Saturday, 23 February 2013
Kepatuhan
13:49
No comments
Kepatuhan
adalah suatu ketaatan dan kesadaran dalam melaksanakan suatu peraturan. dalam
hal ini ada suatu asumsi yang mengatakan bahwa kepatuhan senantiasa tergantung
pada kesadaran. sebab sebagaimana dikatakan bahwa orang akan mudah tumbuh
kepatuhan kalau ia menyadarinya. Demikian juga orang akan patuh atau taat
kalau ia memahaminya sehingga kesanggupan untyuk mematuhi itu secara logis akan
diikuti olah kemampuan untuk memahaminya (Soemitro, 2000).
Kepatuhan
adalah suatu tindakan atau perbuatan bersedia pengambilan obat sesuai dengan
jadwal yang telah ditetapkan. Kepatuhan seorang penderita adalah sadar resiko
kesehatan pribadi dan prosedur kepatuhan, mau dan mampu melaksanakan
kegiatan-kegiatan untuk mengurangi bahaya kesehatan. (Depkes RI, 2003)
Kepatuhan diet dibagi menjadi 2 katagori
yaitu (Arikunto, 2002)
a.
Patuh, jika jawaban responden benar ≥ 50%
b.
Tidak patuh, Jika jawaban Responden benar < 50%.
Diet Diabetes Melitus
13:47
No comments
Prinsip penanganan termasuk
perencanaan makan dan excercise pada Diabetes Melitus Tipe 11 sama
seperti pada Diabetes Melitus Tipe I, kecuali pemberian insulin yang mutlak
diperlukan pada diabetes tipe I. Menurut konsensus Perkeni 2002, pasien dengan
diabetes yang terkendali baik akan memiliki kadar gula puasa 80-109 mg%, kadar
gula dua jam sesudah makan 80- 114 mg% dengan persentase Alc <6,5. Selain mengontrol kadar
gula secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi
kunci sukses pengelolaan diabetes
(Indomedia, 2009)
Pasien-pasien
DM tipe 11 dengan disertai dislipidemia (hipertrigliseridemia) dapat diterapkan
alternatif diet rendah HA, tinggi lemak tak jenuh,tinggi serat, (Hypo Allergenic) HA yang
dipilih dalam diet ini adalah HA kompleks yang banyak, terdapat dalam biji-bijian
serta sereal yang utuh, jagung, umbi-umbian, sayuran dan buah yang, rendah
kalori, dan camilan seperti cincau, agar-agar, rumput laut dan sebagainya. Monosakarida
(glukosa, fruktosa) dan disakarida (sukrosa) yang tinggi akan memberikan indeks
glikemik yang tinggi pula, maka penggunaan hidratarang, sederhana tersebut
hanya bisa dibatasi dalam makanan seperti hidangan sayuran dan tidak dianjurkan
dalam minuman. Monosakarida dan disakarida tersebut terutama terdapat di dalam
makanan camilan dan minuman yang manis dan buah‑buahan yang rasanya manis seperti mangga, jeruk, nanas, sawo,
rambutan, durian, nangka, anggur dan sebagainya (Indomedia,
2009)
Faktor-faktor
yang mempengaruhi keberhasilan terapi sangat banyak. Kepatuhan adalah istilah
yang menggambarkan penggunaan obat sesuai dengan petunjuk mencakup waktu dan
pembatasan makanan yang berlaku. Dalam upaya mencegah timbulnya komplikasi pada
penderita DM perlu adanya pengendalian diabetes yang baik dengan cara menjaga
kadar gula darah mendekati normal atau dalam kisaran normal, salah satu cara
yang dapat dilakukan adalah patuh dalam menjalankan terapi diet (Puspita,
2007)
Perilaku
klien yang tidak mendukung kesehatan dapat diubah menjadi perilaku yang taat
dalam menjalani diet, bila klien sudah mengetahui manfaat dari diet diabetes
mellitus maka akan timbul kesadaran dari dalam dirinya untuk melaksanakan diit
diabetes mellitus tersebut, perilaku seseorang untuk taat dalam menjadi diet
salah satunya berhubungan dengan sejauhmana penyuluhan kesehatan yang diberikan
oleh perawat mengenai pengetahuan dan keterampilan bagi pasien Diabetes melitus
yang bertujuan untuk menunjang perilaku dalam meningkatkan dalam pemahaman
tentang dietnya sehingga pada gilirannya nanti kompilkasi diabetes melitus
dapat dicegah. Peran perawat dalam perubahan perilaku klien Diabetes Melitus
adalah sebagai edukator dan konselor yang dapat memberikan pendidikan kesehatan
tentang diet Diabetes Melitus tipe II pada klien agar mau melakukan perubahan
pada pola makannya dari yang tidak teratur menjadi diet yang terencana
pendidikan kesehatan dapat dilakukan dipoli klinik atau diruang perawatan
penyakit dalam.
Tujuan Diet Diabetes adalah yang fundamental dalam mengkontrol diabetes
militus dan baiknya dikombinakan dengan gaja hidup yang sehat. Obat yang sesuai
dan kontrol berat badan. Pada prinsipnya penderita diabetes dapat mengkonsumsi
segala jenis makanan yang tersedia. Namun menjaga kesesuaiannya dengan progran diet yang dianjurkan oleh
dokter (Ami, 2009)
Tujuan diet
penderita diabetes militus adalah:
a.
Menjaga kadar glukosa darah senormal mungkin. Glukosa
darah antar 6-7% puasa dan sebelum makan kadar glukosa dalam darah 90-130 ng/dl
2 jam setelah mulai makan < 180 mg/dl.
b.
Mencapai tingkat level yang optimal. Kolestrol darah LDL
(Low Density Lipoprotein) dibawah 100 mg/dl-HDL (High Density lipoprotein)
diatas 40 mg/dl Menyediakan kalori yang sepadan.
c.
Menyediakan kalori yang sepadan untuk memonitor dan
mempertahankan berat badan yang tepat bagi orang dewasa, untuk pertumbuhan dan
perkembangan anak-anak yang normal, untuk kebutuhan selama masa kehamilan dan
laktasi.:
d.
Pencegahan dan perawatan komplikasi akut diabetes yang
diobati dengan insulin, hypoglicemia, penyakit jangka pendek
e.
Pencegahan dan perawatan komplikasi jangka panjang
diabetes.
f.
Peningkatan kesehatan secara umum melalui gizi yang
obtimal.
Konsep Diabetes Melitus
13:44
No comments
Diabetes
Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis yang progresif yang disebabkan
oleh karena adanya gangguan sekresi insulin dan atau adanya resistensi insulin.
Pada dasarnya diabetes melitus disebabkan oleh hormon insulin penderita yang
tidak mencukupi (kuantitas) atau tidak efektif dan tidak dapat bekerja normal
(kualitas). Pada beberapa tahun belakangan ini, prevalensi penderita diabetes
melitus dari tahun ketahun semakin lama semakin meningkat. Bahkan umur saat
didiagnosa DM pertama kali juga semakin muda (semakin mengarah ke usia
produktif bahkan banyak juga pada usia sekolah) dan tentunya ini akan sangat
mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Modalitas yang ada pada
penatalaksanaan diabetes melitus terdiri dari; pertama terapi nonfarmakologis
yang meliputi perubahan gaya hidup dengan melakukan pengaturan pola makan yang
dikenal sebagai terapi gizi medis, maningkatkan aktivitas jasmani dan edukasi
berbagai masalah yang berkaitan dengan penyakit diabetes yang dilakukan secara
terus menerus, kedua terapi farmakologis yang meliputi pemberian obat antidiabetes
oral dan injeksi insulin (Puspita, 2007)
2.1.2. Penyebab
Diabetes Melitus
Insulin dependent diabetes millitus (IDDM) atau diabetes militus
tergantung
insulin (DMTI) disebabkan oleh β pulau langerhans akibat proses autoimun.
Sedangkan non insulin dependent diabetes militus (NIDDM) atau diabetes militus
tidak tergantung insulin (DMTTI) disebabkan kegagalan relatifsel β dan
resistensi insulin. Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk
merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan menghambat produksi
glukosa oleh hati. Sel β tidak mampu mengimbangi resistensi insulin ini
sepenuhnya. Artinya terjadi defisiensi relatif insulin. Ketidakmampuan ini
terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa bersama
bahan perangsang sekresi insulin lain. Berarti sel β pankreas mengalami desensitisasi
terhadap glukosa (Mansjoer, 2001).
Diabetes militus adalah suatu kondisi metabolik dimana tubuh tidak dapat
mempertahankan kadar gula dalam darah yang kronis dan memicu anggiopati dan
menyebabkan kecacatan, jika tidak ditangani dengan baik dengan cepat. Kecacatan
karena rusaknya pembuluh darah kecil pada mata mengakibatkan gangguan
penglihatan yang serius menyebabkan daya penglihatan menjadi sangat lemah dan
kebutaan. Ini merupakan penyebab utama kebutaan pada lanjut usia. Penderita
gangguan penglihatan akan mengalami masalah. Kerusakan pembuluh arteri
mengakibatkan mionikrosis diabetikum, yang menambah resiko timpulnya ulkus
ganggren dan infeksi, dan akhirnya amputasi jika tidak ditangani dengan benar
(Ami, 2009).
2.1.3. Jenis Diabetes Melitus
Terdapat dua jenis penyakit diabetes yaitu tipe I diabetes yang tergantung
pada insulin (insulin dependen) Penyakit diabetes militus tipe II (non-insulin
dependen), diabetes yang tidak tergantung pada insulin, terjadi pada orang
dewasa, dan biasanya bisa dikontrol dengan diet, latihan olah raga, dan obat
anti diabetes. Meskipun demikian beberapa kasus juga perlu suntikan insulin
(Prayogo, 2005).
Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Militus Tipe II
13:40
No comments
Penyakit tidak menular selain disebabkan oleh gaya hidup yang sehat juga
karena konsumsi tembakau/rokok, pola makan yang tidak seimbang terutama
konsumsi buah dan sayur, kurang bergerak atau aktivitas fisik dan adanya
kondisi lingkungan yang tidak kondusif terhadap kesehatan (Interaktif, 2007).
Diabetes militus (DM) adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai
kelainan metabolisme akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai
komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah, disertai lesi
pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikkroskop elektron (Mansjoer,
2001).
Diabetes militus suatu gangguan
dari kelenjer pankreas, kelenjer pankreas adalah organ yang menghasilkan organ
yang menghasilkan kelenjer insulin. Menurut perkiraan medis diabetes militus
tidak dapat disembuhkan, tetapi hanya bisa di control dengan pengobatan seumur
hidup. Kalangan medis kedokteran mencatat bahwa penderita diabetes 25 kali
lebih mudah terserang kebutaan, 17 kali lebih mudah terserang penyakit ginjal
serta 2 kali lebih mudah terserang penyakit koroner. Terdapat dua jenis
penyakit diabetes. Tipe I diabetes yang tergantung pada insulin (Insulin
dependen), terjadi pada anak-anak, dan pengobatan memerlukan suntikan insulin.
Tipe II (non-insulin dependen) diabetes yang tidak tergantung pada insulin
biasanya terjadi pada orang dewasa, dan biasanya bisa dikontrol dengan diet (Proyogo
Utoma, 2005).
Kepatuhan
merupakan ketaatan seseorang dalam melasanakan sesuatu kegiatan yang telah ditentukan, juga suatu dorongan dari
dalam diri seseorang untuk mematuhi atau menuruti apa yang
sudah di perintahkan (George Boeree, 2008). Pada prakteknya kepatuhan
didefinisikan sebagai tingkat pasien melaksanakan cara pengobatan dan perilaku
yang disarankan oleh dokter atau paramedis, sebagaimana ketetentuan yang
disarankan pada penderita diabetes mellitus, masih banyak pasien diabetes
mellitus yang mengalami kegagalan dalam pengobatan, hal ini dapat
disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya tidak menjalani diit dengan baik.
Komplikasi dari penyakit diabetes militus dapat timbul oleh
karena ketidak patuhan pasien dalam menjalankan program terapi adalah
sebagai berikut, pengaturan diit. olah raga, dan penggunaan obat-obatan. Pada pasien
yang dirawat di Rumah Sakit, pengontrolan kadar gula
darah dilakukan setiap pagi hari, disini pada pasien yang sudah teratur dengan
pola terapi dan diit akan terlihat stabil tetapi pada pasien yang tidak teratur dengan terapi dan
diit pada pagi hari akan ada peningkatan kadar gula darah (Tjokroprawiro,2003)
Diet merupakan
kebiasaan dalam jumlah dan jenis makanan dan minuman yang dimakan seseorang dari hari kehari, terutama makanan yang telah
dirancang untuk memperbaiki kebutuhan individu yang spesifik mencakup atau
tidak mencakup makanan tertentu. Diet diabetik merupakan diet yang dianjurkan
bagi penderita diabites biasanya terbatas jumlah gulanya atau karbohidrat yang
mudah diserap (Dorland,
2012).
Selain mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan
diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses pengelolaaan
diabetes. Dalam hal makanan misalnya, penderita diabetes harus memperhatikan
takaran karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh dari
zat ini. Menurut ahli gizi dari SEAMEO-Tropmed UI, ada dua golongan karbohidrat
yakni jenis kompleks dan jenis sederhana. Yang pertama mempunyai ikatan kimiawi
lebih dari satu rantai glukosa sedangkan yang lain hanya satu. Di dalam tubuh
karbohidrat kompleks seperti dalam roti atau nasi, harus diurai menjadi rantai
tunggal dulu sebelum diserap ke dalam aliran darah. Sebaliknya, karbohidrat
sederhana seperti es krim, jeli, selai, sirup, minuman ringan, dan permen,
langsung masuk ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah langsung melejit (Selamihardja, 2005)
Pada tahun 2003 ada lebih dari
150 juta kasus diabetes didunia, dan jumlah ini akan meningkat dua kali lipat
pada tahun 2025 (WHO, 2006). Pada tahun 2003 pasien diabetes di Indonesia
berjumlah sekitar 12 juta orang. Berdasarkan penelitian Dokter Krisna tahun
2006 ditemukan bahwa diantara 2606 pasien klinik internis FK Unsyiah/BPK RSUZA
Banda Aceh dari Juni 2005 hingga maret 2006, terdapat 900 pasien atau 35 %
didiagnosa sebagai penderita Diabetes militus Type II atau disebut juga Non
Insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM) (Ami, 2008).
Di Indonesia dari seluruh populasi
kurang lebih 90% hingga 95% pasien mengalami DM tipe II, Ketidakpatuhan pasien
terhadap diet merupakan salah satu kendala dalam terapi DM, Konsumsi makanan
alami yang berserat sangat dianjurkan dan mematuhi terapi diet dengan 3J (tepat jadwal, tepat jumlah, tepat
jenis) (Tjokroprawiro,2003).
Diabetes militus tidak membutuhkan makanan spesial
diabetes atau deatetis. Pemilihan makanan dari semua golongan makanan adalah
cara terbaik untuk mendapatkan gizi yang dibutuhkan untuk dapat hidup dengan
sehat (Ami, 2008).
Subscribe to:
Posts (Atom)










