatakan tidak selesai jika ada anggotanya belum selesai.

Wednesday, 28 August 2013

Sistem Pernapasan



Sistem pernafasan yaitu suatu proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Oksigen akan berdifusi kedalam tubuh dari lingkungan, sebaliknya karbon dioksida dari dalam tubuh akan dikeluarkan kelingkungan. Proses ini biasanya terjadi dalam waktu bersamaan. Tujuan dari proses respirasi adalah menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Selain itu proses pernafasan bermanfaat untuk mengeluarkan zat-zat sisa berupa karbon dioksida dan uap air, agar kedua proses berlangsung dengan baik, dibutuhkan alat-alat pernafasan, alat pernafasan yang dimiliki oleh makhluk hidup berbeda-beda, semakin tinggi tingkatan makhluk hidup semakin komplek alat pernafasannya.
Alat pernafasan yang dimiliki oleh manusia terdiri atas hidung, pangkal tenggorok (laring), tenggorok (trakea), cabang tenggorok (brongkus), dan paru-paru (pulmo). Sedangkan alat pernafasan pada hewan berbeda-beda. Pada hewan tingkat tinggi umumnya setaraf dengan manusia, sedangkan hewan tingkat rendah alat pernafasannya masih sederhana. Setiap hewan mempunyai kebutuhan oksigen berbeda-beda, hal ini bergantung pada jenis dan aktivitas hidup setiap hewan tersebut.

1. Sistem Pernafasan Pada Manusia
Adapun alat-alat pernafasan pada manusia yaitu :
a.       Rongga hidung
Didalam rongga hidung, udara yang mengandung oksigen dan beberapa gas lainnya mengalami penyaringan oleh rambut-rambut hidung. Selain itu ada proses penyesuaian suhu dan kelembapan udara agar sesuai dengan suhu dan kelembapan di dalam tubuh. Kemudian, udara bergerak mengalir kedalam pangkal tenggorok.
b.      Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok (laring) merupakan saluran pernafasan yang tersusun atas katup tulang rawan berbentuk cincin. Katup ditulang rawan itu tersusun membentuk jakun. Pada laki-laki jakun itu tampak jelas berupa penonjolan pada leher, sedangkan pada wanita tidak tampak. Pada jakun terdapat pita suara. Pada saat berbicara, udara mengalir melalui jakun sehingga menggetarkan pita suara, getaran pita suara itu menyebabkan terjadinya suara
c.       Tenggorok
Dinding batang tenggorok (trakea) dan dinding bronkus (cabang batang tenggorok) terdiri atas tiga lapisan sel yaitu : lapisan epithelium (bersilia dan berlendir), lapisan tulang rawan dengan otot polos, dan lapisan terluar jaringan pengikat. Trakea terletak didaerah leher didepan kerongkongan (osofagus). Trakea merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan. Bagian pangkal selalu dalam keadaan terbuka. Di daerah dada, trakea bercabang dua ; satu kekiri dan satu kekanan, yang disebut bronkus (cabang batang tenggorok). Tempat percabangan ini disebut bisurkasi.
d.      Cabang tenggorok
Udara yang mengalir melalui tenggorok, selanjutnya diteruskan ke saluran pernafasan berikutnya, yaitu percabangan tenggorok disebut bronkus. Bronkus terdiri atas dua cabang, yaitu bronkus kiri yang menuju gelambir paru-paru sebelah kiri dan bronkus kanan menuju gelambir paru-paru sebelah kanan. Bronkus tersusun dari tulang-tulang rawan berbentuk gelang atau cincin.
Udara yang mengalir masuk kedalam bronkus selanjutnya mengalir menuju saluran pernafasan, yaitu bronkiolus. Udara dari bronkiolus menuju cabang bronkus gelembung paru-paru (alveolus)
e.       Paru-paru
Pada manusia terdapat satu pasang paru-paru (pulmo). Pada paru-paru kiri terdapat dua gelambir dan paru-paru kanan tiga gelambir. Paru-paru terletak disebelah kiri dan kanan rongga dada. Paru-paru dilapisi oleh selaput pembungkus disebut pleura. Jika pada selaput pleura terjadi luka dan infeksi, akan timbul penyakit yang disebut pleuritis. Proses pernafasan menyebabkan keluarnya karbon dioksida dan masuknya oksigen kedalam tubuh ketika bernafas disebabkan oleh perbedaan tekanan antara udara diluar dan didalam paru-paru. Proses pernafasan dibedakan menjadi pernafasan dada dan pernafasan perut.
1)      Pernafasan dada
Ketika rongga dada membesar, paru-paru mengembang sehingga tekanan  rongga dada mengecil. Pada saat paru-paru mengembang, tekanan paru-paru juga mengecil, mengecilnya tekanan udara di paru-paru mengakibatkan udara masuk, berlangsungnya proses pengambilan udara ini disebut inspirasi. Sebaliknya, ketika kamu mengeluarkan nafas, tulang dada dan tulang rusuk turun kedalam semula. Proses pembuangan udara disebut ekspirasi.
2)      Pernafasan perut
Pernafasan perut terjadi karena adanya kontraksi otot-otot yang melekat pada diagfragma dan otot-otot yang terdapat pada dinding rongga perut. Apabila otot diafragma mengendur, bentuk diagfragma akan melengkung kearah rongga dada. Adapun pada saat otot diafragma berkontraksi maka diafragma keadaannya mendatar. Apabila berelaksasi atau mengendur, diafragma akan melengkung kearah rongga dada dan mencembung sehingga menimbulkan desakan ke paru-paru. Hal ini mengakibatkan rongga dada dan paru-paru menjadi kecil dan udara di dalam paru-paru dihembuskan keluar.
2. Sistem Pernapasan Pada Hewan
Adapun alat-alat pernapasan pada hewan yaitu :
a.       Sistem pernapasan pada insecta
Insecta (serangga) bernapas dengan menggunakan tabung udara yang disebut trakea. Udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui lubang-lubang kecil pada eksoskeleton yang disebut stigma atau spirakel. Pada insect, oksigen tidak diedarkan melalui darah, tetapi melalui trakea.
Pada belalang misalnya, keluar masuknya udara kedalam trakea diatur oleh kontraksi otot perut. Ketika otot kendur, volume perut normal dan udara masuk. Ketika otot berkontraksi volume perut mengecil sehingga udara keluar. Udara masuk melalui empat pasang stigma depan dan keluar melalui enam pasang stigma abdomen. Dengan demikian, udara yang miskin O2 tidak bercampur dengan udara kaya O2 yang masuk.
b.      Sistem Pernapasan pada ikan
Ikan bernapas dengan insang yang terdapat disisi kanan dan kiri kepala, selain berfungsi sebagai alat pernapasan, insang juga berfungsi sebagai alat eksresi dan transportasi garam-garam. Oksigen dalam air akan berdifusi kedalam sel-sel insang.
1.      Tutup insang (operculum) hanya terdapat pada ikan bertulang sejati. Operculum berfungsi melindungi bagian kepala dan mengatur mekanisme aliran air sewaktu bernapas.
2.      Membran brankiostega (selaput tipis ditepi operculum) berfungsi sebagai katup pada waktu air masuk kedalam rongga mulut
3.      Lengkung insang (arkus brankalis)
4.      Lembaran (filament) insang
5.      Saringan insang (tapis insang), berfungsi untuk menjaga agar tidak ada benda asing yang masuk kedalam rongga insang.
c.       Sistem pernapasan pada amphibian
Alat pernapasan pada amphibian, misalnya katak, berupa paru-parum kulit, dan insang pada stadium larva (berudu), hewan ini bernafas dengan insang luar. Insang luar berupa tiga pasang lipatan kulit yang banyak mengandung pembuluh kapiler darah. Oksigen yang larut dalam air disekeliling insang berdifusi kedalam kapiler-kapiler dan beredar ke seluruh jaringan tubuh. Karbon dioksida dibawa kembali oleh darah kealat parnapasan untuk dikeluarkan dari tubuh. Paru-paru katak berjumlah sepasang. Struktur paru-paru berupa kantong tipis yang elastic, dilengkapi dengan lipatan-lipatan pada permukaan dinding dalamnya yang berguna untuk memperluas permukaan.
Pernapasan dengan kulit berlangsung sewaktu didarat dan diair kulit katak selalu basah agar dapat berdifusi sebagai alat pernapasan.
d.      Sistem pernapasan pada burung
Alat pernapasan pada burung adalah paru-paru, ukuran paru-paru relative kecil dibandingkan ukuran tubuh burung. Paru-paru burung terbentuk oleh bronkus primer, bronkus sekunder dan pembuluh bronkiolus.
Berturut-turut dari luar kedalam, susunan alat pernapasan burung adalah :
a)      Lubang hidung
b)      Celah tekak pada dasar taring, berhubungan dengan trakea
c)      Trakea berupa pipa dengan penebalan tulang rawan berbentuk cincin sepanjang trakea
d)     Siring (alat suara) terletak di bagian bawah trakea.
e)      Bifurkasi trakea, yaitu percabangan trakea menjadi dua bronkus kanan dan kiri
f)       Bronkus (cabang trakea), terletak diantara siring dan paru-paru
g)      Paru-paru dan selaput pembungkus paru-paru yang disebut pleura.

Gambar 1. Sistem Pernapasan Pada Manusia


















Pengertian Pembelajaran Diskusi Kelompok



Metode diskusi kelompok adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama, yang merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang menanut teori konstruktivisme. Menurut teori belajar konstruktivisme, dalam proses perolehan pengetahuan, siswa harus mengkonstruksi sendiri  pengetahuan-pengetahuan itu melalui interaksi antara siswa dengan siswa lain dan siswa dengan guru. "Tradisi konstruktivisme tidak hanya sebagai aktivitas individu tetapi sebagai interaksi satu dengan yang lain, berupa interaksi dalam kelas. Ketika siswa memperhatikan penyelesaian siswa lain dan berusaha menggunakannya, serta mempertanyakannya, maka kemampuan untuk merefleksi serta menyusun kembali pemahaman menjadi meningkat, akibatnya belajar menjadi bermakna.
Metode diskusi kelompok yang menekankan pada interaksi antara siswa dengan orang lain diskusi kelompok merupakan metode belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil, saling membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran, memriksa dan memperbaiki jawaban teman, serta kegiatan lainnya dengan tujuan untuk mencapai prestasi belajar yang gemilang:
Pembelajar diskusi kelompok yaitu pembelajaran yang melibatkan unsur-unsur siswa itu sendiri, sehingga siswa dapatr berinteraksi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang sulit. Pembelajaran diskusi kelompok merupakan cara proses belajar siswa yang dalam satu kelompok setiap individu saling membantu terhadap yang lain dalam kelompoknya sehingga tercapai tujuan bersama.

Berkaitan dengan hal tersebut bahwa "Dalam pembelajaran diskusi kelompok terdiri dari 5 sampai 20 orang dengan jenis kelamin yang berbeda, tingkat kemampuan yang berbeda pula. Siswa dapat menerima informasi dengan cepat bila melakukan sendiri secara langsung".
Ada beberapa hal yang perlu dipenuhi dalam metode diskusi kelompok agar lebih menjamin para siswa belajar secara aktif. Hal tersebut meliputi :
1.      Para siswa yang bergabung dalam suatu kelompok harus merasa bahwa mereka adalah bagian dari sebuah team yang mempunyai tujuan bersama yang harus dicapai.
2.      Para siswa yang bergabung dalam suatu kelompok harus menyadari bahwa masalah yang mereka hadapi adalah masalah kelompok dan akan menjadi tanggung jawab bersama oleh seluruh anggota itu.
3.      Untuk mencapai hal yang maksimum para siswa bergabung dalam kelompok itu harus berbicara satu sama lain dalam mendiskusikan masalah yang dihadapi bahwa setiap pekerjaan siswa mempunyai akibat langsung kepada keberhasilan kelompoknya.