Sunday, 28 April 2013
Konsep Imunisasi
17:56
No comments
2.3.1.
Pengertian
Imunisasi
berasal dari kata imun, kebal atau resisten.
Jadi Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan kekebalan dengan
cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh manuasia.
Sedangkan kebal adalah suatu keadaan dimana tubuh mempunyai daya
kemampuan mengadakan pencegahan penyakit dalam rangka menghadapi serangan kuman
tertentu. Kebal atau resisten terhadap
suatu penyakit belum tentu kebal terhadap penyakit lain. (Depkes RI, 2004)
Dalam ilmu kedokteran, imunitas adalah suatu
peristiwa mekanisme pertahanan tubuh terhadap invasi benda asing hingga terjadi interaksi antara
tubuh dengan benda asing tersebut.
Adapun tujuan imunisasi adalah merangsang sistim imunologi tubuh untuk
membentuk antibody spesifik sehingga dapat melindungi tubuh dari serangan
Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). (Depkes RI, 2004)
Departemen
Kesehatan RI (2004), menyebutkan imunisasi adalah suatu usaha yang dilakukan
dalam pemberian vaksin pada tubuh seseorang sehingga dapat menimbulkan
kekebalan terhadap penyakit tertentu.
Di Indonesia, program imunisasi telah dimulai sejak
abad ke 19 untuk membasmi penyakit cacar di Pulau Jawa. Kasus cacar terakhir di Indonesia ditemukan
pada tahun 1972 dan pada tahun 1974 Indonesia secara resmi dinyatakan Negara
bebas cacar. Tahun 1977 sampai dengan
tahun 1980 mulai diperkenal kan imunisasi BCG, DPT dan TT secara berturut-turut
untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit-penyakit TBC anak, difteri,
pertusis dan tetanus neonatorum.
(Depkes RI, 2006)
2.3.2. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
Imunisasi
merupakan salah satu cara yang efektif dan efisien dalam mencegah penyakit dan
merupakan bagian kedokteran preventif yang mendapatkan prioritas. Sampai saat ini ada tujuh penyakit infeksi
pada anak yang dapat menyebabkan kematian dan cacat, walaupun sebagian anak
dapat bertahan dan menjadi kebal.
Ketujuh penyakit tersebut dimasukkan pada program imunisasi yaitu
penyakit tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus,
polio, campak dan hepatitis-B (Depkes RI,
2006)
a. Tuberkulosis
Tuberkulosis
(TBC) adalah suatu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium
tuberculosis). Penyakit TBC ini
dapat menyerang semua golongan umur dan diperkirakan terdapat 8 juta penduduk
dunia diserang TB denga kematian 3 juta
orang per tahun. Di negara-negara
berkembang kematian ini merupakan 25% dari kematian penyakit yang sebenarnya
dapat diadakan pencegahan. Diperkirakan
95% penderita TBC berada di Negara berkembang.
b. Difteri
Difteri
merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae
merangsang saluran pernafasan terutama terjadi pada balita. Penyakit difteri mempunyai kasus kefatalan
yang tinggi. Pada penduduk yang belum
divaksinasi ternyata anak yang berumur 1-5 tahun paling banyak diserang karena
kekebalan (antibodi) yang diperolah dari ibunya hanya berumur satu tahun.
c. Pertusis
Pertusis atau batuk rejan adalah penyakit
infeksi akut yang disebabkan oleh Bordotella pertusis pada saluran
pernafasan. Penyakit ini merupakan
penyakit yang cukup serius pada bayi usia dini dan tidak jarang menimbulkan
kamatian. Seperti halnya penyakit
infeksi saluran pernafasan akut lainnya, pertusis sangat mudah dan cepat
penularannya. Penyakit ini dapat
merupakan salah satu penyebab tingginya angka kesakitan terutama di daerah yang
padat penduduk.
d. Tetanus
Penyakit tetanus merupakan penyakit yang
disebabkan oleh kuman bakteri Clostridium tetani. Kejadian tetanus jarang dijumpai di negara
yang telah berkembang tetapi masih banyak terdapat di negara yang sedang
berkembang, terutama dengan masih seringnya kejadian tetanus pada bayi baru
lahir (tetanus neonatorum). Penyakit
terjadi karena kuman Clostridium tetani memasuki tubuh bayi lahir
melalui tali pusat yang kurang terawat.
Kejadian seperti ini sering kali ditemukan pada persalinan yang
dilakukan oleh dukun kampong akibat memotong tali pusat memakai pisau atau
sebilah bambu yang tidak steril. Tali
pusat mungkin pula dirawat dengan berbagai ramuan, abu, daun-daunan dan
sebagainya. Oleh karena itu, untuk
mencegah kejadian tetanus neonatorum ini adalah dengan pemberian imunisasi.
e. Poliomielitis
Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh
virus polio. Berdasarkan hasil
surveilans AFP (Acute Flaccide Paralysis) dan pemeriksaan laboratorium,
penyakit ini sejak tahun 1995 tidak ditemukan di Indonesia. Namun kasus AFP ini dalam beberapa tahun
terkahir kembali ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.
f. Campak
Penyakit campak (Measles) merupakan penyakit yang disebabkan
oleh virus campak, dan termasuk penyakit akut dan sangat menular, menyerang
hampir semua anak kecil. Penyebabnya
virus dan menular melalui saluran pernafasan yang keluar saat penderita
bernafas, batuk dan bersin (droplet).
Penyakit ini pada umumnya sangat dikenal oleh masyarakat terutama para
ibu rumah tangga. Dibeberapa daerah
penyakit ini dikaitkan dengan nasib yang harus dialamai oleh semua anak,
sedangkan di daerah lain dikaitkan dengan pertumbuhan anak.
g. Hepatitis B
Penyakit hepatitis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh
virus hepatitis B. Penyakit ini masih
merupakan satu masalah kesehatan di Indonesia karena prevalensinya cukup
tinggi. Prioritas pencegahan terhadap
penyakit ini yaitu melalui pemberian imunisasi hepatitis pada bayi dan
anak-anak. Hal ini dimaksudkan agar
mereka terlindungi dari penularan hepatitis B sedini mungkin dalam
hidupnya. Dengan demikian integrasi
imunisasi Hepatitis B ke dalam imunisasi dasar pada kelompok bayi dan anak-anak
merupakan langkah yang sangat diperlukan.
faktor-faktor penyebab ibu tidak lengkap memberikan imunisasi dasar pada bayi di desa
17:52
No comments
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Berlakang.
Kesehatan adalah sehat jasmani dan rohani dan terhindar
dari tingkat keterbelakangan mental dan kecacatan fisik
(Depkes RI. 2003).
Tujuan
dari pembangunan Kesehatan adalah terwujudnya derajat kesehatan yang optimal.
Sasaran yang akan dicapai adalah meningkatkan kemandirian masyarakat untuk
memelihara dan memperbaiki keadaan kesehatan, meningkatkan kemampuan masyarakat
menjangkau palayanan kesehatan yang bermutu, efektif dan efisien, terciptanya lingkungan
fisik dan sosial yang sehat, dan menurunnya prevalensi empat masalah gizi utama,
khususnya pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak balita (Depkes
RI. 2003).
Indikator
dalam mengukur derajat kesehatan masyarakat diantaranya adalah Angka Kematian
Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Hal ini disebabkan karena ibu dan bayi
merupakan kelompok yang mempunyai tingkat resiko yang besar terhadap penyakit
dan kematian (Depkes RI, 2005).
Angka Kematian Bayi di Indonesia tahun 2010 adalah
34/1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita 46/1000 anak balita (Profil Kesehatan Indonesia 2010). Data profil kesehatan propinsi NAD 2009.
menunjukan angka kematian bayi sebesar 16/1.000 kelahiran hidup, sedangkan di
Kabupaten Pidie sebesar 14/1.000 kelahiran hidup.
Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD3I) merupakan salah satu penyebab kematian bayi dan balita di Indonesia.
Oleh karena itu, Depkes menganjurkan agar semua anak sebelum berusia satu tahun
telah mendapatkan imunisasi lengkap yaitu satu kali imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guarine), tiga kali
imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus),
empat kali imunisasi polio dan satu kali imunisasi campak serta 3 kali imunisasi
Hepatitis B (Depkes RI, 2006)
Kekebalan aktif terjadi sebagai
akibat stimulasi sitem imunologi yang menghasilkan antigen spesifik humoral
(antibody) dan kekebalan seluler. Tidak seperti kekebalan pasif, kekebalan
aktif biasanya dapat bertahan untuk beberapa yahun dan sering sampai seumur
hidup (Handerson, 2003)
Salah satu cara untuk mendapatkan
kekebalan aktif adalah bila seseorang menderita sesuatu penyakit. Secara umum
dapat dikatakan, setelah seseorang sembuh dari suatu penyakit mereka menjadi kebal
terhadap penyakit tersebut sampai seumur hidup. Perlindungan yang menetap untuk
beberapa tahun sesudah infeksi dikenal sebagai memori kekebalan. Setelah adanya
paparan antigen terhadap system kekebalan, sel limfosit (sel limfosit B memori)
beredar dalam darah (dan juga menetap dalam sumsum tulang) selama beberapa
tahun. Apabila terpaparlagi dengan antigen yang sama, maka sel itu akan
memperbanyak diri dan menghasilkan antibody dengan sangat cepat untuk
memberikan perlindungan terhadap penyakit tersebut (Handerson, 2003)
Cara lain untuk menghasilkan
kekebalan akttif adalah melalui imunisasi. Vaksin akan berinteraksi dengan
system kekebalan untuk menghasilkan respon imun yang setara dengan yang
dihasilkan setelah seseorang menderita penyakit secara alami, tetapi tidak
menyebabkan orang tersebut sakit atau mengalami komplikasi. Vaksin menghasilkan
memori kekebalan yang sama apabila menderita penyakit tersebut (Handerson, 2003)
Pencapaian program
imunisasi Hepatitis B, Indonesia tahun
2005 dari 4.866.842. bayi, hanya 2.000.355 bayi (41,1 %) yang mendapatkan
imunisasi Hb1(0-7 hari) Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam sampai bulan Oktober
2008 cakupan imunisasi Hb1 (0-7hari) adalah 13.686 bayi (12,5 %) (Laporan Din
Kes Prop NAD, 2008)
JUDUL KTI KEBIDANAN TERBARU 2013 (1)
1.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERUBAHAN SISTIM REPRODUKSI DI
BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) .. DESA ... KECAMATAN .. KABUPATEN ...TAHUN 2013
2.
GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG INVERSIO UTERI DI
PUSKESMAS ... KECAMATAN .... KABUPATEN ... TAHUN 2013
3.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN
PENYAKIT PNEMONEA ANAK DI DESA ... KECAMATAN ... KABUPATEN .... TAHUN 2013
4.
GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG
PLASENTA REST (SISA PLASENTA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .. KABUPATEN ... TAHUN 2013
5.
GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG CARA
PEMERIKSAAAN FISIK BAYI DI PUSKESMAS KECAMATAN .... KABUPATEN .... TAHUN 2013
6.
GAMBARAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG
KEJADIAN EMISIS SAAT KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA .. KABUPATEN ... TAHUN 2013
7.
GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG
MOLAHIDRATIDOSA DI PUSKESMAS ... KABUPATEN .. TAHUN 2013
8.
HUBUNGAN
PERTAMBAHAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI BPS .. KABUPATEN ... TAHUN 2013
9.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
KEHAMILAN EKTOPIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ...KABUPATEN ... TAHUN 2013
10.
GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG TINDAKAN ANASTESI PADA EPISIOTOMI DI
PUSKESMAS KECAMATAN ... KABUPATEN .. TAHUN 2013
11.
HUBUNGAN FREKUENSI PENIMBANGAN DENGAN
STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU GAMPONG ... KABUPATEN ... TAHUN 2013
12.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG SENAM BAYI DI BIDAN PRAKTEK
SWASTA (BPS) ... KECAMATAN .. KABUPATEN .. TAHUN 2013
13.
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI MINAT IBU DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI AKDR DI BPS .. KABUPATEN .. TAHUN 2013
14.
GAMBARAN
PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG REFLEK BAYI
DI DESA .. KECAMATAN .. KABUPATEN .. TAHUN 2013
15.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENGURANGAN RASA NYERI
PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DI BIDAN PRAKTEK
SWASTA (BPS) ..KECAMATAN .. KABUPATEN ..TAHUN 2013
16.
GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG
INDUKSI PERSALINAN ELEKTIF DI PUSKESMAS .. KECAMATAN .. KABUPATEN ... TAHUN 2013
17.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN PENDAPATAN SUAMI DENGAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI DESA .. KECAMATAN .. KABUPATEN ..
18.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG SIBLING RIVALRY DI DESA ...
KABUPATEN .. TAHUN 2013
19.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIAPER RUSH PADA BAYI 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .. KECAMATAN .. KABUPATEN ..TAHUN 2013
20.
PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KETUBAN PACAH DINI DI BPS .. KECAMATAN .. KABUPATEN .. TAHUN 2013
21.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RADANG GUSI
DI BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) ..
KECAMATAN .. KABUPATEN .. TAHUN 2013
22.
HUBUNGAN PENDAPATAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN BALITA BERAT BADAN
DIBAWAH GARIS MERAH (BGM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN ... KABUPATEN ... TAHUN 2013
23.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG PENYAKIT DIFTERI PADA BALITA DI
DESA ... KECAMATAN ..KABUPATEN .. TAHUN 2013
24.
HUBUNGAN PELAKSANAAN METODE AMENOREA LAKTASI (MAL) DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .. KABUPATEN .. TAHUN 2013
25.
HUBUNGAN
PENINGKATAN KINERJA
BIDAN DENGAN PELAKSANAAN PROGRAN
JAMINAN KESEHATAN ACEH (JKA) DI PUSKESMAS KECAMATAN .. KABUPATEN
.. TAHUN 2013
26.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DALAM MENGUNAKAN CAIRAN PEMBERSIH
GENITALIA DI DESA ..
KECAMATAN ..
KABUPATEN .. TAHUN 2013
27.
HUBUNGAN POLA
MAKAN IBU MENYUSUI DENGAN STATUS GIZI BAYI 0-12 BULAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS
.. KABUPATEN .. TAHUN 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)










