Sunday, 18 August 2013
Manajeman kebidanan dengan eklamsi pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum
08:12
No comments
A.
Konsep
Dasar Eklamsi Pada Kehamilan
1. Beberapa pengertian
Eklamsi
adalah merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu
hamil, bersalin dan dalam masa nifas yang terdiri atas : hipertensi,
proteinuria, dan udema, yang kadang – kadang diserta konvulsi sampai koma. Ibu
tersebut tidak menunjukan tanda – tanda kelainan vaskuler atau hipertensi
sebelumnya.
kehamilan adalah suatu
perubahan pada diri seseorang dimulai
dari perut dan payudara akan membesar tangan serta kaki mungkin membengkak
diantara lain yang berubah.
kehamilan itu masa yang penting
karena di sini mutu seorang anak ditentukan, benih yang unggul besalah dari
tubuh yang sehat, keturunan yang sehat,
dan dibesarkan dalam lingkungan yang sehat pula. Untuk itulah pemeliharaan
kehamilan dimulai dari perencaaan menu
yang benar, pemeliharaan kesehatan dan kebersihan, dan sebagainya. salah satu
upaya adalah dengan menjaga kecukupan makanan. Makanan satu – satunya sunber
agar anak tumbuh dengan sehat.
Hamil adalah tertanamnya atau berimplantasi hasil konsepsi kelapisan endometrium
uterus, lama kehamilan yaitu 280 hari (40 minggu). Kehamilan dibagi atas 3
triwulan ( tri semister) yakni :
a. Kehamilan
triwulan I, antara 0 – 12 minggu.
b. Kehamilan
triwulan II, antara 12 – 28 minggu.
c. Kehamilan
triwulan III, antara 28 – 40 minggu.
Eklamsi
adalah pre-eklamsi yang memburuk disertai kejang – kejang. Keadaan ini dapat
terjadi pada masa kehamilan khususnya pada trisemister III, pada saat
persalinan dan pada masa nifas. Eklamsi mengancam kehidupan ibu dan janin,
sehingga merupakan sehingga merupakan keadaan gawat darurat, komplikasi ini
merupakan penyebab kematian ibu tersering setelah pendarahan.()
2.
Etiologi
-
Eklamsi disebabkan oleh
kurangnya cairan darah keotak, hipoksi otak dan udema otak. Banyak tiori –
tiori dikemukakan oleh para ahli yang menerangkan penyebabnya, karena itu
disebut penyakit tiori namun belum ada jawaban yang memuaskan. Tiori yang
sekarang dipakai sebagai penyebab eklamsi adalah teori “Iskhemia plasenta”(Menurunnya
aliran darah ke plasenta) namun tiori ini belum dapat menerangkan semua hal
yang berkaitan dengan penyakit ini.
-
Pada umumnya serangan
eklamsi dapat dibedakan kejang – kejang oleh sebab lain karena eklamsi selalu
diserta oleh hypertensi dan proteinuria dan dijumpai dalam pertengahan kedua
kehamilan, akan tetapi terkadang diagnogsis diferensial tidak seberapa mudah,
apalagi bila penderita tidak dikenal sebelumnya.
-
Penelitian akhir-akhir
ini menunjukan kemungkinan bahwa pre-eklamsi dan eklamsi mempunyai latar
belakang psikosomatis. Secara psikologis penyakitnya menunjukan diri dalam
sikap yang kurang wajar, perasaan bersalah/ berdosa/cemas terhadap
kehamilannya dan kadang-kadang walaupun
jarang ada kecendrungan untuk bunuh diri. Semua ini mengakibatkan ketidak
seimbangan emosional yang dinggap menjadi sebab dari spasnus arterioler, yang
merupakan cirri khas dari pre – eklamsi.
3.
Patofisiologis
Eklamsi
terjadi di dahului oleh pre –eklamsi berat bila tidak tertangani dengan baik
maka menimbulkan eklamsi yang ditandai dengan nyeri kepala didaerah frontal,
ganguan penglihatan, mual keras, nyeri diepigastrium, dan hiperrepleksia, bila
tidak segera ditangani akan menimbulkan kejang
– kejang. pre-eklamsi ringan jarang sekali menyebabkan kematian ibu, oleh
karena itu sebahagian besar pemeriksaan anatomi-patologik berasal dari
penderita eklamsi yang meninggal. pada pemeriksaan akhir-akhir ini pada
pemeriksaan biopsy hati dan ginjal ternyata bahwa perubahan anatomi patogenik
pada alat-alat itu pada pre-eklamsi tidak banyak perubahan daripada yang
ditemukan pada eklamsi. perlu dikemukan bahwa tidak ada perubahan
hispopatogenik yang khas pada pre-eklamsi dan eklamsi.
4.
Gejala
Eklamsi
·
Kejang-kejang pada ibu
hamil pada ibu hamil biasanya pada semester keIII atau pada masa persalinan
atau masa nifas.
·
Bengkak khususnya pada
muka dan tangan (tidak selalu ditemukan)
·
Protein dalam urine
(+3)
·
Tekanan darah lebih
dari 140/90 mmHg ( Depkes RI, 1996)
Biasanya
didahului oleh gejala – gejala pre-eklamsi berat serangan eklamsi bagi atas 4
tingkatan.
1)
Stadium invasi (awal
atau aurora)
Mata
terpaku dan terbuka tampa melihat, kelopak mata dan tangan bergetar, kepala
dipalingkan kekanan atau kekiri yang berlangsung kira kira 30 detik.
2)
Stadium kejang tonik
Seluruh
otot badan jadi kaku wajah kaku, tangan menggenggam dan kaki membengkok
kedalam, pernafasan terhenti, muka mulai kelihatan sianotis, lidah dapat
tergigit. Stadium ini dapat berlangsung kira – kira 20 – 30 detik
3)
Stadium kejang klonik
Semua
otot berkontraksi dan berulang ulang dalam waktu cepat. Muilut terbuka dan
menutup, keluar ludah berbusa dan lidah dapat tergigit. Mata melotot, muka
kelihatan kongesti dan sianosis. Setelah berlangsung selama 1-2 menitkejang
klonik terhenti dan penderita tidak sadar, menarik nafas seperti mendengkur
4)
Stadium koma
Lamanya
ketidak sadaran (koma) ini beberapa menit sampai beberapa jam. Kadang antara
kesadaran tumbuh timbul serangan baru dan akhirnya wanita tetap dalam keadaan
koma.()
5)
Akibat untuk ibu
a) Solisio
Plasenta
b) Hipofibrinogenemia.
c) Pendarahan
otak
d) Hemolisis
e) Kelainan
mata
f) Kelainan
Ginjal
g) Komplikasi
ginjal
6)
Akibat untuk bayi
a)
Prematur
b)
Hipoksiaintra uterin
c)
Kematian janin.
5.
Mencegah
Eklamsi
Mencegah
terjadinya eklamsi jauh lebih penting dari mengobatinya, karena sekali ibu
hamil mendapat serangan proknosa akan jauh lebih jelek, pada umumnya eklamsi
dapat dicegah atau frekwensinya dapat dikuranggi, upaya – upaya untuk menurunkannya
1)
memberikan informasi
dan edukasi kepada masyarakat, bahwa eklamsi bukanlah penyakit kemasukan
(megis).
2)
meningkatkan jumlah
poly klinik pemeriksaan ibu hamil serta mengusahakan agar semua wanita hamil
memeriksakan kehamilannya
3)
pelayanan kebidanan
yang bermutu, yaitu mencari pada tiap –tiap pemeriksaan tanda-tanda pre – eklamsi dan mengobatinya sedini mungkin
bila dijumpai
4)
mengakhiri kehamilan
sedapat –dapatnya pada minggu kehamilan
37 minggu keatas.
6.
Komplikasi
Komplikasi yang terberat kematian
ibu dan janin. Usaha utama ialah melahirkan bayi hidup dari ibu yang menderita
pre-eklamsi dan eklamsi. kompilkasi yang sering terjadi adalah :
a) solusio
plasenta
Adalah
terlepasnya plasenta dari tempatinsersinya yang normal, diantara umur kehamilan
28 minggu sampai sebelum kelahiran bayi.
b) Hipofibrinogenemia
Pada pre eklamsi
berat Zuspen (1978) menemukan 23 %
Hipofibrinogenemia, maka dari itu dianjurkan pemeriksaan fibrinogen secara
berkala.
c) Hemolisis
Hemolisis yang
dikenal sebagai ikterus. belum diketahui denga pasti apakah ini merupakan kerusakan sel – sel hati atau
destruksi dari sel darah merah. Nekrosis periportal hati yang sering ditemukan
pada autopsy penderrita eklamsidapat menerangkan ikterus tersebut.
d) Perdarahan
otak
Penyebab utama
kematian ibu akibat pecahnya pembuluh darah otak.
e) Kelainan
mata
Kehilangan
penglihatan untuk sementara, yang berlangsung sampai seminggu, dapat terjadi
pendarahan kadang-kadang terjadi pada retina, hal ini merupakan tanda gawat
akam terjadinya apopleksia selebri.
f) Udema
Paru
hanya ditemukan
1 penderia dari 69 kasus eklamsi, hal ini dibebabkan karena payah jantung
g) Nekrosis
hati
kelainan ini
diduga khas untuk eklamsitetapi ternyata juga ditemukan pada penyakit lain,
kerusakan sel-sel hati dapat diketahui dengan pemeriksaan faal hati terutama
penentuan enzim enzimnya.
h) Sindroma
HELLP ( Haemolisis, Elevated lever enzim, dan low platelet)
i)
Komplikasi lain seperti
lidah tergigit, trauma dan fraktur karena jatuh akibat kejang.
j)
Prematuritas,
dismaturitas dan kematian janin intra uterin.
7.
Penanganan
Tujuan pengobatan eklamsi adalah
menghentikan berulangnya serangan kejang dan mengakiri kehamilan secepatnya
dengan cara yang aman setelah keadaan ibu mengizinkan
langkah pertama menghentikankejang
menguranggi vasospasmus, dan meningkatkan diurisis. dalam pada itu pertolongan
yang perlu diperhatikan jika timbul kejang ialah mempertahankan jalan
pernafasan bebas, menghindari tergigitnya lidah, member oksigen, dan menjaga
agar penderita tidak mengalami trauma, untuk menjaga jangan sampai terjadi
kejang lagi yang selanjutnya mempengaruhi gejala – gejala lain, dapat diberikan
beberapa obat misalnya :
a. Sodium
pentolhal
b. Sulfas
Magnesium
c. Lyrik
cocktail
Manajemen Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Mellitus di Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum
08:02
No comments
A. Konsep Dasar Kehamilan
1.
Pengertian
Kehamilan
adalah adanya pertemuan antara sel telur dan sel mani dalam saluran telur yang
karena adanya dorongan dari saluran telur terdapat ovum yang telah dibuahi, sehingga ovum masuk kerongga rahim disitu akan tumbuh menjadi janin dan
berkembang. Untuk terjadinya kehamilan diperlukan dua hal penting yaitu ovum dan sperma. Ovum berasal dari indung telur dan setiap bulan biasanya ada satu ovum yang matang, datangnya sperma
berasal dari ayah, dalam satu tetes air mani terdapat seperempat sampai satu
juta sperma. Bila terjadi pembuahan
dimana satu sperma ada yang dapat
bersatu dengan satu ovum akan
membentuk zigot.
kehamilan itu masa yang penting karena
di sini mutu seorang anak ditentukan, benih yang unggul berasal dari tubuh yang
sehat, keturunan yang sehat, dan
dibesarkan dalam lingkungan yang sehat pula. Untuk itulah pemeliharaan
kehamilan dimulai dari perencanaan menu
yang benar, pemeliharaan kesehatan dan kebersihan, dan sebagainya. salah satu
upaya adalah dengan menjaga kecukupan makanan. Makanan satu – satunya sumber
agar anak tumbuh dengan sehat.
Hamil adalah tertanamnya atau berimplantasi
hasil konsepsi kelapisan endometrium
uterus, lama kehamilan yaitu 280 hari (40 minggu).
2. Pembahasan
pada masa hamil
Kehamilan
dibagi atas 3 triwulan ( trisemister) yakni :
a. Kehamilan
triwulan I , antara 0 – 12 minggu.
b. Kehamilan
triwulan II, antara 12 – 28 minggu.
c. Kehamilan
triwulan III, antara 28 – 40 minggu.
kehamilan
adalah sebuah perjalanan sembilan bulan menuju ke status menjadi ibu.
Pengalaman di sepanjang ini berbeda – beda antara satu wanita dengan wanita
lain, tetapi beberapa hal dialami oleh semua wanita hamil.
B.
Konsep
Dasar Diabetes Millitus
1.
Pengertian
Diabetes
Militus adalah Penyakit darah manis dapat
merupakan kelainan hereditas dengan
ciri insufisiensi atau absennya insulin dalam sirkulasi darah, konsentrasi gula darah tinggi,
berkurangnya glikogenesis.
2.
Etiologi
a.
Umur ibu sudah mulai
tua.
b. Multiparitas
c.
Gemuk (Obesitas)
d.
Ada anggota keluarga
sakit Diabetes (Hereditas)
e.
Anak lahir dengan berat
badan besar (diatas 4 Kg)
f.
Ada sejarah lahir mati
dan anak lahir besar
g.
Sering Abortus
h. Glukosuria
3.
Patofisiologi.
Dalam
kehamilan terjadi perubahan metabolisma
endokrin dan karbohidrat yang
menunjang pemasokan makanan bagi janin serta persiapan untuk menyusui. Glukosa dapat berdifusi secara tetap melalui plasenta
kepada janin sehingga kadar glukosa
dalam darah janin hampir menyerupai kadar glukosa
dalam darah ibu. Insulin ibu tidak dapat mencapai janin, sehingga kadar gula dalam
darah ibu mempengaruhi kadar gula pada janin. Pengendalian kadar gula terutama
dipengaruhi oleh insulin, disamping
beberapa hormon lain seperti : estrogen,
steroid dan plasenta laktogen. Akibat lambatnya resorpsi makanan maka terjadi hiperglikemia yang relatif lama dan ini
menuntut kebutuhan insulin. Menjelang
aterm kebutuhan insulin meningkat sehingga mencapai 3 kali dari keadaan normal. Hal
ini disebut sebagai tekanan diabetojenik
dalam kehamilan. Secara fisiologik telah terjadi resistensi insulin yaitu bila ia ditambahkan dengan insulin eksogenia tidak mudah menjadi hipoglikimia. Yang menjadi masalah
adalah bila seorang ibu tidak mampu meningkatkan produksi insulin, sehingga dia relatif
hipoinsulin yang mengakibatkan hiperglikimia
atau diabetes kehamilan (Diabetes yang timbul hanya dalam hamil).
Resistensi insulin juga disebabkan oleh adaya hormon estrogen progesteron, kortisol,
prolaktin dan plasenta laktogen. Hormon tersebut mempengaruhi reseptor insuli pada sel, sehingga mengurangi afinitas insulin. Hal ini patut diperhatikan dalam pengendalian penyakit
Diabetes millitus.)
4.
Diagnosa
Dapat dengan mudah ditegakan
a.
Anamnesis : Riwayat
persalinan yang lalu, abortus, partus
prematurus, kematian janin, anak lahir besar, Riwayat keluarga (hereditas). keluhan sekarang trias poliuri, polidipsi, polifagi dan pernah berobat sakit darah manis
pada dokter.
b.
Pemeriksaan
1) Pemeriksaan
urine
2)
Pemeriksaan kadar gula
darah puasa dan post – prandial.
3)
Glukosa
toleran tes (GTT)
4)
Nilai kadar gula darah
5.
Klasifikasi Diabetes
Millitus
a.
Tidak tergantung insulin (TTI) Non Insulin Dependent Diebetes Mellitus
(NIDDM) yaitu kasus yang tidak memerlukan insulin
untuk pengendalian kadar gula darah.
b.
Tergantung insulin (TI) Insulin dependent diabetes Mellitus yaitu kasus yang memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula
darah.
Klasifikasi Diabetes Mellitus menurut White (1965) adalah sebagai berikut :
Kelas A. Diabetes kimiawi disebut juga diabetes laten, subklinis atau diabetes
kehamilan, tes toleransi glukosa
tidak normal, penderita tidak memerlukan insulin,
cukup diobati dengan diet saja. Prognosis
bagi ibu dan anak baik.
Kelas B. Diabetes Dewasa, diketahui secara klinis
setelah umur 19 tahun dan berlangsung kurang daripada 10 tahun dan tidak
disertai kelainan pembuluh darah.
Kelas C. Diabetes
yang diderita antara umur 10 – 19 tahun, atau timbul pada umur antara 10 – 19
tahun dan tanpa kelainan pembuluh darah.
Kelas D. Diabetes telah diderita lama, 20 tahun
atau lebih, atau telah diderita sebelum umur 10 tahun, atau disertai kelainan
pembuluh darah, termasuk arteriosklerosis
pada retina dan tungkai, dan retinitis.
Kelas E. Diabetes yang diserta perkapuran pada
pembuluh – pembuluh darah panggul, termasuk arteria
uteria.
Kelas F Diabetes dengan
nefropatia, termasuk glomerulonefritis dan pielonefritis. Diabetes anak remaja (juvenilis),
diabetes yang diderita sejak
anak-anak atau remaja. Karena sedikit atau tidak ada insulin endogen, cenderung menimbulkan keto-asidosis.
6.
Pengaruh diabetes
mellitus pada kehamilan.
a.
Pengaruh dalam
kehamilan
Dalam
kehamilan diabetes mellitus dapat
menyebabkan komplikasi :
1)
Abortus
dan partus prematurus
2)
Pre
– eklamsi
3)
Hidramnion
4)
Kelainan letak janin
5)
Insufisiensi
plasenta
b.
Pengaruh dalam
persalinan
Penyulit
yang sering dijumpai dalam persalinan adalah :
1)
Inersia
uteri dan atonia
uteri
2)
Distosia
bahu karena anak besar
3)
Kelahiran mati
4)
Lebih sering mengakhiri
partus dengan tindakan, termasuk seksio
sesaria
5)
Lebih mudah terjadi
infeksi
6)
Angka kematian maternal
lebih tinggi
Wednesday, 14 August 2013
Konsep Pneumonia
12:44
No comments
1.
Pengertian Pneumonia
Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru
(alveoli). Terjadinya pnemonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses
infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia). Gejala penyakit ini
berupa napas cepat dan napas sesak karena paru meradang secara mendadak. Batas
napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih
pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 1 tahun dan 40 kali permenit atau
lebih pada anak usia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun. Pada anak dibawah usia
2 bulan tidak dikenal diagnosis pneumonia.
2.
Tanda dan gejala
Gejala pneumonia
adalah demam, sesak napas, napas dan nadi cepat, dahak berwarna kehijauan atau
seperti karet serta gambaran hasil rongen memperlihatkan kepadatan pada bagian
paru kepadatan terjadi karena paru dipenuhi sel radang dan cairan yang
sebenarnya merupakan reaksi tubuh untuk mematikan kuman. Tapi akibatnya fungsi
paru terganggu, penderita mengalami kesulitan bernapas karena tak tersisa ruang
untuk oksigen. pneumonia yang ada di masyarakat umumnya, disebabkan oleh
bakteri, virus atau mikoplasma ( bentuk peralihan antara bakteri dan virus ).
Bakteri yang umum adalah streptococcus Pneumoniae, Staphylococcus Aureus,
Klebsiella Sp, Pseudomonas sp,vIrus misalnya virus influenza.
3.
Etiologi
Pneumonia sebenarnya bukan peyakit baru. American
Lung Association misalnya menyebutkan hingga tahun 1936 pneumonia
menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika. Penggunaan antibiotik, membuat
penyakit ini bisa dikontrol beberapa tahun kemudian. Namun tahun 2000,
kombinasi pneumonia dan influenza kembali merajalela dan menjadi
penyebab kematian ketujuh di negara itu. Pneumonia adalah infeksi yang
menyebabkan paru-paru meradang. Kantung-kantung udara dalam paru yang disebut alveoli
dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang.
Kekurangan oksigen membuat selsel tubuh tidak bisa bekerja. Maka, selain
penyebaran infeksi ke seluruh tubuh, penderita pneumonia bisa meninggal.
a.
Pneumonia oleh Bakteri
Pneumonia yang dipicu bakteri bisa menyerang siapa saja dari bayi sampai usia
lanjut. Pencandu alkohol, pasien pasca-operasi, orang-orang dengan penyakit
gangguan pernapasan sedang terinfeksi virus atau menurun kekebalan tubuhnya,
adalah yang paling berisiko. Sebenarnya bakteri penyebab pneumonia yang
paling umum adalah Streptococcus pneumoniae sudah ada di
kerongkongan manusia sehat. Begitu pertahanan tubuh menurun oleh sakit, usia
tua, atau malnutrisi, bakteri segera memperbanyak diri dan menyebabkan
kerusakan. Seluruh jaringan paru dipenuhi cairan dan infeksi dengan cepat
menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Pasien yang terinfeksi pneumonia
akan panas tinggi, berkeringat, napas terengah engah, dan denyut jantungnya
meningkat cepat. Bibir dan kuku mungkin membiru karena tubuh kekurangan
oksigen. Pada kasus yang eksterm, pasien akan mengigil, gigi bergemelutuk,
sakit dada, dan kalau batuk mengeluarkan lendir berwarna hijau. Sebelum
terlambat, penyakit ini masih bisa diobati. Bahkan untuk pencegahan vaksinnya
pun sudah tersedia.
b.
Pneumonia Oleh Virus
Setengah dari kejadian pneumonia
diperkirakan disebabkan oleh virus. Saat ini makin banyak saja virus yang
berhasil diidentifikasi. Meski virus-virus ini kebanyakan menyerang saluran
pernapasan bagian atas terutama pada anak-anak gangguan ini bisa memicu pneumonia. Namun
bila infeksi terjadi bersamaan dengan virus influensa, gangguan bisa berat dan
kadang menyebabkan kematian virus yang menginfeksi paru akan berkembang biak walau tidak terlihat
jaringan paru yang dipenuhi cairan.
Gejala Pneumonia
oleh virus sama saja dengan influensa, yaitu demam, batuk kering sakit kepala,
ngilu diseluruh tubuh dan letih lesu selama 12-136 jam, napas menjadi sesak,
batuk makin hebat dan menghasilkan sejumlah lendir. Demam
tinggi kadang membuat bibir menjadi biru.
c.
Pneumonia Mikoplasma
Pneumonia jenis ini berbeda gejala dan tanda-tanda fisiknya bila dibandingkan
dengan pneumonia pada umumnya. Karena itu pneumonia yang diduga
disebabkan oleh virus yang belum ditemukan ini sering juga disebut pneumonia
yang tidak tipikal (Atypical Penumonia).
Pneumonia mikoplasma mulai diidentifikasi dalam perang dunia II.
Mikoplasma adalah agen terkecil dialam bebas yang menyebabkan penyakit pada
manusia. Mikoplasma tidak bisa diklasifikasikan sebagai virus maupun bakteri,
meski memiliki karakteristik keduanya. Pneumonia yang dihasilkan
biasanya berderajat ringan dan tersebar luas.
Mikoplasma menyerang segala jenis
usia tetapi
paling sering pada anak pria remaja dan usia muda. Angka kematian sangat
rendah, bahkan juga pada yang tidak diobati. Gejala yang paling sering adalah
batuk berat, namun dengan sedikit lendir. Demam dan menggigil hanya muncul di
awal dan pada beberapa pasien bisa mual dan muntah. Rasa lemah baru hilang
dalam waktu lama.
d.
Pneumonia Jenis Lain
Termasuk golongan ini adalah Pneumocystitis Carinii pnumonia (PCP)
yang diduga disebabkan oleh jamur, Pneumocystitis
Carinii pnumonia (PCP) biasanya
menjadi tanda awal serangan penyakit pada pengidap HIV/AIDS. Pneumocystitis Carinii pnumonia (PCP) bisa diobati pada banyak kasus. Bisa saja
penyakit ini muncul lagi beberapa bulan kemudian, namun pengobatan yang baik
akan mencegah atau menundah kekambuhan. Pneumonia lain yang lebih jarang
disebabkan oleh masuknya makanan, cairan, gas, debu maupun jamur. Rickettsia termasuk dalam golongan
antara virus dan bakteri- menyebabkan demam Rocky
Mountain, demam Q, tipus, dan psittacosis.
Penyakit-penyakit ini juga mengganggu fungsi paru namun pneumonia tuberculosis alis TBC (Tubercolosis)
adalah infeksi paru paling berbahaya kecuali dioabati sejak dini.
Subscribe to:
Posts (Atom)










