Saturday, 12 April 2014
Air Limbah
09:47
No comments
2.1. Pengertian Air Limbah
Air limbah buangan
adalah sisa air yang dibuang berasal dari rumah tangga, industri maupun
tempat-tempat umum lainnya dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat
yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan
hidup
Air Limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair
yang berasal dari daerah pemukiman, perdangangan, perkantoran dan industri,
bersama sama dengan air tanah, air permukaan, dan air hujan yang mungkin ada
Air Limbah adalah cairan buangan yang berasal dari rumah
tangga, industri merupakan hasil
aktifitas yang mengandung bahan-bahan / zat-zat yang dapat membahayakan kehidupan manusia serta menggangu
kelestarian lingkungan hidup.
2.2. Sumber Air Limbah.
2.2.1 Air limbah rumah
tangga ( Domestik wastes water ).
Air buangan yang
yang bersumber dari dari rumah tangga, berasal dari pemukiman penduduk , pada
umumnya terdiri dari
1. Tinja dan urine yakni ada bagian
dari tinja dan urin yang terbawa dalam air buangan rumah tangga dan bercampur
dengan air buangan lainnya.
2. Bekas air cucian dan dapur terdiri dari air
bekas cucian pakaian, alat – alat dapur, beras, sayur dan sebagainya.
3. Bekas kamar mandi umumnya berasal dari bahan
bahan organic.
2.2.2 Air Limbah Kota Praja ( Manicipal wastes water )
Adalah air buangan
yang berasal dari daerah atau wilayah :
1. Perkantoran , perdangangan.yakni air buangan
yang berasal dari perkantoran dan perdagangan seperti air bekas cuci kaki,
tinja, urine, bekas cuci tangan dan lain sebagainya.
2. Tempat tempat umum, tempat tempat ibadah.yakni
air buangan yang berasal dari tempat wudhuk, urine, bekas cuci kaki dan tangan
dan sebagainya.
3. Selokan dan
lain lain.
2.2.3. Air Limbah Industri. ( Industrial wastes water )
Air limbah yang berasal dari buangan industri biasanya
mengandung mineral, logam berat, lemak, garam, zat warna ,nitrogen, zat
pelarut, sulfide, zat beracun, zat zat organic.
2.2.4. Akibat terhadap kesehatan.
- Terjadinya gangguan
terhadap kesehatan masyarakat.
- Media tempat berkembang biak mikra
organisme pathogen,larva nyamuk dan serangga lainnya.
- Media transmisi penyakit terutama
kolera, typhus abdominalis dan dysentri basiler.
2.3. Karakteristik dan sifat air limbah.
Karakteristik air limbah rumah tangga
perlu dikenal karena hal ini akan menentukan cara pengelolaan yang tepat,
sehingga tidak mencemari lingkungan hidup secara garis besar karakteristik air
limbah sebagai berikut :
2.3.1 Karakteristik Fisik.
Terdiri dari 99,9 % air,
sebahagian kecil bahan bahan padat. Air buangan rumah tangga .terdiri dari :
1.
Sedikit berbau sabun karna
merupakan air buangan dari kamar mandi.
2.
Minyak ada ceceran minyak yang
berbaur dalam air buangan.
3.
Warna suram karna telah
bercampur dengan zat zat lainnya.
4.
Mengandung sisa kertas sebagai
alat membungkus.
5.
Mengandung sisa plastic sebagai
alat pembungkus.
6.
Sabun sebagai sisa mandi dan
sisa mencuci pakaian.
7.
Bagian dari tinja.
2.3.2. Karakteristik Kimiawi.
Terdiri dari zat
zat kimia an organic.
Berasal dari air bersih :
1. Berasal dari penguraian tinja , urine ,
serta sampah.
2.
Bersifat basa waktu segar dan
cenderung asam bila mulai membusuk.
Subtansi organic
:
3.
Gabungan mengandung Nitrogen
Misalnya urea , protein dan asam amino.
4. Gabungan dengan tak mengandung nitrogen
misalnya lemak, sabun . karbohidrat.
2.3.3. Karakteristik Bakteriologis.
Terdiri dari bakteri pathogen , organisme golongan coli.
2.4. Mekanisme Pencemaran.
2.4.1 Akibat terhadap
lingkungan .
1. Karena
mempunyai sifat fisik, kimiawi dan bakteriologis sebagai sumber pengotoran.
2. Pencemaran terhadap air tanah,
air permukaan atau lingkungan hidup lainnya.
3. Menimbulkan bau yang tidak enak.
4. Pandangan yang tidak menyenangkan.
2.4.2 Akibat terhadap Kesehatan Masyarakat.
1. Gangguan
terhadap kesehatan masyarakat.
2. Media tempat berkembang biak mikro
organisme pathogen , larva nyamuk. dan
serangga lainnya.
3. Media transisi penyakit terutama.
4. Kolera.
5. Typhus
abdominalis.
6. Dysentri Basiler.
2.4.3. Akibat terhadap Sosial Ekonomi.
1. Lingkungan
yang buruk menyebababkan perasaan yang tidak
nyaman dan tidak menyenangkan .
2. Kesehatan Masyarakat ternganggu sehingga menjadi kurang produktif.
2.5. Persyaratan Air
Buangan.
1. Tidak mengakibatkan
kontaminasi terhadap sumber air minum.
2. Tidak mengakibatkan
pencemaran terhadap permukaan tanah.
3. Tidak mengakibatkan
Pencemaran :
a. Air mandi , Minum.
b. Air Perikanan.
c. Air Sungai.
d. Air Tempat
tempat rekreasi.
4. Tidak dapat dihinggapi serangga
dan tikus.
5. Tidak manjadi tempat
berkembang biaknya berbagai
bibit penyakit dan vektor.
6. Tidak terbuka kena udara
luar dan tidak dapat di capai oleh anak anak.
7. Tidak mengganggu karena
bau.
2.6. Para Meter yang digunakan dalam pengukuran kualitas air buangan.
1.
Kandungan Zat Padat.
1 Total Solid.
2
Suspended
Solids.
3
Dissolved
salids.
2. Kandungan Zat Organik.
3. Biochemical Oxigen Denamd ( BOD ).
4. Kandungan Zat An Organik.
5. Nitrogen.
6. Phospar.
7.
H2O
dalam zat beracun.
8. Logam
lagam berat ( Hg , Cd, Pb, dan Lain
lain ).
9.
Gas.
10.
N2 ,
O2, dan CO2 ( Berasal dari udara dan larutan dalam air ).
11.
H2S ,
NH3, dan CH4 ( Proses komposisi air buangan )
12.
Kandungan Bakteri .
13.
Berasal
dari kotoran atau tinja manusia atau
bakteri dari golongan Entamuba
Coli.
14.
PH (Derajat Keasaman )
15.
PH
yang tidak normal akanmenggangu kehidupan dalam air.
16.
Suhu.
17.
Kecepatan reaksi dan penguraian.
18.
Proses pengendapan zat padat.
19. Kenyamanan dalam badan air.
2.7. Cara Pengolahan Air Limbah
.
1.
Disposal by dilution ( Dengan Pengenceran )
Air limbah dibuang ke sungai , danau, atau laut agar
mendapat mengenceran. Cara ini hanya dapat dilaksanakan ditempat tempat yang
banyak air permukaan nya , dengan cara
ini air akan dapat mengalami purifikasi alamiah.
2.
Saluran Pembuangan Air
Limbah.(SPAL)
Merupakan sumur yang digunakan untuk tempat pembuangan
air limbah dibuat dari tanah yang
berpasir sehingga mudah meresap kedalam tanah, syarat nya jarat dari sumur
harus lebih dari 10 meter.
3.
Sewage Pit ( Sumur Resapan).
Merupakan sumur tempat penerima air limbah yang telah
mengalami pengolahan dengan sistim lain , misalnya aqua – privy.
4. Septik tank.
Merupakan cara terbaik yang dianjurkan oleh WHO tapi
biayanya mahal , tekniknya sukar dan memerlukan tanah yang luas. Septic tank terdiri dari 4 bagian yaitu
:
a.
Ruang Pembusukan.
b.
Ruang Lumpur.
c.
Ruang chamber.
d.
Ruang resapan.
5.
Sistim Riol ( Severage).
Sistim roil meruipakan cara pembuangan limbah dikota kota dan selalu harus termasuk dalam rencana pembangunan kota.
Friday, 4 April 2014
Langkah untuk mengurang kemarahan pada anak
09:06
No comments
beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantrum. Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantrum bagi anak usia tiga tahun pertama yang sudah di uji sebelumnya di keluarga-keluarga di Australia. Pendekatan ini menggunakan pendekatan behavoristik dengan menekankan pada reinforcemen:
1. Mengurangi stress anak dengan mengantisipasi sebelum anak stress. Sebagai contoh sebelum anak merasa terlalu lapar orang tua sudah lebih dulu mengantisipasi dengan memberi anak makan. Jika belum masuk jam makan utama maka orang tua dapat memberi anak kudapan. Rasa lapar yang sangat dapat memicu stress pada anak sehingga muncul perilaku tanrum.
2. Menyadari perasaan anak. Orang tua juga perlu memahami perasaaan anak. Orang tua tidak boleh terlalu banyak menuntut secara berlebihan pada anak.
3. Mengidentifikasi pemicu amukan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mencatat perilaku tantrum anak selama 7-10 hari dan juga kejadian yang terjadi sebelum dan sesudah tantrum terjadi
b. Sesudah mencatat kemudian identifikasi situasi yang menyebabkan tantrum terjadi. Setelah mengidentifikasi orang tua dapat menyusun rencana cara menghindari situasi tersebut dapat terjadi. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi respon yang muncul berupa tantrum dari stimulus seperti kelelahan, lapar, stress dan lain sebagainya.
c. Selain mengidentifikasi situasi penyebab, orang tua juga mengidentifikasi pemicu terjadinya tantrum.
d. Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi konsekuensi dari perilaku tantrum.
e. Orang tua dapat menetapkan dan mendata reward sebagai penguat bagi anak untuk tetap tenang. Reward ini dapat berupa hadiah kecil yang disukai anak.
f. Orang tua membimbing anak untuk bisa mengatasi permasalah anak dengan cara lain selain tantrum untuk mengekspresikan emosi.
4. Orang tua tetap tenang menghadapi tantrum anak, jangan ikut tersulut emosi sehingga memarahi anak. Karena reaksi keras dari orang tua akan menambah tantrum anak semakin hebat.
5. Mengabaikan perilaku tantrum sampai berhenti
6. Tidak memenuhi kenginan anak jika anak meminta dengan cara tantrum
7. Konsisten dengan sikap orang tua untuk tidak memenuhi keinginan anak ketika tantrum
8. Memberi reward kepada anak ketika anak berbuat kebaikan dan dapat mengontrol tantrum
Penyebab kemarahan pada anak
09:04
No comments
Terdapat
beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya temper tantrum, diantaranya :
a) Keinginan
anak yang tidak terpenuhi
Anak akan melalukan
tantrum dengan maksud untuk menekan orang tua agar keinginan anak terpenuhi,
sebagai contoh ketika anak menginginkan orang tua membelikan mainan di sebuah
took. Jika orang tua tidak memenuhi keinginan anak, maka anak akan menangis
sambil berguling di took sampai orang tua mau membelikan mainan yang dimaksud.
b) Ketidakmampuan
anak untuk mengungkapkan perasaan
Anak-anak khususnya anak
pada usia tiga tahun pertama memiliki keterbatasan bahasa. Ketika anak ingin
mengungkapkan sesuatu dan tidak dimengerti oleh orang tua maka anak akan
frustasi dan memicu munculnya perilaku tantrum.
c) Kebutuhan yang tidak terpenuhi
Anak yang aktif membutuhkan ruang dan waktu yang cukup untuk selalu bergerak. Anak yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk bergerak akan mengalami frustasi dan untuk melampiaskan kebutuhannya itu anak melakukan tantrum. Sebagai contoh ketika anak melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan. Anak akanmerasa bosan dalamperjalanan karena tidak dapat bergerak sesuka hati, maka untuk melampiaskannya anak melakukan tantrum.
d) Pola asuh orang tua
Anak yang terlalu dimanjakan dan selalu mendapatkan apa yang diinginkan akan melakukan tantrum ketika keinginan anak tersebut tidak dipenuhi oleh orang tua. Contoh lain adalah anak yang mendapatkan pola asuh otoriter dari orang tua, sekali waktu karena rasa tertekan anak, maka anak tersebut akan melakukan tantrum. selain itu perbedaan pola asuh antara orang tua dan pengasuh dapat pula memicu anak untuk melakukan tantrum. seperti misalnya pengasuh yang permisif dan orang tua yang otoriter atau demokratis. Anak akan melakukan tantrum untuk menyampaikan keinginan.
e) Perasaan lelah, lapar, atau sakit
Perasaan lelah, lapar dan sakit juga dapat memicu tantrum. Karena perasaan tidak enak yang muncul saat lelah dan sakit atau ketika lapar dan kebutuhan itu tidak juga terpenuhi maka akan membuat anak menjadi tantrum.
f) Keadaan stress dan rasa tidak aman pada diri anak
Stress atau frustasi adalah perasaan tertekan yang dialami anak. Hal ini akan memicu anak melakukan tantrum sebagai pelampiasan dari rasa tertekan yang dialami anak tersebut.
pengertian Tantrum (Kemarahan pada anak balita)
09:02
No comments
Perasaan
adalah nada perasaan menyenangkan atau tidak, yang menyertai suatu fikiran dan
biasanya belangsung lama serta kurang disertai oleh komponen psiologik. Perasaan adalah “suatu tentang keadaan jiwa
manusia yang dihayati secara senang atau tidak senang”
Emosi adalah
“manifestasi persaan atau efek keluar dan disertai banyak komponen psiologik,
dan biasanya berlangsung tudak lama. Emosi adalah suatu keadaan persaan yang
telah melampaui batas sehingga untuk mengadakan hubungan dengan sekitarnya
mungkin terganggu
Suatu emosi
yang kuat dapat memengaruhi perubahan psisiologis seseorang yang sedang marah
atau ketakutan dapat memerangruhi debaran jantung, pernafasan, aktifnya
kelenjar keringat, merinding sektresi air liur meningkat dan mungkin kadar gula
darah meningkat
Umumnya anak kecil
lebih emosional daripada orang dewasa karena pada usia ini anak masih relatif
muda dan belum dapat mengendalikan emosinya. Pada usia 2-4 tahun, karakteristik
emosi anak muncul pada ledakan marahnya atau temper tantrum (Hurlock, 2000). Sikap
yang ditunjukkan untuk menampilkan rasa tidak senangnya, anak melakukan
tindakan yang berlebihan, misalnya menangis, menjerit-jerit, melemparkan benda,
berguling-guling, memukul ibunya atau aktivitas besar lainnya (Hurlock, 2000). Tantrum
lebih mudah terjadi pada anak-anak yang dianggap sulit dengan ciri-ciri
memiliki kebiasaan tidur, makan dan buang air besar yang,tidak teratur, sulit
menyukai situasi, makanan dan orang-orang baru, lambat beradaptasi terhadap
perubahan, suasana hati lebih sering negative, mudah terprovokasi, gampang
merasa marah dan sulit dialihkan perhatiannya ().
Temper tantrum adalah ledakan kemarahan
yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa terencana. Pada anak-anak, ini bukan hanya
untuk mencari perhatian dari orang dewasa saja. Ketika mengalami tantrum,
anak-anak cenderung melampiaskan segala bentuk kemarahannya. Baik itu menangis
keras-keras, berteriak, menjerit-jerit, memukul, menggigit, mencubit, dsb.
Normalnya, tantrum (marah-marah)
pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30 detik sampai 2 menit saja. Tapi, jika
kemarahan berlanjut sampai pada tingkat yang membahayakan dirinya atau orang
lain, maka ini bisa menjadi hal yang sangat serius.Temper tantrum biasanya
terjadi pada anak usia 1-4 tahun. Meski tidak menutup kemungkinan anak-anak
yang lebih tua, bahkan orang dewasa pun pernah mengalami ledakan kemarahan ini.
Dan pada dasarnya, marah-marah pada anak-anak usia 1-4 tahun adalah hal yang
wajar terjadi bagi usia mereka. Kebanyakan anak-anak mengalami hal ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)










