This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, 28 April 2013

Konsep Imunisasi



       2.3.1. Pengertian
Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten.  Jadi Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan kekebalan dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh manuasia.  Sedangkan kebal adalah suatu keadaan dimana tubuh mempunyai daya kemampuan mengadakan pencegahan penyakit dalam rangka menghadapi serangan kuman tertentu.  Kebal atau resisten terhadap suatu penyakit belum tentu kebal terhadap penyakit lain.  (Depkes RI, 2004)
Dalam ilmu kedokteran, imunitas adalah suatu peristiwa mekanisme pertahanan tubuh terhadap invasi benda asing hingga terjadi interaksi antara tubuh dengan benda asing tersebut.  Adapun tujuan imunisasi adalah merangsang sistim imunologi tubuh untuk membentuk antibody spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).  (Depkes RI, 2004)
Departemen Kesehatan RI (2004), menyebutkan imunisasi adalah suatu usaha yang dilakukan dalam pemberian vaksin pada tubuh seseorang sehingga dapat menimbulkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.
Di Indonesia, program imunisasi telah dimulai sejak abad ke 19 untuk membasmi penyakit cacar di Pulau Jawa.  Kasus cacar terakhir di Indonesia ditemukan pada tahun 1972 dan pada tahun 1974 Indonesia secara resmi dinyatakan Negara bebas cacar.  Tahun 1977 sampai dengan tahun 1980 mulai diperkenal kan imunisasi BCG, DPT dan TT secara berturut-turut untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit-penyakit TBC anak, difteri, pertusis dan tetanus neonatorum.    (Depkes RI, 2006)
2.3.2. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif dan efisien dalam mencegah penyakit dan merupakan bagian kedokteran preventif yang mendapatkan prioritas.  Sampai saat ini ada tujuh penyakit infeksi pada anak yang dapat menyebabkan kematian dan cacat, walaupun sebagian anak dapat bertahan dan menjadi kebal.  Ketujuh penyakit tersebut dimasukkan pada program imunisasi yaitu penyakit tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak dan hepatitis-B (Depkes RI, 2006)


         a. Tuberkulosis
Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis).  Penyakit TBC ini dapat menyerang semua golongan umur dan diperkirakan terdapat 8 juta penduduk dunia diserang TB denga  kematian 3 juta orang per tahun.  Di negara-negara berkembang kematian ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya dapat diadakan pencegahan.  Diperkirakan 95% penderita TBC berada di Negara berkembang.
b. Difteri
Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae merangsang saluran pernafasan terutama terjadi pada balita.   Penyakit difteri mempunyai kasus kefatalan yang tinggi.  Pada penduduk yang belum divaksinasi ternyata anak yang berumur 1-5 tahun paling banyak diserang karena kekebalan (antibodi) yang diperolah dari ibunya hanya berumur satu tahun.
          c. Pertusis
Pertusis atau batuk rejan adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Bordotella pertusis pada saluran pernafasan.  Penyakit ini merupakan penyakit yang cukup serius pada bayi usia dini dan tidak jarang menimbulkan kamatian.  Seperti halnya penyakit infeksi saluran pernafasan akut lainnya, pertusis sangat mudah dan cepat penularannya.  Penyakit ini dapat merupakan salah satu penyebab tingginya angka kesakitan terutama di daerah yang padat penduduk.
          d. Tetanus       
Penyakit tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman bakteri Clostridium tetani.  Kejadian tetanus jarang dijumpai di negara yang telah berkembang tetapi masih banyak terdapat di negara yang sedang berkembang, terutama dengan masih seringnya kejadian tetanus pada bayi baru lahir (tetanus neonatorum).  Penyakit terjadi karena kuman Clostridium tetani memasuki tubuh bayi lahir melalui tali pusat yang kurang terawat.   Kejadian seperti ini sering kali ditemukan pada persalinan yang dilakukan oleh dukun kampong akibat memotong tali pusat memakai pisau atau sebilah bambu yang tidak steril.  Tali pusat mungkin pula dirawat dengan berbagai ramuan, abu, daun-daunan dan sebagainya.  Oleh karena itu, untuk mencegah kejadian tetanus neonatorum ini adalah dengan pemberian imunisasi.
e.   Poliomielitis
Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio.  Berdasarkan hasil surveilans AFP (Acute Flaccide Paralysis) dan pemeriksaan laboratorium, penyakit ini sejak tahun 1995 tidak ditemukan di Indonesia.   Namun kasus AFP ini dalam beberapa tahun terkahir kembali ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.
           f. Campak
Penyakit campak (Measles) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus campak, dan termasuk penyakit akut dan sangat menular, menyerang hampir semua anak kecil.  Penyebabnya virus dan menular melalui saluran pernafasan yang keluar saat penderita bernafas, batuk dan bersin (droplet).  Penyakit ini pada umumnya sangat dikenal oleh masyarakat terutama para ibu rumah tangga.  Dibeberapa daerah penyakit ini dikaitkan dengan nasib yang harus dialamai oleh semua anak, sedangkan di daerah lain dikaitkan dengan pertumbuhan anak.
          g. Hepatitis B
Penyakit hepatitis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B.   Penyakit ini masih merupakan satu masalah kesehatan di Indonesia karena prevalensinya cukup tinggi.  Prioritas pencegahan terhadap penyakit ini yaitu melalui pemberian imunisasi hepatitis pada bayi dan anak-anak.  Hal ini dimaksudkan agar mereka terlindungi dari penularan hepatitis B sedini mungkin dalam hidupnya.  Dengan demikian integrasi imunisasi Hepatitis B ke dalam imunisasi dasar pada kelompok bayi dan anak-anak merupakan langkah yang sangat diperlukan.

faktor-faktor penyebab ibu tidak lengkap memberikan imunisasi dasar pada bayi di desa



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Berlakang.
Kesehatan adalah sehat jasmani dan rohani dan terhindar dari tingkat keterbelakangan mental dan kecacatan fisik (Depkes RI. 2003). 
Tujuan dari pembangunan Kesehatan adalah terwujudnya derajat kesehatan yang optimal. Sasaran yang akan dicapai adalah meningkatkan kemandirian masyarakat untuk memelihara dan memperbaiki keadaan kesehatan, meningkatkan kemampuan masyarakat menjangkau palayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien, terciptanya lingkungan fisik dan sosial yang sehat, dan menurunnya prevalensi empat masalah gizi utama, khususnya pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak balita (Depkes RI. 2003). 
Indikator dalam mengukur derajat kesehatan masyarakat diantaranya adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Hal ini disebabkan karena ibu dan bayi merupakan kelompok yang mempunyai tingkat resiko yang besar terhadap penyakit dan kematian (Depkes RI, 2005).
Angka Kematian Bayi di Indonesia tahun 2010 adalah 34/1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita 46/1000 anak balita (Profil Kesehatan Indonesia 2010). Data profil kesehatan propinsi NAD 2009. menunjukan angka kematian bayi sebesar 16/1.000 kelahiran hidup, sedangkan di Kabupaten Pidie sebesar 14/1.000 kelahiran hidup.  
Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) merupakan salah satu penyebab kematian bayi dan balita di Indonesia. Oleh karena itu, Depkes menganjurkan agar semua anak sebelum berusia satu tahun telah mendapatkan imunisasi lengkap yaitu satu kali imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guarine), tiga kali imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus), empat kali imunisasi polio dan satu kali imunisasi campak serta 3 kali imunisasi Hepatitis B (Depkes RI, 2006)
Kekebalan aktif terjadi sebagai akibat stimulasi sitem imunologi yang menghasilkan antigen spesifik humoral (antibody) dan kekebalan seluler. Tidak seperti kekebalan pasif, kekebalan aktif biasanya dapat bertahan untuk beberapa yahun dan sering sampai seumur hidup (Handerson, 2003)
Salah satu cara untuk mendapatkan kekebalan aktif adalah bila seseorang menderita sesuatu penyakit. Secara umum dapat dikatakan, setelah seseorang sembuh dari suatu penyakit mereka menjadi kebal terhadap penyakit tersebut sampai seumur hidup. Perlindungan yang menetap untuk beberapa tahun sesudah infeksi dikenal sebagai memori kekebalan. Setelah adanya paparan antigen terhadap system kekebalan, sel limfosit (sel limfosit B memori) beredar dalam darah (dan juga menetap dalam sumsum tulang) selama beberapa tahun. Apabila terpaparlagi dengan antigen yang sama, maka sel itu akan memperbanyak diri dan menghasilkan antibody dengan sangat cepat untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit tersebut (Handerson, 2003)
Cara lain untuk menghasilkan kekebalan akttif adalah melalui imunisasi. Vaksin akan berinteraksi dengan system kekebalan untuk menghasilkan respon imun yang setara dengan yang dihasilkan setelah seseorang menderita penyakit secara alami, tetapi tidak menyebabkan orang tersebut sakit atau mengalami komplikasi. Vaksin menghasilkan memori kekebalan yang sama apabila menderita penyakit tersebut (Handerson, 2003)
Pencapaian program imunisasi Hepatitis B,  Indonesia tahun 2005 dari 4.866.842. bayi, hanya 2.000.355 bayi (41,1 %) yang mendapatkan imunisasi Hb1(0-7 hari) Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam sampai bulan Oktober 2008 cakupan imunisasi Hb1 (0-7hari) adalah 13.686 bayi (12,5 %) (Laporan Din Kes Prop NAD, 2008)

JUDUL KTI KEBIDANAN TERBARU 2013 (1)





1.      GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERUBAHAN SISTIM REPRODUKSI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) .. DESA ... KECAMATAN .. KABUPATEN ...TAHUN 2013

2.      GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG INVERSIO UTERI DI PUSKESMAS ... KECAMATAN .... KABUPATEN ... TAHUN 2013


3.      HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN PENYAKIT PNEMONEA ANAK DI DESA ... KECAMATAN ... KABUPATEN .... TAHUN 2013

4.      GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG PLASENTA REST (SISA PLASENTA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .. KABUPATEN ... TAHUN 2013


5.      GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG CARA PEMERIKSAAAN FISIK BAYI DI PUSKESMAS KECAMATAN .... KABUPATEN .... TAHUN 2013

6.      GAMBARAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG KEJADIAN EMISIS SAAT KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA .. KABUPATEN ... TAHUN 2013


7.      GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG MOLAHIDRATIDOSA DI PUSKESMAS ... KABUPATEN .. TAHUN 2013

8.      HUBUNGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI BPS  .. KABUPATEN ... TAHUN 2013


9.      GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN EKTOPIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...KABUPATEN ... TAHUN 2013

10.  GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG TINDAKAN ANASTESI PADA EPISIOTOMI DI PUSKESMAS KECAMATAN ... KABUPATEN .. TAHUN 2013


11.  HUBUNGAN FREKUENSI PENIMBANGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU GAMPONG ... KABUPATEN ... TAHUN 2013

12.  GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG SENAM BAYI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) ... KECAMATAN .. KABUPATEN .. TAHUN 2013


13.  GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI AKDR DI BPS .. KABUPATEN .. TAHUN 2013

14.  GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG REFLEK BAYI   DI DESA .. KECAMATAN .. KABUPATEN .. TAHUN 2013


15.  PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DI BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) ..KECAMATAN .. KABUPATEN ..TAHUN 2013

16.  GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG INDUKSI PERSALINAN ELEKTIF  DI PUSKESMAS .. KECAMATAN .. KABUPATEN ... TAHUN 2013


17.  HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN PENDAPATAN SUAMI DENGAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI DESA .. KECAMATAN .. KABUPATEN ..

18.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG SIBLING RIVALRY DI DESA ...  KABUPATEN .. TAHUN 2013


19.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIAPER RUSH PADA BAYI 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .. KECAMATAN .. KABUPATEN ..TAHUN 2013

20.  PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KETUBAN PACAH DINI DI BPS .. KECAMATAN .. KABUPATEN .. TAHUN 2013


21.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RADANG GUSI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) .. KECAMATAN .. KABUPATEN .. TAHUN 2013

22.  HUBUNGAN PENDAPATAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN BALITA BERAT BADAN DIBAWAH GARIS MERAH (BGM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN ... KABUPATEN ... TAHUN 2013


23.  GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG PENYAKIT DIFTERI PADA BALITA DI DESA ... KECAMATAN ..KABUPATEN .. TAHUN 2013

24.  HUBUNGAN PELAKSANAAN METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS  .. KABUPATEN .. TAHUN 2013


25.  HUBUNGAN PENINGKATAN KINERJA BIDAN DENGAN PELAKSANAAN PROGRAN JAMINAN KESEHATAN ACEH (JKA) DI PUSKESMAS KECAMATAN .. KABUPATEN .. TAHUN 2013

26.  GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DALAM MENGUNAKAN CAIRAN PEMBERSIH GENITALIA DI DESA .. KECAMATAN ..  KABUPATEN .. TAHUN 2013
27.  HUBUNGAN POLA MAKAN IBU MENYUSUI DENGAN STATUS GIZI BAYI 0-12 BULAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS .. KABUPATEN .. TAHUN 2013