This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, 13 February 2013

ASI Eksklusif



ASI eksklusif dikatakan sebagai pemberian ASI secara eksklusif saja, tanpa tambahan cairan seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim.
ASI eksklusif (menurut WHO) adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun.lie.web.id
     Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dianjurkan oleh pedoman internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, keluarga maupun negara. Menurut penelitian yang dilakukan di Dhaka pada 1667 bayi selama 12 bulan. ASI eksklusif dapat menurunkan resiko kematian akibat infeksi saluran nafas akut dan diare.lie
     WHO dan UNICEF merekomendasikan kepada para ibu, bila memungkinkan memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan dengan menerapkan:
  1. Inisiasi menyusu dini selama 1 jam setelah kelahiran bayi.
  2. ASI eksklusif diberikan pada bayi hanya ASI saja tanpa makanan tambahan atau minuman.
  3. ASI diberikan secara on demand atau sesuai kebutuhan bayi, setiap hari setiap malam.
  4. ASI diberikan tidak menggunakan botol, cangkir maupun dot.
    Bagi ibu yang bekerja, menyusui tidak perlu dihentikan. Ibu bekerja harus tetap memberikan ASInya dan jika memungkinkan bayi dapat dibawa di tempat kerja. Apabila tidak memungkinkan, ASI dapat diperah kemudian disimpan.lie e.web.id
Komposisi ASI Eklusif  menurut suherni adalah :
a.       Kolostrum
Kolostrum adalah susu awal yang diproduksi oleh ibu yang baru melahirkan yakni dihasilkan dalam waktu 24 jam pertama setelah melahirkan.
b.      ASI Transisi
ASI peralihan adalah ASIyaang keluar setelah kolostrum sampai dengan sebelum menjadi ASI matang.
c.       ASI Matang(Mature)
ASI Matang (Mature) adalah ASI yang dikeluarkan kira-kira pada hari ke -14 dan seterusnya. Komposisinya relatife konstan
d.      Perbedaan ASI dariwaktu ke waktu dari menit kemenit
ASI yang keluar pada 5 menit pertama dinamakan Foremilk.


e.       Lemak ASI nutrisi ajaib untuk kesehatan dan otak bayi
Lemak ASI kadarnya bisa berubah-ubah dengan sendirinya menyesuaikan dengan jumlah kalori yang dibutuhkan oleh bayi yang sedang tumbuh
f.        Lemak ikatan panjang dibutuhkan otak
ASI mengandung lemak ikatan panjang, justru sebagai lemak utama, yakni omega 3, omega-6, DHA, arachidonic acid.
g.      Kolesterol meningkatkan pertumbuhan otak
Kolesterol merupakan salah satu komponen bahan yang digunakan untuk pertumbuhan otak.
h.      Karbhidrat ASI juga untuk nutrisi otak
i.        Protein ASI
j.        Lysosyme
Adalah protein lain lagi yang masuk kedalam kelompok antibiotic alami di dalam ASI.
k.      ASI member zat kekebalan
l.        Leukosit ASI
m.    Immunoglobulin atau antibiotic alami dalam ASI
n.      Imunisasi aktif ASI dan pasif oleh ASI
o.      Vitamin dan mineral dalam ASI

Fisiologi Menyusui



Pembentukan payudara dimulai sejak embrio berusia 18-19 minggu, dan berakhir ketika mulai menstruasi. Hormon yang berperan adalah hormon esterogen dan progesteron yang membantu maturasi alveoli. Sedangkan hormon prolaktin berfungsi untuk produksi ASI Pengeluaran ASI.
Selama kehamilan hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI belum keluar karena pengaruh hormon estrogen yang masih tinggi. Kadar estrogen dan progesteron akan menurun pada saat hari kedua atau ketiga pasca persalinan, sehingga terjadi sekresi ASI. Pada proses laktasi terdapat dua reflek yang berperan, yaitu refleks prolaktin dan refleks aliran yang timbul akibat perangsangan puting susu dikarenakan isapan bayi.
1.      RefleksProlaktin
Akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan untuk membuat kolostrum, tetapi jumlah kolostrum terbatas dikarenakan aktivitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan progesteron yang masih tinggi. Pasca persalinan, yaitu saat lepasnya plasenta dan berkurangnya fungsi korpus luteum maka estrogen dan progesteron juga berkurang.
Hisapan bayi akan merangsang puting susu dan kalang payudara, karena ujung-ujung saraf sensoris yang berfungsi sebagai reseptor mekanik.
Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus melalui medulla spinalis hipotalamus dan akan menekan pengeluaran faktor penghambat sekresi prolaktin dan sebaliknya merangsang pengeluaran faktor pemacu sekresi prolaktin.
Faktor pemacu sekresi prolaktin akan merangsang hipofise anterior sehingga keluar prolaktin.
Hormon ini merangsang sel-sel alveoli yang berfungsi untuk membuat air susu. Kadar prolaktin pada ibu menyusui akan menjadi normal 3 bulan setelah melahirkan sampai penyapihan anak dan pada saat tersebut tidak akan ada peningkatan prolaktin walau ada isapan bayi, namun pengeluaran air susu tetap berlangsung. Pada ibu nifas yang tidak menyusui, kadar prolaktin akan menjadi normal pada minggu ke 2 – 3. Sedangkan pada ibu menyusui prolaktin akan meningkat dalam keadaan seperti: stress atau pengaruh psikis, anastesi, operasi dan rangsangan puting susu
2.      Refleks aliran (let down reflek).
Bersamaan dengan pembentukan prolaktin oleh hipofise anterior, rangsangan yang berasal dari isapan bayi dilanjutkan ke hipofise posterior (neurohipofise) yang kemudian dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah, hormon ini menuju uterus sehingga menimbulkan kontraksi. Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang telah terbuat, keluar dari alveoli dan masuk ke sistem duktus dan selanjutnya mengalir melalui duktus lactiferus masuk ke mulut bayi.
Faktor-faktor yang meningkatkan let down adalah: melihat bayi, mendengarkan suara bayi, mencium bayi, memikirkan untuk menyusui bayi. Faktor-faktor yang menghambat reflek let down adalah stress, seperti: keadaan bingung/ pikiran kacau, takut dan cemas.
Refleks yang penting dalam mekanisme hisapan bayi
  1. Refleks menangkap (rooting refleks)
  2. Refleks menghisap
  3. Refleks menelan
a.      Refleks Menangkap (Rooting Refleks)
Timbul saat bayi baru lahir tersentuh pipinya, dan bayi akan menoleh ke arah sentuhan. Bibir bayi dirangsang dengan papilla mamae, maka bayi akan membuka mulut dan berusaha menangkap puting susu.
b.      Refleks Menghisap (Sucking Refleks)
Refleks ini timbul apabila langit-langit mulut bayi tersentuh oleh puting. Agar puting mencapai palatum, maka sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi. Dengan demikian sinus laktiferus yang berada di bawah areola, tertekan antara gusi, lidah dan palatum sehingga ASI keluar.
c.       Refleks Menelan (Swallowing Refleks)
Refleks ini timbul apabila mulut bayi terisi oleh ASI, maka ia akan menelannya.
Apabila bayi disusui, maka gerakan menghisap yang berirama akan menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat pada glandula pituitaria posterior, sehingga keluar hormon oksitosin. Hal ini menyebabkan sel-sel miopitel di sekitar alveoli akan berkontraksi dan mendorong ASI masuk dalam pembuluh ampula. Pengeluaran oksitosin selain dipengaruhi oleh isapan bayi, juga oleh reseptor yang terletak pada duktus. Bila duktus melebar, maka secara reflektoris oksitosin dikeluarkan oleh hipofisis.

A.    Manfaat pemberian ASI Eklusif
1.      Manfaat ASI Bagi Bayi
a.    ASI sebagai nutrisi.
b.   Makanan "terlengkap" untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup mengandung zat gizi yang diperlukan untuk 6 bulan pertama.
c.     Mengandung antibodi (terutama kolostrum) yang melindungi terhadap penyakit terutama diare dan gangguan pernapasan.
d.   Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi yang diberi ASI Ekslusif akan lebih cepat bisa jalan.
e.    Meningkatkan jalinan kasih sayang
f.    Selalu siap tersedia, dan dalam suhu yang sesuai.
g.   Mudah dicerna dan zat gizi mudah diserap.
h.   Melindungi terhadap alergi karena tidak mengandung zat yang dapat menimbulkan alergi.

2.   Manfaat ASI Bagi Ibu
a.    Mengurangi Pendarahan Setelah Melahirkan.
b.   Menjarangkan Kehamilan.
c.    Menempelkan segera bayi pada payudara membantu pengeluaran plasenta karena hisapan bayi merangsang kontraksi rahim, karena itu menurunkan resiko pendarahan pasca persalinan
d.    Memberikan ASI segera (dalam waktu 60 menit), membantu meningkatkan produksi ASI dan proses laktasi.
e.     Hisapan puting yang segera dan sering membantu mencegah payudara bengkak.
f.    Pemberian ASI membantu mengurangi beban kerja ibu karena ASI tersedia kapan dan dimana saja. ASI selalu bersih sehat dan tersedia dalam suhu yang cocok.
g.   Pemberian ASI ekonomis/murah.
h.   Menurunkan resiko kanker payudara.
i.     Aspek Psikologis

Dukungan Keluarga terhadap pemberian asi eksklusif



Dukungan adalah suatu bentuk dorongan/semangat yang diberikan baik berupa bantuan fisik maupun mental yang diberikan oleh orang-orang terdekat seperti suami dan keluarga dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan/memecahkan masalah yang dihadapi.
Dukungan keluarga adalah dorongan atau perhatian yang diberikan dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan atau adopsi, berinteraksi satu sama lain dalam perannya dan menciptakan dan mempertahankan suatu kebudayaan.
Dukungan keluarga merupakan andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Jika seluruh keluarga mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan memperhatikan dukungannya dalam berbagai hal, ibu hamil pun akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan, persalinan dan masa nifas.
1.      Konsep Keluarga
Keluarga adalah hubungan darah yang merupakan suatu kesatuan sosial yang diikat oleh hubungan darah antara satu dengan yang lainnya. Keluarga adalah sekumpulan orang yang hidup bersama dalam tempat tinggal bersama dari masing-masing anggota merasakan adanya pertautan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi saling memperhatikan dan saling menyerahkan diri. Keluarga adalah persekutuan hidup yang dijalin oleh kasih saying antara pasangan dua jenis manusia yang dikukuhkan dengan pernikahan yang bermaksud untuk saling menyempurnakan diri.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap, dan keadaan saling tergantung. Secara prinsip keluarga adalah unit terkecil masyarakat, terdiri atas dua orang atau lebih, adanya perkawinan dan pertalian darah, hidup dalam satu atap rumah tangga, dibawah asuahan seorang kepala rumah tangga, berinteraksi di antara sesama anggota keluarga, setiap anggota mempunyai peran masing-masing, menciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan.
Keluarga yang rukun dan mengerti tentang arti hidup sehat akan memberikan dukungan penuh kepada anggota keluarga bila menderita sakit. Salah satu bentuk dukungan keluarga adalah dengan menganjurkan dan membawa anggota keluarga berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan dan memberikan perawatan sendiri dirumah .
Keluarga yang sehat akan mencoba mencari jalan untuk membantu mencapai potensi kesehatan yang lebih tinggi. Pendekatan yang menyenangkan dari orang yang berarti dalam lingkungan yang simpatik dan bersahabat akan membawanya kepada pembinaan emosi sehingga dapat meningkatkan motivasi dan keinginan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan. Dorongan dan ajaran dari orang dekat dan anggota keluarga untuk mendapatkan jasa pelayanan kesehatan.
2.      Tipe Keluarga
a.       Keluarga inti, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami, istri dan anak (anak kandung)
b.      Keluarga besar, yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan darah, misalnya kakek, nenek, paman dan bibi
c.       Keluarga “Dyad” yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri tanpa anak
d.      Single Parent, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak (kandung atau angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian
e.       Single adult, yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdiri dari seorang dewasa
f.       Keluarga usila, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri lanjut usia
Tipe keluarga dalam penelitian ini adalah keluarga inti yaitu keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak.
         Peran keluarga menggambarkan seperangkat perilaku internal, sifat,   kegiatan     yang berhubungan dengan individu dan posisi dan situasi tertentu. Peran individu dalam keluarga di dasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.

gambaran dukungan keluarga terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu menyusui



   Sebagaimana diketahui bahwa salah satu masalah gizi yang paling utama pada saat ini di Indonesia adalah kurang kalori, protein hal ini banyak ditemukan bayi dan anak yang masih kecil dan sudah mendapat adik lagi yang sering disebut “kesundulan” artinya terdorong lagi oleh kepala adiknya yang telah muncul dilahirkan. Keadaan ini karena anak dan bayi merupakan golongan rentan.
   Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Hal ini pertanda adanya perubahan sosial dan budaya yang negatif dipandang dari segi gizi.
Berdasarkan data WHO, cakupan ASI eksklusif masih rendah untuk negara berkembang dan negara miskin termasuk Indonesia. Berdasarkan penelitian, bayi dibawah usia 6 bulan yang tidak diberikan ASI mempunyai risiko lima kali lipat terhadap kesakitan dan kematian akibat diare dan pneumonia dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.
WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 4-6 bulan. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa memberikan cairan atau makanan padat lainnya kecuali vitamin, mineral atau obat dalam bentuk tetes atau sirup. Setiap tahunnya lebih dari 25.000 bayi Indonesia dan 1,3 juta bayi di seluruh dunia dapat diselamatkan dengan pemberian ASI eksklusif. Pentingnya kematian bayi ini untuk diturunkan, terkait dengan tujuan ke empat Millenium Development Goal “reduce infant mortality”. Angka kematian Bayi (AKB) Indonesia sekarang ini berada pada kisaran 30 per 1000 kelahiran hidup dan sekitar 5% kematiannya diakibatkan oleh penyakit infeksi yang terkait dengan rendahnya imunitas bayi.
Berdasarkan data terbaru Departemen Kesehatan, angka kematian bayi dan balita di Indonesia semakin meningkat. Setidaknya, tiap 6 menit bayi baru lahir di Indonesia meninggal. Dr. Utami Roesli SpA, dokter spesialis anak dari RS. St Carolus mengatakan angka kematian bayi dan balita yang tinggi itu, dapat ditekan dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan memberikan ASI ekslusif. Pasalnya, ASI memiliki kandungan "ajaib" yang tidak ada pada susu atau makanan apapun.
   Dalam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak dini yaitu sejak masih bayi, salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). Pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan kegiatan penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus di masa depan. Akhir-akhir ini sering dibicarakan tentang peningkatan penggunaan ASI.