This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, 16 December 2014

Darah



Darah adalah cairan yang terdapat pada hewan tingkat tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain sebagainya. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi punya sistem transportasi dengan darah.
Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Darah pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah (cairan darah) dan 45% sel-sel darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh kita yaitu sekitar sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4 atau 5 liter. Fungsi Darah Pada Tubuh Manusia :
1.    Alat pengangkut air dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
2.    Alat pengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
3.    Alat pengangkut sari makanan dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
4.    Alat pengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi
5.    Alat pengangkut getah hormon dari kelenjar buntu
6.    Menjaga suhu temperatur tubuh
7.    Mencegah infeksi dengan sel darah putih, antibodi dan sel darah beku
8.    Mengatur keseimbangan asam basa tubuh.
Macam-macam darah dalam tubuh manusia :
1.        Eritrosit (sel darah merah)
·      Bentuknya cakram bikonkaf (bulat pipih dan cekung di tengahnya)
·      Tidak berinti
·      Setiap 1mm3 darah, mengandung 4 juta – 6 juta eritosit.
·      Berwarna merah karena mengandung haemoglobin (Hb) yang berfungsi mengikat oksigen.
2.        Leukosit (sel darah putih)
·      Memiliki bentuk tidak tetap dandapat bergerak bebas
·      Selnya tidak mempunyai pigmen, tetapi berinti.
·      Setiap 1mm3 darah, mengandung 6.000 – 9.000 leukosit.
·      Berfungsi melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh dengan cara fagositosis dan membentuk antibodi.
3.        Trombosit (keping darah)
·      Sel-selnya kecil, bentuk tak beraturan dan mudah pecah
·      Tiap 1 mm3 darah mengandung, 200.000 - 300.000 trombosit.
·      Berfungsi dalam proses pembekuan darah.
·      Trombosit berumur kurang lebih 2-3 hari.
2.2.      Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah pada manusia merupakan sistem yang tertutup karena selalu beredar di dalam pembuluh darah saja. Peredaran darah pada manusia juga disebut sistem peredaran darah ganda karena beredar ke seluruh bagian tubuh serta melewati jantung sebanyak dua kali.
2.        Sistem peredaran darah besar
Peredaran  darah  besar merupakan peredaran darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh. Skemanya sebagai berikut:
jantung (bilik kiri) -> seluruh tubuh -> jantung (serambi kanan)
3.        Sistem peredaran darah kecil
Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung. Skemanya sebagai berikut:
jantung (bilik kanan) -> paru-paru -> jantung (serambi kiri)

2.4.  Golongan Darah
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisisgagal ginjalsyok, dan kematian. Penggolongan darah menurut sistem A, B, O dapat dibedakan atas 4 macam yaitu:
  1. Golongan darah A, bila dalam sel darah merahnya terdapat antigen A. Adanya antigen tersebut dikendalikan oleh gen I.
  2. Golongan darah B, bila dalam sel darah merahnya terdapat antigen B. Adanya antigen tersebut dikendalikan oleh gen I.
  3. Golongan darah AB, bila dalam sel darah merahnya terdapat antigen A dan B, yang masing –masing munculnya dikendalikan oleh gen IA dan IB.
  4. Golongan darah O, bila dalam sel darah merahnya tidak terdapat antigen A dan / atau B. Keadaan      ini timbul karena dikendalikan oleh gen Iyang bersifat resesif baik terhadap antigen IA maupun IB.
Berdasarkan keterangan diatas jika dibuat tabel hubungan antara fenotip golongan darah, genotip dan kemungkinan sel gametnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Sistem ABO
Karl Landsteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor. 
Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B) dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.
Kemudian Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteiner menemukan golongan darah AB pada tahun 1901. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi.
Dalam sistem ABO, golongan darah dibagi menjadi 4 golongan:
Golongan
Sel Darah Merah
Plasma
A
Antigen A
Antibodi A
B
Antigen B
Antibodi B
AB
Antigen A & B
Tidak ada antibodi
O
Tidak ada antigen
Antibodi Anti A & Anti B
Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda.

Sunday, 19 October 2014

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS .. .. KABUPATEN ..



INTISARI
Latar belakang: Keluarga Berencana telah menjadi salah satu sejarah keberhasilan pada abad ke 20 saat ini hampir 60 % pasangan usia subur di seluruh dunia menggunakan kontrasepsi. Hingga saat ini populasi dunia sudah mencapai angka 6 milyar dan lebih dari 120 juta wanita negara berkembang tidak memiliki cara mencegah kehamilan. Pada awal tahun 2000, para pakar kependudukan memproyeksikan penduduk Indonesia pada tahun 2010 sebanyak 234,1 juta Angka ini merupakan proyeksi modern yang mengasumsikan keberhasilan program Keluarga Berencana (KB).
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Wilayah Kerja Puskesmas ... Kabupaten ...
Metodologi Penelitian : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain crossectional, dilakukan di puskesmas Kembang Tanjung yang dilakukan pada tanggal 23-30 Juni 2013. Pengambilan sampel menggunakan tehknik total sampling pada sebanyak 43 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner
Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan akseptor yang memakai MKJP rendah yaitu sebanyak 14 responden (32,6 %). Dari hasil penelitian tentang pengetahuan menujukkan bahwa dari 43 responden ternyata responden yang berpengetahuan rendah yaitu 23 orang (53,5 %). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 43 responden memiliki pendidikan masih rendah yaitu sebanyak 18 orang (41,9 %). Dari hasil penelitian tentang umur menunjukkan bahwa dari 43 responden   responden berada dalam kategori dewasa awal yaitu 31 orang (72, 1 %)
Kesimpulan dan Saran: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat  pengaruh antara pengetahuan, pendidikan, umur terhadap Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Di Wilayah Kerja Puskesmas .. Kabupaten ... Dalam penelitian ini penulis menyarankan kepada responden agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan mencari informasi baik melalui petugas kesehatan maupun ke Rumah sakit atau puskesmas terdekat.

Kata kunci           : Pengetahuan + Pendidikan + Umur + Metode Kontrasepsi
  Jangka Panjang
Daftar bacaan      : 19 buku + 5 situs internet (2004-2011)
Jumlah Halaman : xii + 47 halaman + Daftar Pustaka + 9 Tabel + 9 Lampiran
 

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Gizi Seimbang Pada Balita Di Desa .. Kecamatan .. Kabupaten .. Tahun 2014



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   LATAR BELAKANG
Sumber Daya Manusia yang baik dan berkualitas sangat diperlukan dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan karena kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor utama yang diperlukan dalam melaksanakan pembangunan nasional. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut maka harus dilakukan upaya-upaya yang saling berkesinambungan. Dari beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia, faktor kesehatan dan gizi memegang peranan penting, karena orang tidak akan dapat mengembangkan kapasitasnya secara maksimal apabila yang bersangkutan tidak memiliki status kesehatan dan gizi yang optimal.
Fenomena gizi saat ini lebih merupakan ancaman yang serius karena terjadi di berbagai strata ekonomi, pendidikan, baik di desa maupun di kota. Prevalensi kurus dan sangat kurus berdasar BB/TB pada anak balita tidak turun bermakna pada 3 tahun terakhir yakni 13,3% anak balita masih ditemukan kurus dan sangat kurus. Pada tahun 2009 ditemukan 56.941 kasus anak balita gizi buruk. Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) dapat diatasi dengan konsumsi garam beryodium tetapi masalah konsumsi di rumah tangga adalah hanya 62,3%. Cakupan pemberian kapsul vitamin A secara nasional pada anak balita sebesar 69,8%. Anemia gizi kurang zat besi masih dijumpai pada 26,3% balita.
Gizi yang diperoleh seorang anak melalui konsumsi makanan setiap hari berperan besar untuk kehidupan anak tersebut kelak. Seorang anak yang sehat dan normal akan tumbuh sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. Tetapi pertumbuhan ini juga akan dipengaruhi oleh asupan zat gizi yang dikonsumsi dalam bentuk makanan. Kekurangan atau kelebihan akan dimanifestasikan dalam bentuk pertubuhan yang menyimpang dari pola standar
Gizi atau nutrisi merupakan ilmu yang mempelajari perihal makanan serta  hubungannya dengan kesehatan. Konsumsi gizi sangat mempengaruhi status gizi kesehatan seseorang yang merupakan modal utama bagi kesehatan individu. Asupan gizi yang salah atau tidak sesuai akan menimbulkan masalah kesehatan. Lima jenis zat gizi yang harus dipenuhi meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, ada kelmpok ahli gizi yang menambahkan air dan oksigen sebagai zat gizi.
Banyak aspek dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak lahir hingga proses menua, akhir-akhir ini diakui bahwa faktor lingkungan tidak kalah pentingnya dalam menentukan karakteristik manusia. Faktor gizi adalah salah satu faktor lingkungan terpenting yang mempunyai dampak terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan dari tahap pembuahan,  bayi, remaja, dewasa, hingga tua. Perhatian terhadap faktor gizi ini dapat menyebabkan perubahan besar dalam peningkatan mutu kehidupan secara menyeluruh. Untuk ini kita perlu memahami ilmu gizi dan cara penerapannya ke dalam makanan sehari-hari dalam seluruh tahap daur kehidupan.
Dalam keluarga biasanya seorang ibu akan berperan dalam mengatur makanan keluarga termasuk persiapan makanan, pengolahan makanan sampai penyajian untuk seluruh anggota keluarga. Penatalaksanaan gizi seimbang adalah memakan aneka ragam makanan, memakan makanan yang memenuhi kecukupan energi, memakan makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi, membatasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energy, menggunakan garam beryodium, memakan makanan yang kaya akan zat besi, memberikan Air Susu Ibu saja kepada bayi sampai umur empat bulan, membiasakan makan pagi setiap hari, meminum air bersih dan sehat dalam jumlah yang cukup, berolah raga dengan teratur untuk menjaga kebugaran badan, menghindari minum minuman beralkohol, memakan makanan yang aman bagi kesehatan, membaca label pada makanan yang dikemas.
Oleh karena itu untuk mendapatkan anak yang tumbuh dengan baik juga tidak lepas dari tingkat pengetahuan ibu terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Setelah bayi lahir sampai usia lima tahun merupakan masa dimana seorang anak akan tumbuh dan berkembang secara pesat. Pengetahuan ibu dalam mengatur konsumsi makanan dengan pola menu seimbang sangat diperlukan pada masa tumbuh kembang balita, karena kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan orang tua, khususnya ibu merupakan salah satu penyebab terjadinya kekurangan gizi pada balita.

Thursday, 31 July 2014

Penyakit Asma (Asthma)



Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak ditemukan di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi baik dari asap kendaraan maupun debu padang pasir.
·  Penyebab Penyakit Asma
Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Teori atau hypotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma belum disepakati oleh para ahli didunia kesehatan.

Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan olahraga.

Selain itu terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.

Angka peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.
·  Tanda dan Gejala Penyakit Asma
Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :

- Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!
- Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
- Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
- Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
- Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.

Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau leher. Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.
·  Cara Menghindari Serangan Asma
Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.

Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.
·  Penanganan dan Pengobatan Penyakit Asma
Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.

Pada kasus-kasus yang ringan dimana dirasakan adanya keluhan yang mengarah pada gejala serangan asma atau untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan, maka tim kesehatan atau dokter akan memberikan obat tablet seperti Aminophylin dan Prednisolone. Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untuk menyediakan/menyimpan obat hirup (Ventolin Inhaler) dimanapun mereka berada yang dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala serangan terjadi.
Penyakit Asma berasal dari kata “asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang mengandung arti “sulit bernapas”. Gejala awal dari timbulnya penyakit asma adalah adanya gejala sesak napas, batuk dan suara mengi (bengek) yang dikarenakan adanya penyempitan dan sumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada yang membuat saluran udara menjadi terhambat.
Secara global, pengertian penyakit asma adalah suatu jenis penyakit gangguan pernapasan khususnya pada paru-paru. Asma merupakan suatu penyakit yang dikenal dengan penyakit sesak napas yang dikarenakan adanya penyempitan pada saluran pernapasan karena adanya aktivitas berlebih yang mengakibatkan terhadap suatu rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan dan penyempitan pada pembuluh darah dan udara yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada. Umumnya seseorang yang menderita sesak napas atau asma bersifat sementara dan dapat sembuh seperti sedia kala dengan atau tanpa bantuan obat.