Monday, 28 January 2013
Riset Keperawatan
14:24
No comments
Keperawatan sebagai
profesi merupakan bagian dari masyarakat, serta akan berubah seirama dengan
berubahnya masyarakat itu sendiri. Masyarakat terus menerus berkembang dan
mengalami perubahan. Demikian pula dengan keperawatan. Keperawatan dapat
dilihat dari berbagai aspek, antara lain keperawatan sebagai bentuk asuhan
profesional kepada masyarakat, keperawatan sebagai IPTEK, serta keperawatan
sebagai kelompok masyarakat ilmuan dan kelompok masyarakat profesional. Dengan
terjadinya perubahan atau pergeseran dari berbagai faktor yang mempengaruhi
keperawatan maka akan terjadi perubahan atau pergeseran dalam keperawatan, baik
perubahan dalam pelayanan atau asuhan keperawatan, perkembangan ilmu dan
tehnologi keperawatan maupun perubahan dalam masyarakat keperawatan baik
sebagai masyarakat ilmiah maupun sebagai masyarakat profesional.
Pendidikan
keperawatan
dihadapkan pada suatu tantangan dalam meningkatan kualitas lulusannya dituntut
menguasai kompetensi-kompetensi profesional.
Riset keperawatan
akan menjadi suatu kebutuhan dasar yang harus dilaksanakan oleh perawat pada
era global. Meningkatnya kualitas pelayanan, sangat ditentukan oleh hasil
kajian-kajian dan pembaharuan yang dilaksanakan berdasarkan hasil penelitian.
Dengan berkembangnya ilmu keperawatan, maka akan sangat berpengaruh sangat
segnifikan terhadap kualitas dan kemandirian perawat dalam melaksanakan
tugasnya.
Riset keperawatan
merupakan suatu karya dalam bidang keperawatan yang ditulis berdasarkan
kenyataan ilmiah, diperoleh sebagai hasil penelitian kepustakaan maupun
penelitian lapangan. Riset keperawatan ini membahas suatu masalah yang
timbul berdasarkan tiori-tiori ilmiah dan kenyataan objektif sehingga dapat
dibuat suatu analisa, diolah, menghasilkan suatu kesimpulan yang benar yang
untuk membahas masalah yang sedang dibahas
Faringitis
14:15
No comments
Faring dapat disebut juga daerah
pertahanan tubuh terdepan fungsi ini salah satunya dipegang oleh tonsil yang
merupakan bagian dari orofaring Tonsil mencegah agar infeksi tidak menyebar
keseluruh tubuh dengan cara menahan kuman yang masuk melalui mulut, hidung dan
kerongkongan oleh karena itu tidak jarang tonsil mengalami peradangan
Farigitis dan tonsillitis Bering
ditemukan bersamaan. Tonsilofaringgitis merupakan peradangan yang berulang,
pada tonsil dan faring yang memiliki faktor predisposisi antara lain rangsangan
kronis rokok, makanan tertentu, hygiene mulut yang buruk, Pasien yang biasa
bemafas melalui mulut karena hidungnya tersumbat, pengaruh cuaca dan pengobatan
tinsilofaringgitis sebelumnya yang tidak ade kuat
Penularan faringitis terjadi melalui
droplet. menginfiltrasi lapisan epitel, kemudian bila epitel terkikis makan
jaringan limpois superficial bereaksi, terjadi pembendungan radang dengan
infiltrasi leukosid polimorfonuklear
|
Faringitis adalah radang tenggorokan
(faring) bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Faringitis kronis adalah
merupakan suatu peradangan kronik dari mukosa faring dengan melibatkan struktur
kelenjar limfe setempat dan disertai dengan imflamasi pada tonsil dan daerah
sekitamya disebabkan oleh infeksi sinus kronis
Terdapat dua bentuk faringgitis kronis,
hiperplastik dan atrofi. Faktor predisposisi proses radang kronis di faring ini
adalah rinithis kronis, sinusitis, iritasi kronik yang dialami perokok dan
peminum alcohol. Juga inhalasi uap yang merangsang mukosa faring pada pekerja
dilaboratorium. Infeksi dapat menyebabkan terjadi faringitis kronis ini. daerah
yang berdebu Beserta orang yang biasa bernafas melalui mulut, karena hidung
tersumbat merupakan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit
ini.
Pembesaran tonsil diukur menurut
derajatnya terhadap uvula. Semakin besar, akan semakin mendekati uvula. Besar
tonsil ditentukan sebagai berikut: TO tonsil didalam fosa tonsil atau telah
diangkat, T1 bila besamya 1/4 jarak arkus anterior dan uvula. T2
Bila besamya 2/4 Jarak arkus anterior dan uvula. T3 bila besarnya 3/4 jarak
arkus anterior dan uvula. T4 bila besarnya mencapai arkus anterior atau lebih.
Peran perawat sebagai pemberi asuhan
keperawatan pada pasien Tn.A dengan faringitis ini dilakukan perawat dengan
memperhatikan keadaan keperawatan dengan menggunakan proses perawatan sehingga dapat
ditentukan diagnosa keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan
tindakan yang dilakukan berupa pemasangan infus, memberian obat secara oral
yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia. Kemudian dapat
dievaluasi tingkat perkembangannya. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan
dari rang sederhana sampai dengan kompleks.
Sunday, 27 January 2013
Husband's participation in the Pregnancy Care
17:17
No comments
Participation is important in pregnancy husband and
wife can help peace
of mind. Affection and caresses
her husband is still important so it looks harmonious household ahead of the expected presence
of the love. Husband and wife can help some of
the tasks that the wife is more
rest, especially before birth.
Husband can buy
and read useful
readings corresponding view, so that the
growth and mental development of the
fetus and better. If it is still possible to outdoor recreation to
foster artistic fetus in the womb. In situations cravings, the wife may
need the help of her husband to get the food you want. Thus
has given special attention to the
fetus and maintain
psychiatric participate indirectly
husband's participation in
pregnancy care can
be demonstrated by:
a Provide a note and affection to wife
b Encourage and his wife drove to their pregnancy to health facilities minal 4 times during pregnancy
c sufficient nutrients for her to avoid anemia
d Determine where labor (health facilities) with his wife in accordance with the capabilities and conditions of each region
e Conduct referral to a health facility as early as possible in the event of things regarding health during pregnancy (hemorrhage, eclampsia, etc.)
f Setting up labor costs. The development of women's reproductive health protection program can not be separated from her husband's participation is therefore a prime target level GSI husband's family is empowering to be more attentive to his wife.
a Provide a note and affection to wife
b Encourage and his wife drove to their pregnancy to health facilities minal 4 times during pregnancy
c sufficient nutrients for her to avoid anemia
d Determine where labor (health facilities) with his wife in accordance with the capabilities and conditions of each region
e Conduct referral to a health facility as early as possible in the event of things regarding health during pregnancy (hemorrhage, eclampsia, etc.)
f Setting up labor costs. The development of women's reproductive health protection program can not be separated from her husband's participation is therefore a prime target level GSI husband's family is empowering to be more attentive to his wife.
Efforts
to increase
participation is necessary to
find a breakthrough husband
with specific attention
to the factors that influence that
raises awareness and willingness of the
husband to be more aware of
herself in various responsibilities
(shared responsibility) things that are usually done by his wife.
Partisipasi Suami dalam Asuhan Kehamilan
17:01
No comments
Partisipasi suami saat kehamilan penting dan dapat membantu
ketenangan jiwa istri. Kasih sayang dan belaian suami masih tetap penting
sehingga tampak keharmonisan rumah tangga menjelang kehadiran buah cinta yang
diharapkan. Suami dapat membantu beberapa tugas istri sehingga istri lebih
banyak istirahat terutama menjelang bersalin. Suami dapat membelikan dan
membacakan bacaan yang bermanfaat sesuai pandangannya, sehingga pertumbuhan dan
perkembangan jiwa dan janin makin baik. Bila masih ada kemungkinan untuk
rekreasi di luar rumah untuk menumbuhkan jiwa seni janin dalam rahim. Dalam situasi mengidam, mungkin istri memerlukan bantuan suami untuk
mendapatkan makanan yang diinginkan. Dengan demikian telah memberikan perhatian
khusus pada janin dan ikut serta memelihara kejiwaan secara tidak langsung.
Partisipasi suami dalam asuhan kehamilan dapat ditunjukkan dengan:
a
Memberikan perhatikan dan kasih sayang kepada istri
b
Mendorong dan mengantar istri untuk memeriksakan kehamilan ke fasilitas
kesehatan minal 4 kali selama kehamilan
c
Memenuhi kebutuhan gizi bagi istrinya agar tidak terjadi anemi
d
Menentukantempat persalinan (fasilitas kesehatan) bersama istribsesuai dengan
kemampuan dan kondisi masing-masing daerah
e
Melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan sedini mungkin bila terjadi hal-hal
yang menyangkut kesehatan selama kehamilan (perdarahan, eklampsi dan lain-lain)
f Menyiapkan biaya persalinan.Perkembangan program perlindungan
kesehatan reproduksi wanita tidak lepas dari partisipasi suami oleh karena itu
target utama GSI ditingkat keluarga adalah pemberdayaan suami agar lebih
perhatian terhadap istri.
Upaya
meningkatkan partisipasi suami tersebut perlu dicari terobosan dengan
memperhatikan faktor-faktor spesifik yang mempengaruhinya sehingga menimbulkan
kesadaran dan kemauan dari para suami untuk lebih menyadarkan dirinya dalam
berbagai tanggung jawab (sharing responsibility) hal-hal yang biasa dilakukan
oleh istrinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)










