This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, 12 April 2014

Air Limbah



2.1.  Pengertian Air Limbah
            Air limbah buangan adalah sisa air yang dibuang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup
Air Limbah adalah kombinasi dari cairan dan sampah cair yang berasal dari daerah pemukiman, perdangangan, perkantoran dan industri, bersama sama dengan air tanah, air permukaan, dan air hujan yang mungkin ada
Air Limbah adalah cairan buangan yang berasal dari rumah tangga, industri  merupakan hasil aktifitas yang mengandung bahan-bahan / zat-zat yang dapat membahayakan  kehidupan  manusia  serta  menggangu  kelestarian  lingkungan  hidup.  

2.2. Sumber Air Limbah.
2.2.1  Air limbah rumah tangga  ( Domestik wastes water ).
            Air buangan yang yang bersumber dari dari rumah tangga, berasal dari pemukiman penduduk , pada umumnya terdiri dari  
1. Tinja dan urine yakni ada bagian dari tinja dan urin yang terbawa dalam air buangan rumah tangga dan bercampur dengan air buangan lainnya.
2.  Bekas air cucian dan dapur terdiri dari air bekas cucian pakaian, alat – alat dapur, beras, sayur dan sebagainya.
3.  Bekas kamar mandi umumnya berasal dari bahan bahan organic.
   2.2.2  Air Limbah Kota Praja ( Manicipal wastes water )
            Adalah air buangan yang berasal dari daerah  atau wilayah :
1.  Perkantoran , perdangangan.yakni air buangan yang berasal dari perkantoran dan perdagangan seperti air bekas cuci kaki, tinja, urine, bekas cuci tangan dan lain sebagainya.
2.  Tempat tempat umum, tempat tempat ibadah.yakni air buangan yang berasal dari tempat wudhuk, urine, bekas cuci kaki dan tangan dan sebagainya.
3.  Selokan dan lain lain.
  2.2.3. Air Limbah Industri. ( Industrial wastes water )
Air limbah yang berasal dari buangan industri biasanya mengandung mineral, logam berat, lemak, garam, zat warna ,nitrogen, zat pelarut, sulfide, zat beracun, zat zat organic.

2.2.4. Akibat terhadap kesehatan.
            - Terjadinya gangguan terhadap kesehatan masyarakat.
- Media tempat berkembang biak mikra organisme pathogen,larva nyamuk dan serangga lainnya.
- Media transmisi penyakit terutama kolera, typhus abdominalis dan dysentri basiler.

2.3. Karakteristik dan sifat air limbah.
            Karakteristik air limbah rumah tangga perlu dikenal karena hal ini akan menentukan cara pengelolaan yang tepat, sehingga tidak mencemari lingkungan hidup secara garis besar karakteristik air limbah  sebagai berikut :
2.3.1 Karakteristik Fisik.
Terdiri dari 99,9 % air, sebahagian kecil bahan bahan padat. Air buangan rumah tangga .terdiri dari :
1.      Sedikit berbau sabun karna merupakan air buangan dari kamar mandi.
2.      Minyak ada ceceran minyak yang berbaur dalam air buangan.
3.      Warna suram karna telah bercampur  dengan zat zat lainnya.
4.      Mengandung sisa kertas sebagai alat membungkus.
5.      Mengandung sisa plastic sebagai alat pembungkus.
6.      Sabun sebagai sisa mandi dan sisa mencuci pakaian.
7.      Bagian dari tinja.
2.3.2. Karakteristik Kimiawi.
Terdiri dari  zat zat kimia an organic.
  Berasal dari air bersih  :
1.      Berasal dari penguraian tinja , urine , serta sampah.
2.      Bersifat basa waktu segar dan cenderung asam bila mulai membusuk.
 Subtansi organic :
3.      Gabungan mengandung Nitrogen Misalnya   urea , protein dan asam amino.
4.      Gabungan dengan tak mengandung nitrogen misalnya lemak, sabun . karbohidrat.
2.3.3.  Karakteristik Bakteriologis.
     Terdiri dari   bakteri pathogen , organisme golongan coli.

2.4. Mekanisme Pencemaran.
2.4.1 Akibat terhadap lingkungan .
1. Karena mempunyai sifat fisik, kimiawi dan bakteriologis  sebagai sumber pengotoran.
2. Pencemaran terhadap air tanah, air permukaan atau lingkungan hidup lainnya.
3. Menimbulkan bau yang tidak enak.
4. Pandangan yang tidak menyenangkan.
2.4.2 Akibat terhadap Kesehatan  Masyarakat.
1.  Gangguan terhadap kesehatan masyarakat.
2. Media tempat berkembang biak mikro organisme  pathogen , larva nyamuk. dan serangga lainnya.
3. Media transisi penyakit terutama.
4. Kolera.
5. Typhus abdominalis.
6.  Dysentri Basiler.
2.4.3. Akibat terhadap Sosial  Ekonomi.
1. Lingkungan yang buruk menyebababkan perasaan yang tidak  nyaman dan tidak menyenangkan .
2.  Kesehatan Masyarakat ternganggu  sehingga menjadi kurang produktif.


2.5. Persyaratan Air Buangan.
            1. Tidak mengakibatkan kontaminasi terhadap sumber air minum.
            2. Tidak mengakibatkan pencemaran terhadap  permukaan tanah.
            3. Tidak mengakibatkan Pencemaran :
                  a.  Air mandi , Minum.
b.  Air Perikanan.
c.  Air Sungai.
d.  Air Tempat tempat rekreasi.
            4. Tidak dapat dihinggapi serangga dan tikus.
5. Tidak manjadi tempat   berkembang     biaknya  berbagai  bibit   penyakit    dan vektor.
6. Tidak terbuka kena udara luar dan tidak dapat di capai oleh anak anak.
7. Tidak mengganggu karena bau.

2.6. Para Meter yang digunakan dalam pengukuran kualitas air buangan.
1.      Kandungan Zat Padat.
1     Total Solid.
2     Suspended Solids.
3     Dissolved salids.
2.   Kandungan Zat Organik.
3.   Biochemical Oxigen Denamd  ( BOD ).
4.   Kandungan Zat An Organik.
5.   Nitrogen.
6.   Phospar.
7.         H2O dalam zat beracun.
8.         Logam lagam berat ( Hg , Cd, Pb, dan Lain lain ).
9.          Gas.
10.     N2 , O2, dan CO2 ( Berasal dari udara dan larutan dalam air ).
11.     H2S , NH3, dan CH4 ( Proses komposisi air buangan )
12.     Kandungan Bakteri .
13.        Berasal dari kotoran atau tinja manusia  atau bakteri dari golongan  Entamuba  Coli.
14.     PH  (Derajat Keasaman )
15.     PH yang tidak normal akanmenggangu kehidupan dalam air.
16.     Suhu.
17.   Kecepatan reaksi dan penguraian.
18.   Proses pengendapan zat padat.
19.   Kenyamanan dalam badan air.

2.7.    Cara Pengolahan Air Limbah .
1.            Disposal by dilution  ( Dengan Pengenceran )
Air limbah dibuang ke sungai , danau, atau laut agar mendapat mengenceran. Cara ini hanya dapat dilaksanakan ditempat tempat yang banyak  air permukaan nya , dengan cara ini air akan dapat mengalami purifikasi alamiah.
2.      Saluran Pembuangan Air Limbah.(SPAL)
Merupakan sumur yang digunakan untuk tempat pembuangan air limbah  dibuat dari tanah yang berpasir sehingga mudah meresap kedalam tanah, syarat nya jarat dari sumur harus lebih dari 10 meter.
3.      Sewage Pit ( Sumur Resapan).
Merupakan sumur tempat penerima air limbah yang telah mengalami pengolahan dengan sistim lain , misalnya aqua – privy.

4.      Septik tank.
Merupakan cara terbaik yang dianjurkan oleh WHO tapi biayanya mahal , tekniknya sukar dan memerlukan tanah yang luas. Septic tank terdiri dari 4 bagian yaitu :
a.       Ruang Pembusukan.
b.      Ruang Lumpur.
c.       Ruang chamber.
d.      Ruang resapan.
5.      Sistim Riol ( Severage).
Sistim roil meruipakan cara pembuangan limbah dikota kota dan selalu harus termasuk dalam rencana pembangunan kota.

Friday, 4 April 2014

Langkah untuk mengurang kemarahan pada anak



beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantrum. Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantrum bagi anak usia tiga tahun pertama yang sudah di uji sebelumnya di keluarga-keluarga di Australia. Pendekatan ini menggunakan pendekatan behavoristik dengan menekankan pada reinforcemen:

1.    Mengurangi stress anak dengan mengantisipasi sebelum anak stress. Sebagai contoh sebelum anak merasa terlalu lapar orang tua sudah lebih dulu mengantisipasi dengan memberi anak makan. Jika belum masuk jam makan utama maka orang tua dapat memberi anak kudapan. Rasa lapar yang sangat dapat memicu stress pada anak sehingga muncul perilaku tanrum.

2.    Menyadari perasaan anak. Orang tua juga perlu memahami perasaaan anak. Orang tua tidak boleh terlalu banyak menuntut secara berlebihan pada anak.

3.    Mengidentifikasi pemicu amukan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

a.    Mencatat perilaku tantrum anak selama 7-10 hari dan juga kejadian yang terjadi sebelum dan sesudah tantrum terjadi

b.    Sesudah mencatat kemudian identifikasi situasi yang menyebabkan tantrum terjadi. Setelah mengidentifikasi orang tua dapat menyusun rencana cara menghindari situasi tersebut dapat terjadi. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi respon yang muncul berupa tantrum dari stimulus seperti kelelahan, lapar, stress dan lain sebagainya.

c.    Selain mengidentifikasi situasi penyebab, orang tua juga mengidentifikasi pemicu terjadinya tantrum.

d.    Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi konsekuensi dari perilaku tantrum.

e.    Orang tua dapat menetapkan dan mendata reward sebagai penguat bagi anak untuk tetap tenang. Reward ini dapat berupa hadiah kecil yang disukai anak.

f.     Orang tua membimbing anak untuk bisa mengatasi permasalah anak dengan cara lain selain tantrum untuk mengekspresikan emosi.

4.    Orang tua tetap tenang menghadapi tantrum anak, jangan ikut tersulut emosi sehingga memarahi anak. Karena reaksi keras dari orang tua akan menambah tantrum anak semakin hebat.

5.    Mengabaikan perilaku tantrum sampai berhenti

6.    Tidak memenuhi kenginan anak jika anak meminta dengan cara tantrum

7.    Konsisten dengan sikap orang tua untuk tidak memenuhi keinginan anak ketika tantrum

8.    Memberi reward kepada anak ketika anak berbuat kebaikan dan dapat mengontrol tantrum

Penyebab kemarahan pada anak



Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya temper tantrum, diantaranya :
a)    Keinginan anak yang tidak terpenuhi
Anak akan melalukan tantrum dengan maksud untuk menekan orang tua agar keinginan anak terpenuhi, sebagai contoh ketika anak menginginkan orang tua membelikan mainan di sebuah took. Jika orang tua tidak memenuhi keinginan anak, maka anak akan menangis sambil berguling di took sampai orang tua mau membelikan mainan yang dimaksud.
b)    Ketidakmampuan anak untuk mengungkapkan perasaan
Anak-anak khususnya anak pada usia tiga tahun pertama memiliki keterbatasan bahasa. Ketika anak ingin mengungkapkan sesuatu dan tidak dimengerti oleh orang tua maka anak akan frustasi dan memicu munculnya perilaku tantrum.

c)    Kebutuhan yang tidak terpenuhi

Anak yang aktif membutuhkan ruang dan waktu yang cukup untuk selalu bergerak. Anak yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk bergerak akan mengalami frustasi dan untuk melampiaskan kebutuhannya itu anak melakukan tantrum. Sebagai contoh ketika anak melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan. Anak akanmerasa bosan dalamperjalanan karena tidak dapat bergerak sesuka hati, maka untuk melampiaskannya anak melakukan tantrum.

d)    Pola asuh orang tua

Anak yang terlalu dimanjakan dan selalu mendapatkan apa yang diinginkan akan melakukan tantrum ketika keinginan anak tersebut tidak dipenuhi oleh orang tua. Contoh lain adalah anak yang mendapatkan pola asuh otoriter dari orang tua, sekali waktu karena rasa tertekan anak, maka anak tersebut akan melakukan tantrum. selain itu perbedaan pola asuh antara orang tua dan pengasuh dapat pula memicu anak untuk melakukan tantrum. seperti misalnya pengasuh yang permisif dan orang tua yang otoriter atau demokratis. Anak akan melakukan tantrum untuk menyampaikan keinginan.

e)    Perasaan lelah, lapar, atau sakit

Perasaan lelah, lapar dan sakit juga dapat memicu tantrum. Karena perasaan tidak enak yang muncul saat lelah dan sakit atau ketika lapar dan kebutuhan itu tidak juga terpenuhi maka akan membuat anak menjadi tantrum.

f)     Keadaan stress dan rasa tidak aman pada diri anak

Stress atau frustasi adalah perasaan tertekan yang dialami anak. Hal ini akan memicu anak melakukan tantrum sebagai pelampiasan dari rasa tertekan yang dialami anak tersebut.

pengertian Tantrum (Kemarahan pada anak balita)



Perasaan adalah nada perasaan menyenangkan atau tidak, yang menyertai suatu fikiran dan biasanya belangsung lama serta kurang disertai oleh komponen psiologik.  Perasaan adalah “suatu tentang keadaan jiwa manusia yang dihayati secara senang atau tidak senang”
Emosi adalah “manifestasi persaan atau efek keluar dan disertai banyak komponen psiologik, dan biasanya berlangsung tudak lama. Emosi adalah suatu keadaan persaan yang telah melampaui batas sehingga untuk mengadakan hubungan dengan sekitarnya mungkin terganggu
Suatu emosi yang kuat dapat memengaruhi perubahan psisiologis seseorang yang sedang marah atau ketakutan dapat memerangruhi debaran jantung, pernafasan, aktifnya kelenjar keringat, merinding sektresi air liur meningkat dan mungkin kadar gula darah meningkat
Umumnya anak kecil lebih emosional daripada orang dewasa karena pada usia ini anak masih relatif muda dan belum dapat mengendalikan emosinya. Pada usia 2-4 tahun, karakteristik emosi anak muncul pada ledakan marahnya atau temper tantrum (Hurlock, 2000). Sikap yang ditunjukkan untuk menampilkan rasa tidak senangnya, anak melakukan tindakan yang berlebihan, misalnya menangis, menjerit-jerit, melemparkan benda, berguling-guling, memukul ibunya atau aktivitas besar lainnya (Hurlock, 2000). Tantrum lebih mudah terjadi pada anak-anak yang dianggap sulit dengan ciri-ciri memiliki kebiasaan tidur, makan dan buang air besar yang,tidak teratur, sulit menyukai situasi, makanan dan orang-orang baru, lambat beradaptasi terhadap perubahan, suasana hati lebih sering negative, mudah terprovokasi, gampang merasa marah dan sulit dialihkan perhatiannya ().
Temper tantrum adalah ledakan kemarahan yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa terencana. Pada anak-anak, ini bukan hanya untuk mencari perhatian dari orang dewasa saja. Ketika mengalami tantrum, anak-anak cenderung melampiaskan segala bentuk kemarahannya. Baik itu menangis keras-keras, berteriak, menjerit-jerit, memukul, menggigit, mencubit, dsb.
Normalnya, tantrum (marah-marah) pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30 detik sampai 2 menit saja. Tapi, jika kemarahan berlanjut sampai pada tingkat yang membahayakan dirinya atau orang lain, maka ini bisa menjadi hal yang sangat serius.Temper tantrum biasanya terjadi pada anak usia 1-4 tahun. Meski tidak menutup kemungkinan anak-anak yang lebih tua, bahkan orang dewasa pun pernah mengalami ledakan kemarahan ini. Dan pada dasarnya, marah-marah pada anak-anak usia 1-4 tahun adalah hal yang wajar terjadi bagi usia mereka. Kebanyakan anak-anak mengalami hal ini.