This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, 28 January 2013

Langkah-langkah Pembuatan Riset



Langkah-langkah yang dilakukan dalam merencanakan suatu penulisan karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut: (Alimul 2003)..
2.2.3.1. Memilih Topik
Dalam proses penyusunan riset, topik merupakan tahab awal yang harus ditentukan oleh peneliti sebelum melakukan penulisan. Pemilihan topik sangat penting dan merupakan dasar dari langkah-langkah selanjutnya. Dalam mencari topik untuk penulisan riset hindari masalah yang bersifat sensasi, masalah yang terlalu luas atau sebaliknya masalah yang terlalu sempit. Pilihlah topik yang dapat dibahas dari salah satu segi saja, sehingga permasalahan menjadi tuntas dan jelas
Memilih topik harus memenuhi kriteria:
1.       Menarik perhatian, sehingga mendorong penulis untuk mencari data dan menyelesaikan riset dengan sebaik-baiknya.
2.       Penulis mengetahui prinsip pokok yang dipilih seperti tiori dan latar belakangnya.
3.       Hindari topik yang sulit untuk mendapatkan sumber datanya serta hindari pula topik yang kontroversi yang akan menguranggi nilai objektifitas riset.
4.       Ruang lingkup topik adalah seluruh masalah kesehatan.   
2.2.3.2. Mengumpulkan informasi
Mengumpulkan bahan atau informasi yang sesuai dengan topik penulisan, bahan atau informasi dapat diperoleh dari penelitian ataupun studi kepustakaan tergantung jenis penelitian. Informasi dapat berupa fakta, kutipan-kutipan, opini, artikel dan lain sebagainya yang dapat membantu penulis dalam mengembangkan topik.
2.2.3.3. Menilai dan memilih materi yang dikumpulkan
Mulailah menilai dan menentukan bahan mana yang benar-benar sesuai dengan topik yang telah ditentukan, catatlah identitas sumber yang akan digunakan dengan jelas dan lengkap meliputi nama pengarang, judul buku/artikel, dimana diterbitkan, nama penerbit, tahun, volume/edisi dan halaman.
2.2.3.4. Menyusun Riset
Mulailah membuat kerangka (outline). Outline merupakan alat bantu rencana kerja yang teratur sihingga karangan/tulisan dapat digambarkan dan disusun secara sistematis dan logis. Kerangka ini tidak perlu terlalu rinci kerna sifatnya hanya sebagai penuntun. Manfaat out-line adalah untuk :
1.      Memudahkan penulis dalam menyusun tulisannya sehingga tidak perlu megolah sustu ide sampai dua kali dan dapat mencegah menyimpang dari sasaran atau tujuan penelitian.
2.      Dapat menciptakan klimaks penulisan pada setiap bab atau bagian
3.      Dapat mengingatkan penulis pada bahan yang diuraikan berdasarkan urutan dari tiap-tiap bab.
Dengan demikian out-line tersebut dapat membantu penyusunan yang logis dan sisitematis serta merupakan strategi bagi penempatan ide.
2.3. Teknik Penyusunan Riset
Teknik penyusunan riset merupakan cara yang dilakukan oleh peneliti untuk menyusun suatu suatu riset penelitian. Sebelum melakukan penelitian yang harus dilakukan adalah menyusun proposal penelitian. Dalam menyusun proposal penelitian ada tiga kemampuan yang harus dimiliki peneliti.
1.      Kemampuan bahasa.
2.      Metodelogi
3.      Materi ilmu
Syarat proposal yang baik, diantaranya adalah:
1.      Sistematis, yaitu menurut pola tertentu dari sederhana sampai komplek. Proposal yang diajukan hendaknya dapat memberikan gambaran sistematis tentang rencana penelitian yang diajukan, seperti penyampaian latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, rencana metodelogi, alat ukur yang akan digunakan sehingga memudahkan pembaca.
2.      Berencana, yaitu harus sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaan. Proposal penelitian hendaknya memiliki perencanaan seperti jadwal pengumpulan data, analisa data hingga penyajian dalam bentuk laporan.
3.      Mengikuti konsep ilmiah, proposal penelitian hendaknya mengikuti kaedah-kaedah konsep ilmiah seperti tata cara penulisan disesuaikan dengan peraturan yang ada, bahasa dan analisanya (Alimul, 2003)
Menurut Alimul, 2003 teknik penyusunan riset meliputi:
2.3.1. Latar Belakang
Latar belakang dalam proposal  penelitian merupakan suatu penghantar informasi tentang materi keseluruhan secara sistematis dan terarah dalam kerangka logika yang memberikan justifikasi terhadap dasar pemikiran, pendekatan, metode analisis, interpensi untuk sampai kepada tujuan dan kegunaan penelitian.
Pada pembuatan proposal penelitian keperawatan, latar belakang harus dapat mengemukakan hal – hal yang mendorong atau argumentasi pentingnya dilakukan penelitian dan diuraikan proses identifikasi masalah, dan masalah yang diteliti harus di ungkapkan dengan jelas pentingnya masalah yang diteliti, bagaimana permasalahan hingga saat ini (apakah sudah diteliti atau belum), apakah sudah ada problem solusi atau belum dan bagaimana solusinya.
2.3.2. Rumusan Masalah
Dalam menuliskan proposal penelitan keperawatan, rumus masalah hendaknya memiliki konsekwensi terhadap relevansi maksud dan tujuan dari penelitian, kegunaan penelitian, kerangka konsep dan metode penelitian. Rumusan masalah pada umumnya dalam bentuk pertanyaan.
Dalam pembuatan proposal penelitian rumusan masalah harus jelas dari permasalahan yang akan di teliti, kemudian uraikan konsepnya untuk menjawab masalah yang diteliti, jelaskan hipotesis atau dugaan yang akan dibuktikan.
2.3.3. Tujuan Penelitian
Merupakan tindak lanjut dari masalah yang telah dirumuskan, tujuan terdidri dari tujuan umum dan tujuan khusus.tujuan umum menjelaskan tujuan yang hendak tercapai dalam penelitian secara umum sedangkan tujuan khusus mencakup langkah – langkah dari penelitian yang akan dilakukan. Dalam pembuatan proposal penelitian kata – kata yang digunakan dalam penulisan tujuan adalah kata kerja operasional seperti untuk menjajaki, menguraikan, menerapakan, mengidentifikasi, menganalisisi, membuktikan atau membuat prototip dan lain – lain.
2.3.4. Manfaat Hasil Penelitian/Kontribusi Penelitian
Dalam pembuatan proposal penelitian keperawatan harus di uraikan dengan jelas manfaat hasil penelitian dari pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi keperwatan dan seni pemecahan masalah, penegembangan instunsi, profesi keperawatan dan pasien.
2.3.5. Tinjauan Pustaka
Dalam membuat proposal penelitian hendaknya pustaka yang digunakan adalah terburu, relevan dan asli seperti jurnal ilmiah, kemudian diuraikan dengan jelas kajian yang menimbulkan gagasan penelitian. Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan. Uraian dalam tinjauan pustaka digunakan untun meyusun kerangka konsep dan hipotesisi yang akan digunakan dalam penelitian dan tinjauan pustaka hendaknya mengacu pada daftar pustaka.
2.3.6. Kerangka Konsep dan Hipotesa
Kerangka konsep merupakan justifikasi ilmiah terhadap penelitian yang dilakukan dan memberi landasan kuat terhadap judulyang dipilih sesuai dengan identifikasi masalahnya. Kerangka konsep harus didukung dengan landasan teori yang kuat dan di tunjang oleh informasi yang bersumber pada berbagai laporan ilmiah, hasil penelitian, jurnal penelitian, dan lain – lain. Ada tidaknya hipotesis tergantung dari permasalahan yang ada dan tidak semua penelitian terdapat hipotesis, apabila sifatnya maka tidak perlu hipotesis tetapi bila sifatnya analitik maka perlu dilakukan hipotesis
2.3.7. Metode Penelitian
Merupakan metode yang akan dilakukan dalam proses penelitian. Dalam penyusunan proposal penelitian harus diuraikan secara jelas metode penelitian yang meliputi variabel dalam penelitian, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, analisa data, cara penafsiran dan penyimpulanhasil penelitian. Untuk penelitian yang menggunakan metode kualitatif dapat dijelaskan juga dengan pendekatan proses pengumpulan data, analisa informasi, proses penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian.
2.3.8. Jadwal dan lokasi penelitian
Merupakan rancangan tentang tempat dan jadwal yang akan dilakukan oleh peneliti tentang pelaksanaan kegiatan peneliti. Dalam membuatan proposal membuat jadwal penelitian merupakan sesuatu yang harus dilakukan karena dapat memberikan rencana secara jelas dalam proses penelitian, jadwal penelitian meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan penelitian yang dapat digunakan dalam bentuk Bar Chart.

Riset Keperawatan



Keperawatan sebagai profesi merupakan bagian dari masyarakat, serta akan berubah seirama dengan berubahnya masyarakat itu sendiri. Masyarakat terus menerus berkembang dan mengalami perubahan. Demikian pula dengan keperawatan. Keperawatan dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain keperawatan sebagai bentuk asuhan profesional kepada masyarakat, keperawatan sebagai IPTEK, serta keperawatan sebagai kelompok masyarakat ilmuan dan kelompok masyarakat profesional. Dengan terjadinya perubahan atau pergeseran dari berbagai faktor yang mempengaruhi keperawatan maka akan terjadi perubahan atau pergeseran dalam keperawatan, baik perubahan dalam pelayanan atau asuhan keperawatan, perkembangan ilmu dan tehnologi keperawatan maupun perubahan dalam masyarakat keperawatan baik sebagai masyarakat ilmiah maupun sebagai masyarakat profesional.
Pendidikan keperawatan dihadapkan pada suatu tantangan dalam meningkatan kualitas lulusannya dituntut menguasai kompetensi-kompetensi profesional.
Riset keperawatan akan menjadi suatu kebutuhan dasar yang harus dilaksanakan oleh perawat pada era global. Meningkatnya kualitas pelayanan, sangat ditentukan oleh hasil kajian-kajian dan pembaharuan yang dilaksanakan berdasarkan hasil penelitian. Dengan berkembangnya ilmu keperawatan, maka akan sangat berpengaruh sangat segnifikan terhadap kualitas dan kemandirian perawat dalam melaksanakan tugasnya.   
Riset keperawatan merupakan suatu karya dalam bidang keperawatan yang ditulis berdasarkan kenyataan ilmiah, diperoleh sebagai hasil penelitian kepustakaan maupun penelitian lapangan. Riset keperawatan ini membahas suatu masalah yang timbul berdasarkan tiori-tiori ilmiah dan kenyataan objektif sehingga dapat dibuat suatu analisa, diolah, menghasilkan suatu kesimpulan yang benar yang untuk membahas masalah yang sedang dibahas

Faringitis



Faring dapat disebut juga daerah pertahanan tubuh terdepan fungsi ini salah satunya dipegang oleh tonsil yang merupakan bagian dari orofaring Tonsil mencegah agar infeksi tidak menyebar keseluruh tubuh dengan cara menahan kuman yang masuk melalui mulut, hidung dan kerongkongan oleh karena itu tidak jarang tonsil mengalami peradangan 


Farigitis dan tonsillitis Bering ditemukan bersamaan. Tonsilofaringgitis merupakan peradangan yang berulang, pada tonsil dan faring yang memiliki faktor predisposisi antara lain rangsangan kronis rokok, makanan tertentu, hygiene mulut yang buruk, Pasien yang biasa bemafas melalui mulut karena hidungnya tersumbat, pengaruh cuaca dan pengobatan tinsilofaringgitis sebelumnya yang tidak ade kuat
Penularan faringitis terjadi melalui droplet. menginfiltrasi lapisan epitel, kemudian bila epitel terkikis makan jaringan limpois superficial bereaksi, terjadi pembendungan radang dengan infiltrasi leukosid polimorfonuklear
1
 
Karena proses radang berulang, maka epitel mukosa dan jaringan limfe terkikis sehingga pada proses penyembuhan jaringan limfoid diganti jaringan parut jaringan ini akan mengerut sehingga ruang antara kelompok melebar (kriptus) yang akan diisi oleh detritus. proses ini meluas hingga menembus kapsul dan ak-himya timbul perlekatan jaringan disekitar faring.
Faringitis adalah radang tenggorokan (faring) bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Faringitis kronis adalah merupakan suatu peradangan kronik dari mukosa faring dengan melibatkan struktur kelenjar limfe setempat dan disertai dengan imflamasi pada tonsil dan daerah sekitamya disebabkan oleh infeksi sinus kronis
Terdapat dua bentuk faringgitis kronis, hiperplastik dan atrofi. Faktor predisposisi proses radang kronis di faring ini adalah rinithis kronis, sinusitis, iritasi kronik yang dialami perokok dan peminum alcohol. Juga inhalasi uap yang merangsang mukosa faring pada pekerja dilaboratorium. Infeksi dapat menyebabkan terjadi faringitis kronis ini. daerah yang berdebu Beserta orang yang biasa bernafas melalui mulut, karena hidung tersumbat merupakan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya penyakit ini.
Pembesaran tonsil diukur menurut derajatnya terhadap uvula. Semakin besar, akan semakin mendekati uvula. Besar tonsil ditentukan sebagai berikut: TO tonsil didalam fosa tonsil atau telah diangkat, T1 bila besamya 1/4 jarak arkus anterior dan uvula. T2 Bila besamya 2/4 Jarak arkus anterior dan uvula. T3 bila besarnya 3/4 jarak arkus anterior dan uvula. T4 bila besarnya mencapai arkus anterior atau lebih.
Peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan pada pasien Tn.A dengan faringitis ini dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan keperawatan dengan menggunakan proses perawatan sehingga dapat ditentukan diagnosa keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang dilakukan berupa pemasangan infus, memberian obat secara oral yang tepat sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia. Kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan dari rang sederhana sampai dengan kompleks.