This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, 18 January 2015

Kepuasan Ibu post partum



            Penilaian masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat dilihat dari beberapa faktor antara lain :
a.    Bagi pemakai jasa pelayanan (consumen). Mutu pelayanan kesehatan lebih terkait pada dimensi tanggapan petugas memenuhi kebutuhan pasien, kelancaran komunikasi antara petugas dengan pasien,keprihatinan serta keramah-tamahan petugas dalam melayani pasien atau kesembuhan penyakit yang diderita oleh pasien.
b.    Bagi Penyelenggara pelayanan kesehatan (Health Provider). Mutu pelayanan kesehatan lebih terkait pada dimensi kesesuian pelayanan yang diselenggarakan dengan perkembangan ilmu dan tekhnologi kedokteran mutakhir (medical science and technologi). Dan adanya otonomi profesi pada waktu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien.
c.    Bagi penyandang dana pelayanan kesehatan (Health Financing). Mutu pelayanan kesehatan lebih terkait pada dimensi efesien pemakaian sumber dana, kewajiban pembiayaan kesehatan atau kemampuan pelayanan kesehatan mengurangi penyandang dana pelayanan kesehatan.
Banyak ahli telah menyampaikan dimensi mutu yang dapat dinilai dari suatu produk. Dimensi mutu yang disusun tergantung kepada jenis produk yang dihasilkan. menyebutkan 10 dimensi mutu untuk industri perangkat lunak yaitu: Kebenaran (correctness), handal (reliability), berguna (useability), terpelihara (maintainability), teruji (testability), transfer program (portability), interoperasi (interoperability), intra operasi (intra operability), luwes (flexibility) dan  kepuasan menyeluruh (overall satisfaction).
Salah satu cara pengukuran tingkat kepuasan terhadap mutu pelayanan adalah:
a.    Dapat diraba (tangible), kemampuan penyelenggara pelayanan untuk berpenampilan menarik, mempersiapkan dan menyediakan tempat pelayanan yang nyaman, bersih dan rapi. Penyelenggara pelayanan mampu menunjukkan kesiapan dalam menyediakan peralatan yang dibutuhkan pasien.
b.    Handal (reliability), menunjukkan kemampuan petugas untuk melaksanakan pemberian jasa pelayanan melalui prosedur yang cepat dan mudah, memberikan pelayanan pemeriksaan, pengobatan dan rawatan secara cepat dan tepat, serta dapat dipercaya dan tepat waktu.
c.    Tanggap (responsiveness), merupakan sikap kemauan petugas untuk membantu pelanggan mengatasi keluhan atau masalah yang dihadapi dengan memberikan pelayanan secara cepat dan tepat. Petugas mampu memberi informasi secara tegas dan dapat dimengerti dengan mudah oleh pelanggan.
d.   Jaminan (assurance), kemampuan petugas untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada pengguna layanan yang disebabkan oleh penyelenggara pelayanan. Pasien meyakini bahwa petugas memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat menyelesaikan atau membantu pasien mengatasi keluhan atau penyakitnya.
e.    Empati (empathy), kepedulian yang ditunjukkan oleh petugas saat memberikan pelayanan dalam bentuk perhatian khusus kepada pasien dan keluarganya serta memberikan pelayanan tanpa melihat adanya perbedaan sosial pasien.
            Suatu pelayanan kesehatan disebut sebagai pelayanan kesehatan yang bermutu apabila penerapan kode etik serta standar pelayanan profesi dapat memuaskan pasien. Ukuran ukuran yang dimaksud pada dasrnya mencakup penilaian terhadap kepuasan pasien.
Mutu dan kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk atau jasa, yang memenuhi atau melebihi harapan pemakai atau pengguna produk tersebut. Mutu pelayanan adalah tingkat kesempurnaan pelayanan yang memberikan kepuasan penerimaan pelayanan, sesuai dengan harapannya namun juga dapat memberikan kepuasan terhadap petugas yang memberikan pelayanan. Dari sisi petugas dituntut dua hal yaitu penampilan, sikap pelayanan dan kemampuan teknis petugas yang sesuai dengan standar pelayanan. Walaupun diketahui mutu pelayanan sesungguhnya sangat luas antara lain mencakup keterjangkauan, kesinambungan, keamanan, kenyamanan disamping efektifitas dan efisiensi..
Suatu pelayaan kesehatan yang bermutu apabila penerapan semua persyaratan pelayanan kesehatan dapat memuaskan pasien. Pendapat ini mudah dipahami bahwa ukuran ukuran pelayanan kesehatan yang bermutu akan lebih luas, karena didalamnya mencangkup penilaian terhadap kepuasan pasien).
Setiap mereka yang terlibat dalam layanan kesehatan, seperti pasien, masyarakat dan organisasi masyarakat, profesi layanan kesehatan, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah, pasti mempunyai pandangan yang berbeda tentang unsur apa yang penting dalam mutu layanan kesehatan. Perbedaan perspektif tersebut antara lain disebabkan oleh terdapatnya perbedaan dalam latar belakang, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pengalaman, lingkungan, dan kepentingan. Setiap orang akan menilai mutu layanan kesehatan berdasarkan standar dan atau karakteristik atau kriteria yang berbeda-beda. Salah satu kesulitan dalam merumuskan pengertian mutu layanan kesehatan adalah karena mutu layanan kesehatan itu sangat melekat dengan faktor-faktor subjektivitas orang yang berkepentingan, baik pasien atau konsumen, pemberi layanan kesehatan (provider), penyandang dana, masyarakat, ataupun pemilik sarana layanan kesehatan
1. Perspektif Mutu Layanan Kesehatan
Pasien atau masyarakat melihat layanan kesehatan yang bermutu sebagai suatu layanan kesehaan yang dapat memenuhi kebutuhan yang dirasakannya dan diselenggarakan dengan cara yang sopan dan santun, tepat waktu, tanggap dan mampu menyembuhkan keluhannya serta mencegah berkembangnya atau meluasnya penyakit.
Pandangan pasien atau masyarakat ini sangat penting karena pasien yang merasa puas akan mematuhi pengobatan dan mau datang berobat kembali. Dimensi mutu layanan kesehatan yang berhubungan dengan kepuasan pasien dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat dan kesejahrteraan masyarakat. pasien atau masyarakat sering menganggap bahwa dimensi efektivitas, akses, hubungan antar manusia, kesinambungan, dan kenyamanan sebagai suatu dimensi mutu layanan kesehatan yang sangat penting. Pemberi layanan kesehatan harus memahami status kesehatan dan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang dilayaninya dan mendidik masyarakat tentang layanan kesehatan dasar dan melibatkan masyarakat dalam menentukan bagaimana cara yang paling efektif menyelenggarakan layanan kesehatan. Masyarakat tidak akan mampu menilai dimensi kompetensi teknis dan tidak mengetahui layanan kesehatan apa yang dibutuhkannya. Agar dapat menjawab pertanyaan tersebut, perlu dibangun suatu hubungan yang saling percaya antara pemberi layanan kesehatan atau provider dengan pasien/masyarakat.
2. Perspektif Pemberi Layanan Kesehatan
Pemberi layanan kesehatan (Provider) mengaitkan layanan kesehatan yang bermutu dengan ketersediaan peralatan, prosedur kerja atau prorokol, kebebasan profesi dalam setiap melakukan layanan kesehatan sesuai dengan teknologi kesehatan mutakhir, dan bagaimana keluaran (outcome) atau hasil layanan kesehatan itu. Komitmen dan motivasi pemberi layanan kesehatan bergantung pada kemampuannya dalam melaksanakan tugas dengan cara yang optimal. Sebagai profesi layanan kesehatan, perhatiannya terfokus pada dimensi kompetensi teknis, efektivitas, dan keamanan. Pertanyaan yang akan mereka ajukan antara lain, berapa pasien yang akan diperiksa dalam 1 jam, apakah tersedia pemeriksaan laboratorium, apakah akurat, efisien, dapat dipercaya, Apakah tersedia sistem rujukan jika diperlukan, Apakah lingkungan kerja memadai dan bersih, privasi pasien terjamin, Apakah lingkungan akan mendukung pengembangan profesi, Apakah apotek dapat menyediakan obat yang diperlukan, Apakah tersedia kesempatan pendidikan berkelanjutan, sebagaimana halnya pasien atau masyarakat, semua pertanyaan tersebut harus ditanggapi oleh organisasi layanan kesehatan, kemudian sebagai pelanggan internal (internal clients), pemberi layanan kesehatan itu harus mendapat kepuasan kerja dalam melaksanakan tugas profesinya. Profesi layanan kesehatan membutuhkan dan mengharapkan adanya dukungan teknis, administratif, dan layanan pendukung lainnya yang efektif serta efisien dalam menyelenggarakan layanan kesehatan yang bermutu tinggi.
3. Perspektif Penyadang Dana
Penyandang dana atau asuransi kesehatan menganggap bahwa layanan kesehatan yang bermutu sebagai suatu layanan kesehatan yang efisien dan efektif. Pasien diharapkan dapat disembuhkan dalam waktu sesingkat mungkin sehingga biaya layanan kesehatan dapat menjadi efisien. Kemudian upaya Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit akan digalakkan agar penggunaan layanan kesehatan penyembuhan semakin berkurang.
4. Perspektif Pemilik Sarana Pelayanan Kesehatan
Pemilik sarana layanan kesehatan berpandangan bahwa layanan kesehatan yang bermutu merupakan layanan kesehatan yang menghasilkan pendapatan yang mampu menutupi biaya operasional dan pemeliharaan, tetapi dengan tarif layanan kesehatan yang masih terjangkau oleh pasien/masyarakat, yaitu pada tingkat biaya ketika belum terdapat keluhan pasien dan masyarakat.
5. Perspektif Administrator Layanan Kesehatan
Administrator layanan kesehatan walau tidak langsung memberikan layanan kesehatan, ikut bertanggungjawab dalam masalah mutu layanan kesehatan. Kebutuhan akan supervisi, manajemen keuangan dan logistik akan memberikan suatu tantangan dan kadang-kadang administrator layanan kesehatan kurang memperhatikan prioritas sehingga timbul persoalan dalam layanan kesehatan. Pemusatan perhatian terhadap beberapa dimensi mutu layanan kesehatan tertentu, akan membantu administrator layanan kesehatan dalam menyusun prioritas dan dalam menyediakan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan pasien serta pemberi layanan kesehatan. Mutu layanan kesehatan akan selalu menyangkut dua aspek, yaitu: pertama, aspek teknis dari penyediaan layanan kesehatan itu sendiri dan kedua, aspek kemanusiaan yang timbul sebagai akibat hubungan yang terjadi antara pemberi layanan kesehatan dan penerima layanan kesehatan. Interaksi pribadi tersebut akan dapat mempengaruhi penilaian terhadap mutu layanan kesehatan yang diselenggarakan. Layanan kesehatan merupakan hasil produksi jasa, dan karenanya akan diperlakukan sebagai suatu komoditas, seperti mangga atau sepatu yang disebut semula. Akan tetapi, layanan kesehatan merupakan suatu komoditas jasa yang sangat unik.

Ibu Post Partum



2.1.1 Defenisi Post Partum
Masa post partum disebut juga masa nifas atau puerperium yaitu masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar lepas dari rahim sampai enam minggu berikutnya, disertai dengan pulihnya kembali organ-organ yang berkaitan dengan kandungan, yang mengalami perubahan seperti perlukaan dan lain sebagainya berkaitan saat melahirkan. Periode post partum adalah waktu penyembuhan dan perubahan, waktu kembali ke keadaan tidak hamil. Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih seperti ke keadaan sebelum hamil. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pada masa nifas, maka ibu nifas membutuhkan diet yang cukup kalori dan protein, membutuhkan istirahat yang cukup dsb.
Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu.
periode pascapartum ialah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. Periode ini kadang-kadang disebut puerperium atau trimester ke empat kehamilan. Perubahan fisiologis yang terjadi sangat jelas, walaupun dianggap normal, di mana proses-proses pada kehamilan berjalan terbalik. Banyak faktor, termasuk tingkat energi, tingkat kenyamanan, kesehatan bayi baru lahir, dan perawatan serta dorongan semangat yang diberikan tenaga kesehatan professional ikut membentuk respons ibu terhadap bayinya selama masa ini. Untuk memberi perawatan yang menguntungkan ibu, bayi, dan keluarganya, seorang perawat harus mampu memanfaatkan pengetahuannnya tentang anatomi dan fisiologi ibu pada periode pemulihan.

2.1.2 Tujuan Asuhan Pada Masa Post Partum
tujuan asuhan masa nifas :
a.    Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.
b.    Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayinya.
c.    Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
d.   Memberikan pelayanan keluarga berencana.

2.1.3 Tahapan Masa Post Partum
tahapan masa nifas atau Post Partum di bagi dalam 3 periode :
a.    Puerperium dini yaitu masa kepulihan di mana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
b.    Puerperium intermedial yaitu masa kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang lamanya 6-8 minggu.
c.    Remote puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.

2.1.4 Involusi Alat Kandungan Dalam Mas Nifas
Dalam masa nifas terjadi perubahan pada alat-alat kandungan secara fisiologis sehingga alat kandungan tersebut kembali pada keadaan seperti sebelum hamil yang dinamakan dengan involusi uteri yaitu:
a.    Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil (Involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil.
b.    Bekas Implantasi uri : placenta belum mengecil karena kontraksi dan menonjol ke Kavum Uteri dengan diameter 7,5 cm, sesudah 2 minggu menjadi 3,5 cm, pada minggu ke enam 2,4 cm dan akhirnya pulih.
c.    Luka-luka pada jalan lahir bila tidak di sertai infeksi akan sembuh dalam 6-7 hari.
d.   Rasa sakit yang disebut after pains ( mules-mules) disebabkan kontraksi rahim biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan perlu diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila terlalu mengganggu dapat di berikan obat-obat antisakit dan antimules.
e.    Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari Kavum Uteri dan vagina dalam masa nifas,yaitu :
1)   Lochea Sanguinolenta : berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, hari ke 3-7 pasca persalinan.
2)   Lochea Serosa : berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7-14 pasca persalinan.
3)   Lochea Alba : cairan putih, setelah 2 minggu.
4)   Lochea Purulenta : terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah berbau busuk.
f.  Serviks : Setelah persalinan, bentuk Servik agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman.
g.  Ligamen – ligament : Ligamen, Fasia dan Diafragma Pelvis yang meregang pada waktu persalinan, setelah bayi lahir secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh ke belakang dan menjadi retrofleksi karena ligamentum rotundum menjadi kendor

Sunday, 28 December 2014

Pengertian Persepsi



Persepsi adalah bagian dari keseluruhan  proses yang menghasilkan tanggapan setelah ransangan diterapkan pada manusia. Dalam psikologi persepsi diartikan sebagai salah satu perangkat psikologis yang menandai kemampuan seseorang untuk mengenal dan memaknai suatu objek yang ada di lingkungannya. Menurut Scheerer persepsi adalah representasi phenomenal tentang objek distal itu sendiri, medium dan ransangan proksinal. Dalam persepsi dibutuhkan adanya objek atau stimulus yang mengenai alat indera dengan perantaraan sraf sensorik, kemudian diteruskan ke otak sebagai pusat kesadaran (proses psikologis). Selanjutnya, dalam otak terjadilah suatu proses hingga individu itu dapat mengalami persepsi.
Psikologis kontemporer menyebutkan persepsi secara umum diperlukan sebagai salah  satu variable campur tangan (intervening variable), bergantung pada factor-faktor motivasional, artinya suatu objek atau suatu kejadian objektif baik ditentukan oleh kondisi peransaang maupun oleh fktor-faktor organisme. Dengaan alas an demikian, persepsi mengenai dunia oleh pribadi-pribadi yang berbeda juaga akan berbeda, karena setiap individu mennggapinya berkenaan dengan aspek-aspek situasi tadi yang mengandung rti khusus bagi dirinya.
Proses pemaknaan yang bersifat psikologis sangat dipengaruhi oleh pengalaman, pendidikan dan lingkungan social secara umum. Sarwono juga mengemukakan bahwa persepsi juga dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman dan cara berpikir serta keadaan perasaan atau minat-minat tiap orang sehingga persepsi sering kali dipandang bersifat subjektif. Karena itu tidak mengherankan jika seringkali terjadi perbedaan paham yang disebabkan oleh perbedaan persepsi antara  2 orang terhadap 1 objek. Persepsi tidak sekedar pengenalan atau pemahaman tetapi juga evalusi bahkan persepsi juga bersifat inferensional (menarik kesimpulan).
Persepsi seseorang bisa keliru atau berbeda dari persepsi orang lain. Kekeliruan atau perbedaan persepsi ini dapat mebawa macam-macam akibat dalam hubungan antar manusia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses persepsi juga dipengaruhi oleh pengalaman beljar daari masalalu, harapan dn preferensi.
persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. persepsi adalah suatu proses tentang petunjuk-petunjuk inderwi (sensory) dan penglaman masa lampau yang relevan yang diorganisasikan untuk memberikan kepada kita gambaran yang terstruktur dan bermakna pada suatu situasi tertentu. persepsi adalah proses dimana kit menafsirkan dan mengorganisasikan pola stimulus dalam lingkungan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh seorang individu. Dikarenakan persepsi bertautan dengan cara mendapatkan pengethuan khusus tentang kejadian pada saat tertentu, maka persepsi terjadi kapan saja stimulus menggerakkan indera. Dalam hal ini persepsi diartikan sebagai proses mengetahui atau mengenali objek dan kejadian obyektif dengan bantuan indera.
Sebagai cara pandang, persepsi timbul karena adanya respon terhadap stimulus. Stimulus yang diterima seseorang sangat komplek, stimulus masuk kke dalam otak, kemudian diartikan, ditafsirkan serta diberi makna melalui proses yang rumit baru kemudian dihasilkan persepsi. Dalam hal ini, persepsi mencakup penerimaan stimulus (inputs). Pengorganisasian stimulus dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap, sehingga orang dapat cenderung menafsirkan prilaku orang lain sesuai dengan keadaannya sendiri.

Epidemiologi varisella



Varisella adalah Infeksi akut primer oleh virus herpes zoster yang menyerang kulit dan mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di bagian sentral tubuh.
SINONIM
Cacar air, chicken pox.
EPIDEMIOLOGI
Tersebar kosmopolit, menyerang terutama anak-anak,tapi dapat juga menyerang orang dewasa.teansmisi penyakit ini secara aerogen, masa penularannya kurang lebih 7 hari dihitung dari timbulnya gejala di kulit.
ETIOLOGI
Virus varisella zoster. Penamaan virus ini memberi pengertian bahwa infeksi primer virus ini menyebabkan penyakit varisela, sedangkan reaktivasi menyebabkan herpes zoster.
GEJALA KLINIS
Masa inkubasi penyakit ini berlangsung 14 sampai 21 hari. Gejala klinis mulai gejala prodormal, yakni demam yang tidak terlalu tinggi, malese dan nyeri kepala, kemudian disusul timbulnya erupsi kulit berupa papul eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel. Bentuk vesikel khas berupa tetesan embun (tear drops). Vesikel akan berybah menjadi pustule kemudian berubah menjadi krusta.. sementara proses ini berlangsung timbul lagi vesikel-vesikel yang baru sehingga menimbulkan gambaran polimorfi.
Penyebarannya terutama di daerah badan kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka dan ekstremitas, serta dapat menyerang selaput lender mata, mulut dan saluran nafas bagian atas. Jika terdapat infeksi skunder terdapat pembesaran kelenjar getah bening regional. Penyakit ini biasanya disertai gatal.
Komplikasi pada anak-anak biasanya jarang timbul dan lebih sering pada orang dewasa, berupa ensefalitis, pneumonia, glomerolonefritis, karditis, hepatitis, keratitis,konjungtifitis, otitis, atritis, dan kelainan darah.
Infeksi yang timbul pada trismester pertama kehamilan dapat menimbulkan kelainan congenital, sedangkan infeksi yang terjdi beberapa hari menjelang kelahiran dapat menyebabkan varisela congenital pada neonates.
PEMBANTU DIAGNOSIS
Dapat dilakukan percobaan Tzanck dengan cara membuat sediaan hapus yang diwarnai dengan Giemsa. Bahan diambil dari kerokan dasar vesikel dan akan didapati sel datia berinti banyak..
DIAGNOSIS BANDING
Harus dibedakan dengan variola, penyakit ini lebih berat, member gambaran monomorf, dan penyebarannya dimulai dari bagian akral tubuh, yakni telapak tangan dan telapak kaki.
PENGOBATAN
Bersifat simptomatik dengan antipiretik dan analgetik, untuk menghilangkan rasa gatal dapat diberikan sedative. Lokal diberikan bedak yang ditambah anti gatal (mentol, kamfora) untuk mencegah pecahnya vesikel secara dini serta menghilangkan rasa gatal. Jika timbul infeksi sekunder dapat diberikan antibiotika berupa salap dan oral. Dapat pula diberikan obat-obat anti virus (lihat pengobatan herpes zoster). V.Z.I.G (vaeisela zoster immuglobuline) dapat mencegah atau meringankan varisela, diberikan intramuscular dalam 4 hari setelah terpajan.
VAKSINASI
Vaksin varisela berasal dari galur yang telah dilemahkan. Angka serokonversi mencapai 97%-99%. Diberikan pada yang berumur 12 bulan atau lebih. Lama proteksi belim diketahui pasti, meskipun demikian vaksinasi ulang dapat diberikan setelah 4-6 tahun.
Pemberiannya secara subkutan, 0,5ml pada yang berusia 12 tahun, begitu juga pada usia di atas 12 tahun., setelah 4-8 minggu di ulangi dengan dosis yang sama.
Bila terpajannya baru kurang dari 3 hari perlindungan vaksin yang diberikan masih terjadi, sedangkan antibody yang cukup sudah timbul antara 3-6 hari setelah vaksinasi (Djuanda, 2006).

VIRUS VARISELLA ZOSTER
Virus varisela zoster merupakan salah satu dari 7 herpes manusia. Infeksi primer menimbulkan cacar air, kemudian virus menetap dalam bentuk laten di ganglia radiks dorsalis. Pada reaktivasi, virus menyebabkan penyakit ruam syaraf atau shingles (herpes zoster). Cacar air saat hamil dapat menyebabkan sindroma intauterin tersendiri dan penyakit neonatus yang serius.
EPIDEMIOLOGI INFEKSI JANIN
Sekitar 3 juta kasus cacar air terjadi setiap tahun di Amerika Serikat. Meskipun kebanyakan anak ketularan infeksi ini, sebagian kecil yang tidak terkena penyakit akan tetap rentan seperti orang dewasa. Bila wanita hamil ketularan cacar air, mereka jugan dapat menginfeksi janin selama fase viremia. Resiko yang pasti terhadap janin sulit ditetapkan, tapi tampaknya sekitar 25%. Namun, tidak setiap janin terinfeksi mengalami varisela kongenita. Di dasarkan pada studi di Jerman terhadap wanita hamil yang menderita cacar air, hanya sekitar 3 dari 100 bayi yang dilahirkan oleh mereka memilki stigmata infeksi congenital. Resiko meluas ke setengah kehamilan pertama.
MANIFESTASI KLINIS FETOPATI
Pada stigmata sindroma varisela congenital sekuele pertama melibatkan kulit, tungkai, mata dan otak. Lesi kulit khas disebut parut, zig zag scarring, seringkali menyebar menurut dermatomnya. Tanda khas lain sindroma ini adalah adanya satu atau lebih pemendekan atau malformasi tungkai. Seringkali tunkai atrofi tertutup oleh katrik. Badan sisanya mungkin secara keseluruhan tampak normal. Atau tidak dijumpai kelainan kulit atau tungkai, namun bayi dapat menunjukkan katarak atau bahkan aplasia luas seluruh otak. Kadang-kadang terdapat kalsifikasi nyata dalam kepala yang mikrosefali.
PATOGENESIS FETOPATI
Kebanyakan stigmata dapat dikaitkan dengan jelas akibat virus pada system syaraf. ,anifestasi tungkai dan mata tampak disebabkan oleh denervasi akibat daru invasi VVZ pada syaraf janin, seperti medulla servikal atau lumbosakral atau tungkai optic. Namun, tidak ada penjelasan yang nyata mengapa daerah tubun tertentu secara istimewa terinfeksi selama terinfeksi VVZ janin; virus mungkin memilih beberapa jaringan yang berada pada tahap pengembangan cepat misalnya: pucuk-pucuk tungkai. Pemeriksaan histologist otak janin yang terinfeksi menunjukkan adanya lesi serebral nekrosis yang melibatkan leptomenings, korteks, dan substansia alba yang berdekatan. Perubahan patologis juga diamati pada medulla spinalis, dan perubahan ini meliputi kornu posterior serta koruma lateralis yang menciut dan gliotik. Parut sikratik khas dapat menggambarkan sisa infeksi VVZ kulit pada syaraf sensorik.
Periode resiko paling besar pada janin berkorelasi dengan periode kehamilan ketika terjadi pengembangan utama dan intervesi pucuk tungkai, serat maturasi mata. Janin yang terinfeksi pada minggu ke 6-12 kehamilan tampak mengalami gangguan paling berat pada tugkai, kelainan pada janin pada minggu ke 16-20 kehamilan dapat mencakup mata dan otak, sebagai tambahan, serangan virus pada serabut simpatis medulla servikalis dan lumbosakral dapat mengakibatkan pengaruh  berbeda seperti sindroma Horner dan fungsi sfingter uretra dan ani.
PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN PADA BAYI NEONATUS
            Rekomendasi untuk globulin imun varisela zoster menggambarkan peningkatan resiko pada bayi yang terpapar. Bayi yang cukup bulan yang dilahirkan oleh ibu yang menderita cacar air kurang dari 1 minggu  sebelum persalinan harus mendapatkan 1 botol VZIG lewat injeksi intramuscular. Setiap bayi premature yang dilahirkan oleh ibu yang menderita cacar air aktif (walaupun muncul lebih lama dari 1 minggu) harus menerima VZIG. Karena angka mortalitas cacar air pada usia tahun pertama lebih tinggi, suspense asiklovir oral dapat diberikan sesegera mungkin saat bayi mulai menderita cacar air. Dosisnya 80 mg/kg/24 jam, diberikan sebanyak 20 mg/kg setiap 6 jam. Jika bayi yang menderita cacar air memiliki tanda-tanda pneumonia, hepatitis, atau ensefalitis, segera rawat inap ke RS dan pengobatan menggunakan asiklovir intravena harus di pertimbangkan.
PROGNOSIS
            Banyak bayi dengan sindroma varisela congenital mengalami defesiensi neurologis berat. Namun kelompok lain, (mungkin mereka terinfeksi pada akhir kehamilan) dapat hanya memilki stigmata tertentu, seperti katarak yang dapat ditangani dengan pembedahan. Bayi kelompok kedua ini berkembang secara normal semasa kanak-kanak. Bayi dengan cacar air neonatus mempunyai prognosis yang sangat baik sepanjang mereka mendapatkan pengobatan dengan asiklovir sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan (Nelson, 2005).
VIRUS VARISELLA ZOSTER
            Infeksi primer dengan VVZ menimbulkan varisela (cacar air). Virus membentuk infeksi laten di ganhlia dorsal; reaktivitas menyebabkan herpes zoster.
ETIOLOGI
            VVZ adalah herpesvirus manusi; diklasifikasikan herpesvirus alfa karena kesamaannya dengan prototype kelompok ini, yang adalah virus herpes simpleks (HSV)
PATOLOGI
            Varisella mulai dengan pemasukan virus ke mukosa yang dipindahkan dalam saluran sekresi pernafasan atau dengan kontak langsung lesi kulit varisela atau herpes zoster. Pemasukan disertai dengan masa inkubasi selama 10-21 hari, dapa saat tersebut penyebaran virus subklinis terjadi. Akibat lesi kulit tersebar bila infeksi masuk fase viremi; sel mononuklir darah perifer membawa virus infeksius, menghasilkan kelompok vesikel baru selama 3-7 hari. VVZ juga diangkut kembali ke tempat-tempat  mukosa saluran pernafasan selama akhir masa inkubasi, memungkinkan penyebaran pada kontak rentan sebelum muncul ruam
 Penularan virus infeksius oleh droplet pernafasan membedakan VVZ dari virus herpes manusia lain. Penyebaran visceral virus menyertai kegagalan respon hospes yang menghentikan viremia, yang menyebabkan infeksi paru, hati, otak dan organ lain. VVZ menjadi laten di ganglia radiks dorsal pada semua individu yang menngalami infeksi primer. Reaktivitasnya menyebabkan ruam vesikuler terlokalisasi yang biasanya melibatkan penyebaran dermatom dari satu syaraf sensoris; perubahan neukrotik ditimbulka pada ganglia terkait, kadang meluas ke dalam kornu posterior.
Histopatologi varisela dan lesi herpes zoster adalah identik; VVZ infeksius ada pada  lesi herpes zoster, sebagaimana ia berada dala, lesi varisela, tapi tidak dilepaskan dalam sekresi pernafasan. Varisela mendatangkan imunitas humoral dan seluler yang sangat protektif terhadap infeksi ulang bergejala. Supresi imunitas seluler pada VVZ berkorelasi dengan penambahan resiko reaktivitas VVZ sebagai herpes zoster.
EPIDEMIOLOGI VARISELA
            Di Amerika Serikat dan daerah beriklim sedang lain,90-95% individu mendapat VVZ pada masa anak. Epidemic varisela tahunan terjadi pada musim dingin dan musim semi. Strain VVZ tipe liar yang menyebabkan epidemic varisela tahunan tidak menunjukkan perubahan dalam virulensi sebagaimana dinilai dengan keparahan klinis infeksi VVZ primer dari tahun ke tahun. Angka penularan rumah tanggau adalah 80-90%; lebih banyak kontak secara kebetulan, seperti pemajanan ruang kelas sekolah, disertai angka penyerangan 30% atau kurang, varisela menular dari 24-48 jam sebelum ruam muncul dan vesikel belum berkrusta, yang biasanya 3-7 hari.
Anak yang rentan mendapat varisela sesudah kontak langsung dekat dengan orang dewasa yang menderita herpes zoster; rute penularan ini mempertahankan sirkulasi virus dalam populasi. Karena alas an yang tidak jelas, varisela jauh kurang lazim di daerah tropic sehingga angka kerentanan pada orang dewasa setinggi 20-30%. Herpes zoster tidak menunjukkan variasi musim dalam insiden karena herpes ini disebabkan oleh  reaktivasi virus laten secara endogen.
Walaupun laporan-laporan anekdot, penelitian epidemiologis memperagakan bahwa pemajanan terhadap varisela tidak menyebabkan herpes zoster. Herpes zoster sangat jarang pada anak umur kurangdari 10 tahun kecuali pada mereka yang diberi terapi imunosupresi untuk keganasan atau penyakit lain, mereka yang menderita infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV), dan mereka yang telah terinfeksi dalam rahim atau selama umur tahun pertama. Resiko infeksi primer atau berulang berat atau mengancam jiwa terkait terutama pada factor hospes bukannya variasi dalam patogenisitas strain VVZ.
MANIFESTASI KLINIS VARISELA
            Walaupun masa inkubasi varisela berkisar 10-21 hari, penyakit biasanya mulai dari 14-16 hari sesudah pemajanan. Hamper semua yang terpajan, anak rentan menderita ruam, tapi ruam ini mungkin terbatas kurang daripada 10 lesi
 Gejala-gejala prodormal lazim ada, terutama pada anak yang lebih tua; demam, malese, anoreksia, nyri kepala dan kadang-kadang nyeri abdomen ringan terjadi 24-48 jam sebelum ruam muncul. Kenaikan suhu biasanya sedang, berkisar dari 100-102’F tetapi mungkin setinggi 106’F, demam dan gejala sistemik lain menetap selama 2-4 hari pertama sesudah mulai ruam.
Lesi varisela mula-mula pada kulit kepala, Muka atau batang tubuh. Eksantem awal terdiri atas inakula eritematosayang sangat gatal yang berkembang membentu vesikel berisi cairan jernih. Pengaburan dan pembentukan pusat lesi dalam 24-48 jam. Sementara lesi awal berkrusta, kumpulan baru terbentuk pada batang tuhuh dan kemudian tungkai, adanya lesi simultan pada berbagai stadium evolusi khas varisela. Lesi ulseratif yang melibatkan orofaring dan vagina adalah biasa. Beberapa anak mempunyai lesi vesikuler pada kelopak mata dan konjungtiva, tetapi penyakit okuler serius jarang. Jumlah lesi varisela rata-rata sekitar 300, tetapi anak sehat dapat kurang dari 10 sampai lebih dari 1.500 lesi. Pada kasus rumah tangga sekunder dan kasus yang melibatkan anak yang lebih tua. Lebih banyak hari untuk pebnetukan lesi baru dan kemungkinan lebih banyak lesi. Eksantem ini lebih luas pada anak dengan gangguan kulit, seperti eksem atau baru terbakar sinar matahari. Tempat hipopigmentasi lesi menetap selama beberapa hari sampai beberapa minggu pada beberapa anak, tetapi parut tida lazim.
Diagnosa banding varisela meliputi ruam vesikuler yang disebabkan oleh agen infeksi lain, seperti enterovirus atau Staphylococcus aureus, reaksi obat, dermatitis kontak dan gigitan serangga. (Arvin, 2006).



CACAR AIR DAN CACAR ULAR
Cacar air (varisela) dan cacar  ular  (herpes zoster, shinges) adalah infeksi adalah infeksi yang disebabkan oleh virus golongan herpes yang lain, yaitu virus varikel-zoster. Infeksi oleh virus  varisela-varikel pruritikal yang mengandung air di kulit.
            Cacar air adalah infeksi primer oleh virus tersebut. Cacar air sangat menular dan ditularkan dari orang ke orang melalui percikan (droplet) saluran napas. Cacar air biasanya merupakan penyakit anak-anak, tetapi orang dewasa yang baru pertama  kali terpajan ke virus ini dapat menderita penyakit tersebut. Virus varisela memiliki masa tunas 7 -21 hari dan bersifat menular selama periode prodromal yang singkat (sekitar 24 jam sebelum lesi muncul) sampai semua lesi menjadi krusta. Penyakit biasanya sembuh dengan sendiri dalam 7- 14 hari.
            Cacar ular biasanya timbul beberapa tahun setelah infeksi cacar air. Penyakit ini biasanya dijumpai pada lansia atau pada orang dengan penurunan system imun yang disebabkan oleh penyakit atau stress. Herpes zoster tampaknya ditularkan melalui kontak langsung dengan lesi.
Gambaran Klinis
-         Mungkin timbul demam ringan dan malese 24 jam sebelum vesikel muncul.
-         Ruam cacar air diawali dengan adanya  macula kemerahan, biasanya pertama kali muncul di badan dan menyebar kewajah serta extremitas. Dalam beberapa jam, macula menjadi vasikel berisi cairan yang muncul di mulut, aksila, labium dan vagina. Vesikel ini akhirnya berisi cairan pecah setelah beberapa hari dan meninggalkan krusta.
-         Pada saat yang bersamaan dapat dijumpai banyak macula, vesikel dan keropeng dalam berbagai stadium pembentukan dan krustasi.
-         Cacar ular biasanya terdapat di kulit secara unilateral (satu area tubuh) di sepanjang dermatom yang terinfeksi. Tempat yang sering terinfeksi adalah wajah, leher dan dada. Lesi dapat berukuran kecil atau besar dalam jumlah yang sedikit atau banyak. Cacar ular dapat sangat menyakitkan.